Acil #dalang Pelo

Dalang Dibalik Kematian Kakakku
Dalang Dibalik Kematian Kakakku
Alina terpaksa harus menyamar sebagai sekretaris di perusahaan Yuda Prasetya, mantan suami kakaknya, untuk mengetahui alasan di balik meninggalnya sang kakak. Sebab, seminggu setelah meninggalnya Aira, segala akses tentang kakaknya itu begitu cepat terputus dan menghilang. Apalagi Aira dikabarkan meninggal karena terjatuh dari kamar mandi. Tentu saja Alina tidak percaya begitu saja, sehingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam keluarga Yuda Prasetya. Di tengah penyamarannya itu, Alina harus berperang dengan perasaan yang rumit, karena banyak sekali kebohongan yang terungkap. Termasuk tentang keberadaan Dani, keponakannya yang ikut menghilang di hari kematian Aira.
No hay suficientes calificaciones
56 Capítulos
Terjebak CEO Panas - Trapped by Hot CEO (Sexy Husband)
Terjebak CEO Panas - Trapped by Hot CEO (Sexy Husband)
Jenna Anaya, diminta menggantikan tempat sang kakak kembar, Liora untuk menikah dengan Jerome Lim. Sang kekasih yang begitu memanjakan sekaligus bisa berbuat kejam jika mengetahui Liora telah berselingkuh hingga mengandung anak pria lain. Demi menyelamatkan nyawa kakaknya, Jenna pun bersedia menggantikan tempat Liora. Namun, di balik pergantian tempat tersebut, ternyata Jerome Lim lah dalang dari semuanya. Jerome sejak awal sudah mengetahui siapa Jenna sebenarnya, dan sengaja memerangkapnya dalam pernikahan mereka. Kenapa Jerome mengetahui Jenna padahal tak sekalipun mereka pernah bertemu? Dan apakah Jenna akan berhasil membebaskan diri dari keberengsekan dan kelicikan Jerome? Ataukah semua sudah begitu terlambat bagi Jenna sejak ia menggantikan tempat Liora?
9.7
88 Capítulos
Pewaris Tunggal
Pewaris Tunggal
Dia bukan anak kandungku, wajahnya saja berbeda...Brandon pun terhenyak, tak pernah sekalipun dalam mimpi kalau Bahar yang selama ini ia anggap ayahnya bukan bapak kandungnya! Pencarian pun Brandon lakukan, tak dia duga ayah aslinya bukan orang sembarangan dan selama bertahun-tahun mencarinya. Tapi dendam keluarga membuat hidup Brandon penuh dengan bahaya, harta warisan yang dia terima mengubah hidupnya. Bukannya hidup enak, tapi justru berhadapan dengan pembunuh-pembunuh bayaran yang kejam dan Brandon pun hanya punya dua pilihan, membunuh atau di bunuh. Brandon tak tinggal diam, diapun rela melepas harta warisan triliunan, untuk mencari siapa dalang pembunuh ayah kandung dan berambisi merebut harta milik ayahnya. Brandon rela menjadi Ketua Geng/Preman yang kerjanya menggunakan otot dan kekerasan, di mana nyawa bak tiada harganya. Karena senjata dan kepalan tanganlah yang bicara dan menjadi menu sehar-hari di dunia hitam ini. Brandon juga harus berhadapan dengan kisah asmaranya yang pelik. Cinta satu malamnya dengan seorang sekretaris CEO nya di kantor tak pernah Brandon duga berbuah. Petualangan nya dengan beberapa wanita membuat si Sekretaris itu menolak terbuka dinikahi Brandon. Apalagi Brandon di kelilingi musuh-musuh yang kejam dan selalu mengincar nyawanya. Brandon sudah melangkah terlalu jauh, dia tak mungkin mundur.
9.9
993 Capítulos
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
“Ilmu Tujuh Gerbang Dewa!” Dunia persilatan digegerkan dengan kemunculan pemuda yang mewarisi kesaktian legendaris tingkat tertinggi dunia persilatan. Namun bukan dimiliki seorang tokoh aliran putih, namun bersama seorang pemuda yang membantai atas nama dendam keluarganya yang telah dihabisi. Sebuah skandal yang melibatkan sebagian besar tokoh-tokoh aliran putih. Sepak terjangnya membuatnya digelari sebagai Pendekar Bayangan Maut, dan orang-orang dunia persilatan menganggapnya sebagai momok menakutkan dan beraliran sesat. Sampai akhirnya ia menemukan kenyataan bahwa tokoh-tokoh aliran putih itu hanya di jebak, oleh ambisi seseorang yang ingin menguasai dunia persilatan. Apakah sang Bayangan Maut dengan Ilmu Tujuh Gerbang Dewanya akan tetap menjadi seorang pembantai? Atau ia akan menjadi pahlawan bagi dunia persilatan yang sedang menghadapi bencana besar oleh sang dalang kejahatan.
9.6
174 Capítulos
Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
Demi biaya pengobatan sang ibu, Helena bersedia memberikan rahimnya untuk mengandung anak Alexander dan sang istri. Namun sebelum persalinan, istri Alexander justru meninggal dunia. Entah mengapa, semua orang menuduh Helena sebagai dalang insiden tersebut dan ingin memenjarakannya. Lantas, bagaimana nasib Helena selanjutnya...? Terlebih, Alexander memutuskan sesuatu yang di luar pikiran Helena sama sekali.....
9.7
354 Capítulos
Dikira Sopir Melarat, Ternyata Konglomerat
Dikira Sopir Melarat, Ternyata Konglomerat
Karena miskin dan hanya seorang sopir, Arga dijebak sang bos untuk menikahi Maria, adik perempuannya yang "katanya" memiliki masalah mental. Bosnya itu juga diam-diam berencana mengambil anak Arga dan sang adik nantinya, lalu menendang pria itu bila semua telah berhasil. Tapi, siapa sangka Arga sebenarnya pewaris Keluarga Dewantara--konglomerat nomor 1 di Ibukota--yang hilang 26 tahun silam? Saat kekuasaan Arga yang terbongkar, satu per satu orang yang meremehkan Arga saat dirinya masih sopir, mulai berlutut! Tak hanya itu ... dalang penculikannya pun meminta untuk dikirim ke Neraka dibanding menghadapi Arga Dewantara!
9.6
294 Capítulos

Siapa Dalang Terkenal Yang Membawakan Cerita Wayang Sadewa?

2 Respuestas2025-09-17 18:27:57

Menggali dunia wayang sadewa itu seperti membuka kotak harta karun yang penuh dengan kisah, karakter, dan keajaiban yang sudah ada sejak lama. Salah satu dalang yang sangat terkenal dan menjadi pionir dalam membawakan cerita wayang sadewa adalah Ki Nartosabdo. Dia bukan hanya seorang dalang, tapi juga seorang seniman yang memahami betul setiap nuansa dalam cerita dan karakter yang ia mainkan. Dengan gaya dan keahliannya, dia mampu menghidupkan tokoh-tokoh dalam 'Ramayana' dan 'Mahabharata', menjadikannya lebih relevan dan menarik bagi penontonnya.

Dalam pertunjukan wayangnya, Ki Nartosabdo sering menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern, sehingga menarik bagi generasi muda tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya yang ada. Misalnya, dia menggunakan komedi dan dramatisasi yang memikat saat membawakan dialog antara karakter seperti Arjuna dan Bima. Hal ini tidak hanya membuat cerita menjadi lebih hidup, tetapi juga mendorong penonton untuk lebih memahami makna mendalam di balik kisah-kisah tersebut.

Sementara itu, Ki Nartosabdo juga dikenal karena dedikasinya untuk melestarikan budaya wayang di Indonesia. Dia menggelar banyak pertunjukan di berbagai daerah, bahkan sering melibatkan orang-orang muda untuk terlibat dalam seni pertunjukan ini. Ini semacam kolaborasi yang saling menguntungkan, di mana generasi yang lebih muda belajar dari tradisi yang sudah ada, dan di sisi lain, membawa ide-ide segar untuk memperkaya pertunjukan. Dengan begitu, cara kisah wayang sadewa diceritakan pun terus berkembang, mengikuti alur zaman dan keinginan penonton.

Siapa Dalang Terkenal Yang Menghidupkan Cerita Wayang Di Indonesia?

3 Respuestas2025-09-25 18:46:55

Ketika berbicara tentang wayang, satu nama yang pasti melesat di benak banyak orang adalah Ki Nartosabdo. Beliau adalah salah satu dalang terkenal yang tidak hanya menghidupkan cerita, tetapi juga mampu menjadikan setiap pertunjukan wayang sebagai pengalaman yang mendalam dan mengesankan. Seperti banyak tokoh dalam seni pertunjukan, Ki Nartosabdo membawa elemen ketokohan dan keunikan dalam setiap pagelarannya. Suara, ekspresi, dan gerakannya membuat penonton terbawa suasana, seolah-olah mereka benar-benar berada di dalam cerita itu sendiri. Hal yang menarik, beliau sering menggabungkan unsur modern dan tradisional dalam pertunjukannya, membuat wayang semakin relevan dengan generasi muda.

Apabila melihat kembali sepanjang kariernya, Ki Nartosabdo bukan hanya bertanggung jawab dalam memerankan tokoh-tokoh wayang. Beliau juga berkontribusi untuk pendidikan budaya, mengajarkan banyak orang tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerita-cerita wayang. Dalam alam wayang, kita menemukan lebih dari sekadar hiburan; ada pelajaran moral dan panduan hidup yang bisa dipetik. Menyaksikan pertunjukan wayang yang disuguhkan oleh Ki Nartosabdo benar-benar seperti menyaksikan sebuah pertunjukan magis yang memadukan cerita, seni, dan filosofi hidup, dan itu adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Dengan perjalanan karier yang panjang dan beragam, Ki Nartosabdo layak diacungi jempol. Beliau adalah pengingat bahwa tradisi tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga boleh dan bisa berevolusi, sehingga tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Siapa Dalang Terkenal Yang Sering Memainkan Wayang Drupadi?

2 Respuestas2025-10-30 14:50:30

Suara rebab yang menghanyutkan itu langsung mengembalikan ingatanku pada penampilan Ki Manteb Sudharsono.

Aku pernah menonton rekaman panjangnya sampai malam dan selalu terkesima saat dia memasuki adegan Drupadi. Bukan cuma karena tokohnya penting dalam kisah Mahabharata, tapi karena cara Ki Manteb membawakan Drupadi: suaranya bisa berubah halus, penuh perasaan, lalu meledak dengan kemarahan yang menyayat. Teknik vokal dan ritme bercerita yang dia pakai membuat Drupadi terasa hidup — bukan sekadar boneka kulit yang digerakkan, melainkan manusia dengan luka, kehormatan, dan martabat. Dalam panggungnya, momen-momen ketika Drupadi menuntut keadilan selalu terasa klimaks emosional yang membuat penonton ikut menahan napas.

Sebagai penikmat yang tumbuh dengan kaset dan DVD wayang, aku bisa bilang Ki Manteb punya kemampuan langka: menggabungkan keahlian tradisional dengan bahasa panggung yang modern sehingga lebih mudah ditangkap berbagai kalangan. Adegan Drupadi di tangannya sering ditata ulang sedikit, ada penekanan dialog yang membuat pesan moralnya nyantol ke penonton muda tanpa mengorbankan kesakralan. Itu pula yang membuat nama Ki Manteb selalu muncul kalau orang berbicara soal dalang yang ahli memerankan Drupadi — banyak dokumentasi dan potongan pertunjukannya beredar yang memperlihatkan betapa intensnya ia memainkan karakter itu.

Aku masih teringat betapa sunyinya ruangan ketika Drupadi menangis dalam salah satu rekaman lama; penonton hampir tak bersuara karena semua fokus pada ekspresi dalang. Kematian Ki Manteb beberapa tahun lalu terasa seperti hilangnya salah satu penjaga cara dramatik memainkan tokoh-tokoh perempuan besar dalam wayang. Namun warisannya tetap hidup lewat murid-murid dan rekaman-rekaman itu, dan tiap kali aku memutar ulang adegan Drupadi, aku selalu menemukan detail baru: cara tangan dalang menekankan kata, jeda yang dipilih, hingga intonasi kecil yang mengubah makna.

Intinya, kalau ditanya siapa dalang terkenal yang sering memainkan Drupadi, bagiku jawabannya jelas: Ki Manteb Sudharsono — bukan hanya karena sering memerankannya, tetapi karena kualitas bercerita dan kedalaman emosional yang dia bawa ke panggung. Melihat penampilannya mengajarkanku betapa kuatnya wayang sebagai media untuk menyampaikan kemanusiaan, dan itu tetap membuatku penasaran setiap kali kembali menonton potongan adegannya.

Siapa Dalang Terkenal Yang Ahli Menampilkan Nakula Sadewa Wayang?

4 Respuestas2025-10-06 08:21:36

Bicara soal dalang yang piawai memerankan Nakula dan Sadewa, namanya selalu membuat bulu kuduk merinding: Ki Manteb Sudarsono. Aku ingat pertama kali melihat cuplikan pagelaran beliau di televisi — cara suaranya berubah halus ketika memerankan Nakula yang tenang, lalu beralih lincah dan jenaka saat Sadewa muncul, itu benar-benar level lain.

Gaya Ki Manteb itu khas: perpaduan antara ketepatan ritme, pewayangan klasik yang kuat, dan improvisasi modern yang tetap menghormati naskah. Dari penguasaan dalang terhadap nada, gestur, serta seloroh yang pas, ia mampu membedakan karakter dua saudara kembar itu tanpa membuat penonton bingung. Aku suka bagaimana ia memberi ruang bagi dialog-sonok dan juga adegan emosional—Nakula yang berwibawa, Sadewa yang lebih jenaka; keduanya terasa hidup.

Kalau kamu pernah nonton ulang-klip beliau, perhatikan bagaimana ia memainkan lakon Pandawa dengan detail kecil: intonasi sekilas, jeda dramatis, atau penekanan pada kata tertentu. Bagiku itu contoh sempurna bagaimana seorang dalang profesional membuat tokoh wayang terasa nyata dan berkesan, bukan sekadar suara di balik layar.

Siapa Dalang Terkenal Yang Menceritakan Wayang Dongeng Saat Festival?

3 Respuestas2025-10-27 20:29:37

Aku selalu merasa bulu kuduk kebayang tiap kali ingat dalang-dalang besar yang suka tampil di festival; mereka bukan sekadar pementas, melainkan penjaga cerita yang bikin suasana hidup.

Di antara nama-nama yang sering disebut oleh penonton adalah Ki Manteb Soedharsono — sosok yang kerap diasosiasikan dengan wayang kulit dalam skala besar. Gayanya dramatis, vokalnya tegas, dan kemampuan mengolah lakon membuat cerita-cerita lama terasa segar, bahkan di tengah hiruk-pikuk festival. Pernah aku menonton malam penuh, lampu panggung redup, dan suaranya menyelimuti kerumunan sampai semua ikut terhanyut. Selain Ki Manteb, ada juga Ki Asep Sunandar Sunarya yang lebih melekat dengan wayang golek; dia punya sentuhan humor Sunda dan interaksi dengan penonton yang ramah, jadi festival terasa lebih hangat dan personal.

Kalau kamu datang ke festival wayang, biasanya kamu bakal mendengar nama-nama klasik lain seperti Ki Narto Sabdo atau Ki Anom Suroto — masing-masing punya ciri khas dan cara membawakan dongeng yang berbeda. Bagiku, yang membuat festival seru bukan cuma lakonnya, tapi bagaimana dalang itu menghubungkan cerita tradisional dengan momen sekarang; itu terasa seperti percakapan panjang antara generasi. Aku pulang selalu bawa pulang bukan cuma kenangan, tapi juga rasa kagum sama cara mereka merawat tradisi lewat panggung yang ramai.

Siapa Dalang Terbaik Yang Sering Mementaskan Wayang Dewi Kunti?

2 Respuestas2025-10-28 00:12:58

Ada satu dalang yang selalu bikin bulu kuduk merinding tiap kali ia menirukan suara Dewi Kunti: bagiku itu Ki Manteb Soedharsono. Aku masih ingat suasana panggung waktu melihat videonya—lampu temaram, gamelan menyisip, lalu vokal dalang yang berubah jadi lirih, penuh penyesalan ketika menyuarakan monolog Kunti tentang ibu dan pengorbanan. Gaya Ki Manteb terasa modern tapi tetap malu-malu pada tradisi; dia pintar menyeimbangkan gerak tangan yang halus dengan ekspresi vokal yang dramatis, sehingga tokoh Kunti nggak sekadar boneka di balik layar, melainkan sosok hidup yang kita bisa rasakan hatinya.

Dari sudut pandang penikmat, yang bikin Ki Manteb unggul adalah kemampuannya membangun suasana emosional yang intens tanpa kehilangan ritme cerita. Dia sering memanjangkan bagian-bagian suluk atau dialog batin, memberi ruang bagi sinden dan gamelan untuk menjiwai adegan, jadi penonton bisa larut bukan hanya mendengar, tapi merasakan setiap patah kata Kunti. Selain itu, dia nggak takut bereksperimen—adaptasi musik, pengaturan tempo, dan integrasi elemen visual modern—tapi selalu terasa hormat pada akar wayang itu sendiri.

Kalau kusebut ‘‘terbaik’’, itu subjektif pasti, tapi menurutku untuk representasi Dewi Kunti yang penuh nuansa, yang mampu menghadirkan kerapuhan sekaligus kewibawaan ibu, Ki Manteb sering kali jadi pilihan paling mengena. Di antara tawa dan jenaka para ksatria, adegan Kunti yang dibawakan olehnya selalu bikin ruang acara mendadak sunyi penuh haru. Aku senang kalau ada pagelaran yang menampilkan sisi emosional Mahabharata seperti ini; rasanya wayang bukan cuma tontonan, tapi pengalaman batin—dan Ki Manteb tahu caranya membuat pengalaman itu terjadi.

Siapa Dalang Terkenal Yang Mengangkat Cerita Pewayangan?

4 Respuestas2025-12-07 08:26:45

Ada banyak dalang legendaris yang menghidupkan dunia pewayangan dengan caranya masing-masing. Ki Nartosabdo adalah salah satu nama besar yang langsung terlintas—kreativitasnya dalam mengolah cerita dan menggubah musik pengiring wayang benar-benar revolutionary. Ia bukan sekadar menyampaikan lakon tradisional, tapi juga menciptakan banyak karya orisinal seperti 'Lahirnya Gatotkaca' yang melekat di ingatan penikmat wayang.

Selain itu, Ki Anom Suroto juga punya tempat istimewa. Gaya mendalangnya yang dinamis dan kemampuan improvisasinya bikin pertunjukan wayang jadi hidup. Aku pernah nonton langsung salah satu pagelarannya, dan aura panggungnya benar-benar hypnotic. Ia berhasil memadukan pakem tradisi dengan sentuhan modern tanpa kehilangan esensi wayang sebagai seni tutur.

Bagaimana Ending Cerita Acil Dan Dalang Pelo?

4 Respuestas2026-01-20 11:15:20

Membicarakan ending 'Acil dan Dalang Pelo' selalu bikin aku merinding. Cerita ini punya cara unik untuk menyentuh hati lewat dinamika dua karakter yang awalnya terlihat biasa saja. Acil, si anak kecil yang polos, akhirnya memahami bahwa Dalang Pelo bukan sekadar sosok misterius—melainkan representasi dari kenangan masa kecil yang terlupakan. Adegan terakhir di mana mereka berdua menghilang dalam kabut pagi sambil tertawa, meninggalkan wayang sebagai simbol perpisahan, benar-benar bikin mata berkaca-kaca.

Yang kusuka dari ending ini adalah pesannya tentang penerimaan. Acil awalnya takut pada Dalang Pelo, tapi justru menemukan kenyamanan dalam 'keanehan' itu. Ending terbuka ini memungkinkan penafsiran berbeda-beda: apakah mereka menyatu dengan alam, atau kembali ke dunia masing-masing? Aku lebih suka versi pertama—seperti dongeng tradisional Jawa yang penuh makna filosofis.

Siapa Dalang Terbaik Yang Menghidupkan Tokoh Tokoh Wayang?

3 Respuestas2025-10-30 13:11:21

Ada satu adegan yang selalu membuat bulu kudukku meremang: ketika gamelan berhenti seketika lalu dalang melontarkan sindiran halus lewat suara yang berubah total. Bagi aku, dalang terbaik bukan cuma soal teknik menggerakkan kulit dan kayu, melainkan kemampuan menghidupkan karakter sampai penonton ikut nangis atau ketawa.

Aku paling sering pulang dari pertunjukan dengan nama Ki Manteb Sudharsono di kepala. Gaya bicaranya lugas, kontrol napasnya rapi, dan ia piawai menyeimbangkan humor dengan filosofi. Cara ia memainkan lakon-lakon klasik berhasil membuat tokoh-tokoh seperti Arjuna, Semar, atau Kresna terasa punya emosi yang kompleks — tidak hanya stereotip wayang yang kita hafal sejak kecil. Di panggungnya, adegan yang biasanya datar bisa meledak jadi momen yang intimate dan penuh makna.

Selain itu, ada juga dalang seperti Ki Seno Nugroho yang memberiku pengalaman berbeda; ia sering mengeksplor musik, bahasa, dan improvisasi sehingga wayang terasa relevan buat generasi muda. Kalau ditanya siapa paling hebat, aku cenderung memilih mereka yang bisa menjaga keseimbangan: menghormati tradisi sekaligus mampu berbicara pada orang masa kini. Itu terbaru buatku — bukan soal siapa paling terkenal, melainkan siapa yang berhasil membuat tokoh-tokoh itu hidup di kepala dan hati penonton.

Dalang Mana Yang Menjabarkan Filosofi Gunungan Dalam Karya Wayang?

2 Respuestas2025-10-27 07:59:05

Di sebuah pagelaran wayang yang masih terngiang di kepalaku, dalang itu berhenti sejenak memegang gunungan dan mulai menjelaskan maknanya — itu momen yang bikin aku paham betapa pentingnya filosofi gunungan dalam setiap lakon. Gunungan bukan sekadar properti; bagi banyak dalang ia adalah peta kosmos yang dipakai untuk membingkai cerita, memberi penonton kunci baca tentang alam semesta, hidup-matian, serta etika sosial. Dalam tradisi Jawa—khususnya aliran Yogyakarta dan Surakarta—dalang menerjemahkan gunungan menjadi simbol: pangkalnya melambangkan alam bawah, bagian tengah dunia manusia, dan puncaknya dunia leluhur atau ketuhanan. Selain itu gunungan juga sering dipakai sebagai tanda awalan dan penutup, memberi napas ritmis pada pagelaran.

Kalau ditanya dalang mana yang sering menjabarkan filosofi gunungan secara gamblang, banyak nama muncul di kepala karena ini memang bagian dari tugas dalang: mendidik sekaligus menghibur. Namun, salah satu dalang yang kerap disebut-sebut karena kerap memaparkan simbolisme seperti ini secara jelas kepada penonton luas adalah Ki Manteb Sudharsono. Dia punya gaya bicara yang lugas namun puitis ketika menjelaskan unsur-unsur gunungan—bagaimana ornamen-ornamen kecilnya bisa menunjuk pada nilai-nilai moral, tata krama, hingga kritik sosial. Di pagelaran modern juga ada dalang-dalang lain yang menambahkan lapisan interpretasi kontemporer: menjadikan gunungan sebagai metafora ekologi, politik, atau kondisi kemanusiaan.

Yang menarik, tafsir gunungan tidak kaku; ia hidup bergantung pada konteks pagelaran, pesan dalang, dan penonton yang hadir. Jadi meski ada dalang terkenal yang sering mengupasnya, inti yang selalu kubawa pulang adalah: filosofi gunungan adalah milik kolektif tradisi wayang—dikembangkan dari generasi ke generasi, dibaca ulang, dan kadang diubah untuk bicara pada zaman sekarang. Buatku, tiap penjelasan dalang tentang gunungan selalu memberi nuansa baru pada cerita yang sama, dan itu yang membuat wayang terasa abadi dan terus relevan.

Búsquedas Relacionadas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status