Setiap pasangan, tentu menginginkan kebahagiaan. Namun, berbanding terbalik dengan Nur yang terus mengalami kegalauan dalam dirinya. Nur sangat kecewa kepada suaminya, Diki yang menikah lagi di perantauan sana. Itu sekaligus kabar yang amat menyakitkan untuk dirinya sehingga hidup Nur seperti Mendung di saban harinya.
Violet adalah gadis yang memiliki segalanya. Ketika dia tidak memikirkan pernikahan, ternyata dia menikah dengan seseorang yang dijodohkan oleh teman Mario. Lelaki sederhana yang diam-diam mencintai Violet. Tapi cinta memang perlu pengorbanan. Bagaimana Violet mempertahankan semangat hidupnya saat sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya hilang?
Disclaimer : INI HANYA IMAJINASI DARI PENULIS
TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEHIDUPAN NYATA
Kenya berniat mencari keberadaan Anita sahabatnya yang pergi meninggalkan rumah secara diam-diam dengan adiknya yang bernama Akila, karena rencana perceraian kedua orang tuanya yang membuat Mereka menjadi anak broken home. Dengan bantuan asisten di rumah Anita, Kenya mendapat petunjuk mengenai keberadaan Anita dan Akila. Pertemuan mengharukan itu bukan akhir dari segalanya. Masalah terus menderu saat gudang di rumah itu di buka. dan ada teka teki serta kejadian ganjil yang harus di hadapi dan teror terus Mereka dapatkan, berawal dari rumah itu!
Konon namanya rumah angker, ada penunggunya.
Apakah Mereka bertiga berhasil keluar dari rumah itu atau akan terjebak selamanya?
Suatu hari nanti,
ketika kita tak lagi bertemu
biarkan aku mengukir namamu
dalam derai-derai salju.
Suatu hari nanti,
bila kita tak lagi saling menatap
biarkan aku melukis wajahmu
dengan kanvas andalanku,
suatu hari nanti,
jika kita tak lagi saling menggenggam
biarkan aku membungkus rindu itu
dengan do'a-do'a khidmatku.
Dan bila suatu hari nanti,
jika kau telah menemukan mimpi-mimpimu,
ajarkan aku melepasmu
tanpa harus menangis pilu
Memiliki kekasih tampan, baik,perhatian, selalu ada membuat Josephine merasa senang.
Namun, perkataan orang-orang mengenai pacarnya terkadang membuat Josephine terkadang berpikir buruk.
Theo memang tidak pernah ambil pusing dengan omongan orang. Nanun, melihat keraguan Josephine selalu membuat Theo khawatir
Anakku pulang kampung dengan berpakaian lusuh, kulit kusam dan badan kurus. Ia mirip penampilan pembantu. Pemandangan yang mengiris hati, putriku yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, seperti teraniaya setelah menikah dengan lelaki dari keluarga berada.
Apa yang terjadi dengan putriku? Bahkan anaknya meninggal, aku tak diberi kabar. Tetapi sebagai ibu, diam menerima bukan solusinya.
Pertanyaan tentang nenek sihir Disney yang baik hati mengingatkanku pada diskusi seru di forum penggemar animasi bulan lalu. Kalau kita telusuri, karakter Disney kebanyakan memang antagonis—seperti Maleficent atau Evil Queen. Tapi ada beberapa yang punya nuansa lebih kompleks! Misalnya, Fairy Godmother di 'Cinderella'. Dia mungkin bukan nenek-nenek, tapi sosok penyihir tua yang jelas-jelas baik hati. Aku selalu terkesan dengan adegan transformasi labu jadi kereta—itu momen magis yang menunjukkan kemurahan hatinya.
Di 'Sleeping Beauty', tiga peri baik (Flora, Fauna, Merryweather) juga layak disebut. Mereka mungkin tidak memenuhi kriteria 'nenek', tapi energi kakek-neneknya kuat banget! Aku suka bagaimana mereka berdebat soal warna gaun atau cara merawat Aurora—sangat relatable seperti keluarga kita sendiri. Disney sepertinya sengaja menghindari stereotip nenek sihir sepenuhnya baik, mungkin agar konflik cerita lebih menarik. Tapi kita selalu bisa menganggap para peri itu sebagai nenek sihir versi 'lite'!
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana cerita bisa disusun, dan ini benar-benar terasa ketika kita membandingkan alur linear dengan non-linear. Alur linear seperti jalan lurus yang kita tempuh dari titik A ke B, dengan setiap peristiwa terjadi secara berurutan. Contohnya, 'Harry Potter'—kita mengikuti pertumbuhan Harry tahun demi tahun tanpa ada lompatan waktu yang membingungkan. Rasanya nyaman, seperti mendengar dongeng pengantar tidur yang sudah dikenal sejak kecil.
Di sisi lain, alur non-linear itu seperti puzzle. Cerita bisa dimulai di climax, lalu mundur ke masa lalu untuk mengungkap bagaimana karakter sampai di situ. 'Pulp Fiction' adalah contoh sempurna: adegan demi adegan acak tapi akhirnya membentuk gambaran utuh. Awalnya mungkin bikin pusing, tapi begitu semuanya terhubung, kepuasannya luar biasa. Ini cocok buat penonton yang suka tantangan dan tidak ingin disuapi narasi.
Ada beberapa tempat menarik di internet di mana kamu bisa menemukan 'The Ugly Duckling' versi lengkap tanpa harus merogoh kocek. Situs seperti Project Gutenberg menawarkan koleksi klasik dunia termasuk karya Hans Christian Andersen ini dalam format digital yang mudah diakses. Aku sering mencari bahan bacaan di sana karena antarmukanya user-friendly dan koleksinya terjamin legal.
Kalau lebih suka membaca sambil mendengar narasi, YouTube juga punya beberapa channel yang membacakan cerita ini dengan ilustrasi animasi sederhana. Coba cari versi dari channel seperti 'Fairy Tales and Stories for Kids'. Meskipun ditujukan untuk anak-anak, aku sendiri suka menikmati nostalgia mendengarkan dongeng klasik dengan pendekatan yang lebih visual.