5 Kalimat Pasif

ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test

Related Books

Bukan Prioritas

Bukan Prioritas

Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna." Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis. Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini." Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah. Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu. Saat aku demam tinggi dan memintanya mengantarkan obat, obat itu justru berakhir di tangan Winna yang sedang datang bulan. Alhasil, kencan kami yang seharusnya berdua berubah jadi bertiga, sementara obat penurun demamnya malah dipakai sebagai obat pereda nyeri haid. Bahkan saat ulang tahunku, dia lebih dulu membawa kue ke apartemen Winna. "Mumpung sudah sampai sini, anggap saja sekalian merayakan 300 hari persahabatan kalian." "Mumpung sudah sampai sini, kebetulan saluran air di apartemen Winna mampet. Sekalian bantu benerin, ya." Dan sekarang, saat kulihat dia melangkah masuk ke apartemen sahabatku tanpa sekali pun menoleh ke belakang, aku menekan tombol tutup lift dengan wajah dingin.
10 9 Chapters
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Diamnya Alina benar-benar membuat Wildan bingung, wanita yang ia nikahi lima tahun yang lalu, tiba-tiba berubah drastis. Alina yang dulunya sangat cerewet, tiba-tiba berubah menjadi diam. Hingga suatu saat, Wildan menemukan jawaban dari perubahan istrinya itu. Namun, hal itu bagai hantaman batu besar yang mampu merobohkan. Bagaimana tidak, hampir setengah tahun Alina menyembunyikan penyakitnya. Alina menderita kanker rahim, hal itu yang membuatnya sulit untuk hamil. Dan hal itu juga yang membuat Wildan memutuskan untuk menikah lagi, dan tanpa sepengetahuan istrinya. Menyesal, itu yang Wildan rasakan saat ini. Terlebih saat mengetahui keputusan Alina untuk bercerai, usai menjalankan operasi pengangkatan rahim. Alina langsung melayangkan surat gugatan cerai, wanita itu ingin hidup tenang, meski tanpa kehadiran seorang anak dan juga suami. Mampukah Alina menjalani kehidupannya nanti? Lalu sanggupkah Wildan berpisah dengan Alina, setelah lima tahun menjalani bahtera rumah tangga bersama?
10 23 Chapters
Janji Ke Delapan Belas Kali

Janji Ke Delapan Belas Kali

Saat dia memberitahuku bahwa pendaftaran pernikahan kami akan ditunda lagi, aku sedang mengambil sendok sup. “Lain kali saja, ya.” Toni meletakkan sendok, nada suaranya terdengar santai seolah sedang mengomentari cuaca cerah di hari itu. Aku menyuapkan sesendok bubur, mengunyah perlahan, dan menelannya. “Iya.” Dia melirik ke arahku lalu menundukkan pandangan untuk mengambil lauk, namun saat sendoknya menjangkau piring, dia kembali menatapku. “Apa kau marah?” Aku menyendok bubur lagi, nada suaraku sangat tenang. “Tidak.” Pesta pernikahan kami telah digelar enam bulan lalu, dan pendaftaran pernikahan ini telah ditunda untuk ketujuh belas kalinya. Dia sudah terbiasa. Aku juga sudah terbiasa. Aku makan perlahan, dan menghabiskan bubur di mangkukku. Dia tidak menyentuh sendoknya lagi. Setelah menghabiskan suapan bubur terakhir, aku bangkit berdiri untuk membersihkan meja makan. Saat aku berjalan melewatinya, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku. "Linda, Senin depan. Aku pasti akan datang." "Lagipula, kita sudah menikah. Jadi, tidak masalah kalau harus menunggu beberapa hari lagi." "Jangan khawatir, aku tidak akan ingkar janji lagi." Aku menunduk, menatap tangannya yang menahanku, lalu beralih menatap wajahnya dan tersenyum. "Oke." Dalam enam bulan, dia telah mengucapkan kata-kata “minggu depan” sebanyak sembilan kali, “pasti” sebanyak tiga belas kali, dan kata “jangan khawatir” sebanyak enam belas kali. Namun, kami masih belum juga mendaftarkan pernikahan ini. Dan untuk minggu depan, kami masih tetap tidak akan mendapatkannya. Karena kali ini, akulah yang akan membatalkan janji.
0 8 Chapters
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Demi menyingkirkan pasangan kencan butanya yang jelek dan narsis, Pamela mencium seorang pria tampan yang lebih tua darinya. Karena ciuman itu, pria itu malah meminta pertanggung jawaban penuh Pamela. Pamela berkata, "Paman, aku hanya cium sekali saja, tapi paman mau aku bertanggung jawab secara penuh? Bagaimana kalau aku cium dua kali?" Pria itu menatap wanita nakal gadis di depannya, lalu menjawab, "Kamu akan tahu kalau mencobanya!" Pamela berkata, "Kalau begitu, tutup matamu!" Agam tersenyum dan dengan patuh menutup matanya .... Pamela memonyongkan bibirnya, lalu berbalik untuk melarikan diri. Namun, dia kembali ditangkap dan dimanjakan siang malam oleh paman itu, sampai .... Pamela melarikan diri dan Agam mengejarnya. Pamela, meski kamu punya sayap, juga tidak bisa lari dari genggamanku.
9.5 2938 Chapters
Hanya Istri Pelampiasan

Hanya Istri Pelampiasan

"Kenapa? Kalau emang nggak ada rasa, kenapa masih harus melakukannya?" Lelaki bertubuh atletis itu berbalik dengan tatapan tajam yang sama. "Pria lebih banyak menggunakan logika dibanding hatinya. Cuma orang munafik yang menyinyiakan kesempatan, hanya karena alasan nggak cinta!" Malam pengantin tak pernah seindah yang Melody bayangkan. Pengalaman pertama yang seharusnya berkesan justru terasa menyakitkan saat dia berakhir di atas pembaringan sebagai pelampiasan lelaki yang tadi siang bersanding dengannya di pelaminan. Sebab, meski raga lelaki itu sepenuhnya milik dia, hati dan jiwanya seperti ada di tempat lain.
10 39 Chapters
Mencuri Nafkah Batin

Mencuri Nafkah Batin

Bagaimana perasaanmu, jika suami enggan menyentuhmu? Padahal itu adalah bagian dari nafkah wajib yang diberikan dan hak kita sebagai istri. Itulah alasan kenapa aku memasukkan obat ke minuman suamiku dan membuatnya menginginkanku malam ini.
0 14 Chapters

Kapan harus menggunakan kalimat pasif dalam tulisan?

4 Answers2026-06-01 06:04:38
Menggunakan kalimat pasif itu seperti memilih bumbu tertentu dalam masakan—tidak selalu dominan, tapi bisa jadi penyedap yang pas di situasi tepat. Aku sering memakainya ketika ingin menonjolkan objek atau korban dalam cerita, bukan pelakunya. Misalnya, dalam narasi misteri, 'Surat itu disembunyikan di laci' lebih memberi kesan intrigu daripada 'Dia menyembunyikan surat di laci'. Juga berguna saat pelaku tidak diketahui atau tidak relevan, seperti laporan berita 'Kota kecil diterjang badai'.

Di dunia akademik atau teknis, pasif sering dipakai untuk objektivitas. Tapi hati-hati, kebanyakan pasif bikin tulisan terasa kaku dan jauh. Kuncinya adalah menyeimbangkan—gunakan saat ingin mengalihkan fokus pembaca atau menciptakan nuansa tertentu, tapi jangan sampai menghilangkan energi dari tulisan.

Siapa penulis yang sering menggunakan 5 kalimat pasif dalam karyanya?

3 Answers2026-06-27 00:12:50
Pernah nggak sih kamu perhatiin kalau beberapa penulis suka banget pakai kalimat pasif? Aku baru-baru ini baca karya-karya Eka Kurniawan, dan aku langsung ngeh sama gayanya yang khas. Di novel 'Cantik Itu Luka' dan 'Lelaki Harimau', dia sering banget memainkan struktur pasif buat bikin narasinya terasa lebih puitis dan berat. Misalnya, 'Rumah itu dibangun oleh leluhurnya dengan susah payah' atau 'Kisah itu diceritakan kembali oleh orang-orang tua'. Rasanya seperti ditarik masuk ke dalam dunia ceritanya yang magis-realistis.

Tapi menariknya, justru karena pilihan pasif ini, tulisannya jadi punya ritme khusus. Aku sendiri suka karena efeknya bikin atmosfer cerita lebih mistis, kayak dongeng yang dituturkan turun-temurun. Tapi ada juga temenku yang bilang ini bikin bacaan jadi agak 'berat' di beberapa bagian. Menurutku, ini salah satu ciri khas Eka yang bikin karyanya nggak bisa disamain sama penulis lain.

Bagaimana cara membuat 5 kalimat pasif dalam cerita pendek?

3 Answers2026-06-27 00:37:21
Membangun kalimat pasif dalam cerita pendek itu seperti menyusun puzzle—harus pas di konteks dan enak dibaca. Misalnya, 'Kota itu dihancurkan oleh badai semalam' langsung memberi kesan dramatis tanpa menyebut pelaku utama. Atau 'Surat cinta itu disembunyikan di bawah bantal selama bertahun-tahun' yang bikin penasaran siapa yang menyembunyikan. Kalimat seperti 'Rumah kayu tua itu akhirnya dijual setelah sepuluh tahun kosong' bisa jadi pembuka cerita yang misterius. Kuncinya adalah memilih kata kerja yang evocative dan subjek yang menarik—contoh lain: 'Kue ulang tahun itu dimakan diam-diam sebelum tengah malam' atau 'Lukisan dinding itu dicoret-coret oleh tangan tak dikenal'.

Cerita pendek sering mengandalkan kalimat pasif untuk membangun suasana atau misteri. Bandingkan 'Dia dipukul dari belakang' dengan 'Pukulan dari belakang menghantamnya'—versi pasif lebih kuat karena fokus pada korban. Tip dari pengalaman: gunakan kalimat pasif untuk hal-hal yang terjadi di latar belakang ('Radio tua itu selalu dinyalakan jam 6 sore') atau ketika pelaku sengaja disembunyikan ('Uang di laci diambil tanpa jejak'). Jangan berlebihan, tapi 3-5 kalimat pasif yang strategis bisa bikin cerita lebih berdimensi.

Mengapa 5 kalimat pasif penting dalam penulisan cerita?

3 Answers2026-06-27 12:09:07
Ada momen di mana cerita butuh napas sejenak, jeda yang membuat pembaca bisa menikmati atmosfer tanpa terburu-buru. Kalimat pasif sering jadi alat ampuh untuk menciptakan efek itu—misalnya dalam adegan flashback atau ketika karakter sedang merenung. Bayangkan suasana hujan dalam 'Norwegian Wood' karya Murakami; narasinya mengalir pelan lewat struktur pasif, seolah waktu berhenti. Teknik ini juga berguna untuk menyembunyikan pelaku aksi, menambah misteri atau ketegangan. Terakhir, pasif bisa menjadi penanda perubahan tone, beralih dari tempo cepat ke lambat seperti rem setelah adegan action.

Tapi jangan berlebihan. Penggunaan pasif yang bijaksana justru membuatnya terasa special, seperti bumbu rahasia dalam masakan. Aku sendiri suka memakainya untuk deskripsi setting atau internal monolog yang dalam. Contohnya, kalimat 'Pintu itu dibiarkan terbuka' terasa lebih haunting daripada 'Dia membiarkan pintu terbuka'—nuansa kesendiriannya lebih kental. Intinya, pasif itu seperti kuas cat air di tangan penulis: subtle tapi powerful.

Di mana bisa menemukan 5 kalimat pasif dalam film Indonesia?

3 Answers2026-06-27 05:29:59
Kalau mau cari contoh kalimat pasif dalam film Indonesia, coba deh tonton 'Laskar Pelangi'. Adegan-adegan dialog di sekolah sering pakai struktur pasif buat nuansa lebih formal atau puitis. Misalnya, 'Buku ini harus dibaca oleh semua murid' atau 'Papan tulis itu sudah dipakai Bu Mus sejak pagi'. Film ini kan banyak adegan edukasi, jadi natural kalau bahasanya lebih terstruktur. Coba juga adegan ketika Pak Harfan ngomong ke siswa, biasanya ada unsur pasif kayak 'Kalian harus diajarkan tentang kejujuran'.

Di film 'Ada Apa dengan Cinta?' juga banyak kalimat pasif yang natural dalam percakapan remaja. Contohnya, 'Surat itu udah dikirim ke aku kemarin' atau 'Aku nggak mau dibohongi lagi'. Dialog-dialognya ringan tapi tetep gramatikal baku. Film Indonesia tahun 2000-an kayaknya emang suka selipin kalimat pasif tanpa bikin dialog jadi kaku.

Apa contoh 5 kalimat pasif dalam novel populer Indonesia?

3 Answers2026-06-27 01:00:05
Membaca karya-karya populer Indonesia seringkali membuka wawasan tentang gaya bahasa yang unik, termasuk penggunaan kalimat pasif yang halus. Salah satu contoh menarik dari 'Laskar Pelangi' adalah 'Rumah itu telah ditinggalkan oleh keluarga itu sejak tahun lalu,' yang memberi nuansa melankolis tanpa menyalahkan subjek secara langsung. Di 'Pulang', Leila S. Chudori menulis 'Surat-surat itu dibakar olehnya dalam diam,' menggambarkan aksi destruktif dengan intensitas emosional yang tinggi. Novel 'Perahu Kertas' juga punya kalimat seperti 'Kotak itu diberikan padaku tanpa sepatah kata pun,' yang membuat pembaca penasaran tentang kisah di baliknya. Terakhir, 'Saman' karya Ayu Utami memuat kalimat 'Pintu itu dibuka oleh angin malam,' menciptakan atmosfer magis dengan personifikasi alam.

Kalimat-kalimat ini dipilih karena mereka tidak sekadar memenuhi struktur pasif, tapi juga membangun mood cerita. Aku selalu terkesan bagaimana penulis Indonesia menggunakan konstruksi pasif untuk menyampaikan kelembutan atau ketidakberdayaan karakter. Misalnya, 'Mimpi itu dihancurkan oleh kenyataan' dari 'Ronggeng Dukuh Paruk' terasa lebih puitis daripada versi aktifnya.

Apa perbedaan 5 kalimat pasif dan aktif dalam buku cerita?

3 Answers2026-06-27 05:37:51
Membaca buku cerita selalu membuka wawasan baru tentang bagaimana penulis menyampaikan cerita, terutama dalam penggunaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif biasanya lebih langsung dan dinamis, seperti 'Raja memimpin pasukannya dengan gagah berani,' di mana subjek (Raja) melakukan tindakan secara jelas. Sementara kalimat pasif, misalnya 'Pasukannya dipimpin oleh raja dengan gagah berani,' lebih menekankan objek atau hasil tindakan. Perbedaan ini bisa memengaruhi tempo cerita—kalimat aktif cocok untuk adegan cepat, sedangkan pasif memberi nuansa reflektif atau formal.

Dalam 'Harry Potter,' Rowling sering menggunakan aktif untuk adegan aksi, seperti 'Harry mengejar snitch,' yang membuat pembaca merasakan ketegangan. Tapi di adegan flashback, pasif seperti 'Snitch itu akhirnya ditangkap oleh Harry' memberi kesan nostalgia. Penulis berpengalaman tahu kapan harus beralih antara keduanya untuk menciptakan ritme yang pas.

Bagaimana mengubah kalimat aktif menjadi pasif dengan mudah?

4 Answers2026-06-01 00:27:50
Pernah ngebayangin gimana caranya bikin kalimat pasif tanpa bikin kepala pusing? Aku dulu sering bingung, tapi ternyata triknya simpel banget. Pertama, cari dulu siapa pelaku dan objek dalam kalimat aktif. Misal, 'Ani memetik bunga' – Ani subjek, bunga objek. Nah, buat pasifnya, objek jadi subjek: 'Bunga dipetik Ani'. Kata kerja diubah pake awalan 'di-' atau 'ter-' tergantung konteks.

Yang keren, struktur ini bisa dipake buat bikin tulisan lebih variatif. Kadang kalimat pasif justru bikin aliran cerita lebih natural, apalagi kalo mau fokusin perhatian pembaca ke objek daripada pelakunya. Cuma perlu diingat, jangan kebanyakan pake kalimat pasif biar nggak monoton. Aku sendiri suka campur antara aktif-pasif biar ritme tulisan lebih enak dibaca.

Apa perbedaan kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia?

4 Answers2026-06-01 05:40:30
Baru kemarin aku lagi diskusi seru sama temen tentang struktur kalimat nih. Jadi gini, kalimat aktif itu subjeknya beraksi langsung, kayak 'Aku makan nasi goreng'. Si 'aku' di sini jelas ngelakuin aksi makannya. Sedangkan pasif dibalik, subjeknya malah dikenain aksi, contohnya 'Nasi goreng dimakan aku'. Bedanya nggak cuma urutan kata aja lho, tapi juga nuansanya. Aktif terasa lebih langsung dan energik, sementara pasif sering dipake buat ngehalusin pernyataan atau fokusin perhatian ke objeknya.

Yang lucu itu waktu ngobrolin novel-novel terjemahan. Kadang terjemahan Inggris ke Indonesia suka kaku karena translator maksa pake struktur pasif terus. Padahal dalam percakapan sehari-hari, naturalnya kita lebih banyak pake aktif. Misal di dialog 'The door was opened by me' lebih enak diterjemahin 'Aku buka pintunya' daripada 'Pintu dibuka oleh aku' yang kedengeran kaku banget.

Manakah yang lebih efektif: kalimat aktif atau pasif?

4 Answers2026-06-01 06:04:20
Ada sesuatu yang menarik ketika kita mulai membandingkan gaya penulisan aktif dan pasif. Sebagai seseorang yang sering menulis ulasan film, aku merasa kalimat aktif jauh lebih mudah 'menyentuh' pembaca. Misalnya, 'Sang sutradara menghancurkan ekspektasi penonton di adegan ketiga' terasa lebih personal dan dinamis daripada 'Ekspektasi penonton dihancurkan oleh sutradara...'.

Tapi bukan berarti pasif selalu buruk. Dalam konteks tertentu, seperti laporan akademis atau berita formal, kalimat pasif justru memberi kesan objektif. Aku sering memilih pasif saat ingin menonjolkan hasil suatu peristiwa, bukan pelakunya. Intinya, efektivitas tergantung pada tujuan dan audiens—aktif untuk keterlibatan emosional, pasif untuk penyampaian fakta tanpa bias.

Related Searches

Popular Searches
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status