LOGINAiza paham bahwa ia telah berbeda sejak dulu, orang tuanya pun telah mencoba menutupinya dan percaya Aiza telah sembuh. Namun sesuatu kembali terjadi padanya, ketika ia berada di usia 20 tahun. Dan kali ini, lelaki berperawak tegap dengan mata sedikit sayu itu tak dapat menghindarinya. Dunia ini kontradiksi baginya, jika ia mengatakan pada mereka, hanya segelintir orang yang akan paham. Bahwa mata coklat terang Aiza, sangat indah dan menawan. Tapi baik keluarga dan orang awam, akan menatap dirinya aneh dan berusaha menutupi semua itu. Hanya agar mereka merasa tenang sendirian. Hingga mungkin, hanya orang-orang spesial yang akan tetap berada di sampingnya. Hingga menyaksikan Aiza, melakukan hal melelahkan untuk hal di luar nalar mereka.
View MoreThe kiss is sloppy and wet and I'm so aroused.
“Caleb, stop” Tim says firmly as I mouth at the skin on his neck, rubbing my palm against the bulge in his jeans. “Caleb!” he hisses, grabbing both my wrists in one of his hands. “What?” i breathe heavily “Stop” he repeats again “Why? What’s wrong?” i run my eyes all over his face “What’s wrong?What's – Caleb we’re at church!” his whispers with a hint of urgency. Of course we’re in church, it’s bible study, like every other thursday night, but that has never stopped us in the past. I stare at him, trying to figure out why this is a problem now and I come up with a gigantic nothing. “I don't understand, why is this a problem?” I’m sure I look just as confused as I am. “Tim what’s going on?” I ask. He gives me a grim look which makes my arousal ebb. I adjust my clothes and straighten my shoulders. “Baby” he says quietly, running his hands along my arms. He exhales sharply through his nose, looking anywhere but at me, like a guilty dog. “Tim you’re fucking scaring me. Tell me, what’s wrong? I stare up at him trying to catch his eyes. “I don’t think we should keep doing this. I don’t think this can work” he says solemnly “Tiiiim! Is that what this is about?” I sigh in exasperation. “We discussed this already. I know I'm going away to college soon, but I really believe we can make it work" I say with a soft voice reaching for his hands so i can hold them in mine. “How are we going to do that?” he asks, giving me a berating look as though I'm a misbehaving child. I hate it when he looks at me like that, making me feel even smaller than my 5’6” frame. “We call each other, as much as possible, every night, we facetime, we visit all the time, and if that’s not possible, we send videos and photos —” “Christ! You’re such a child!” he snorts “I’m not a child” i scowl “Yes, you are! What on earth are you rambling about? What did you think this shit we’re doing would lead to? Marriage?!” he scoffs. I watch as a sneer forms on his lips and my heart hammers in my chest “I….. that’s not… I don’t know.” humiliation wraps hands of steel around my throat “Look” he sighs “I don't know what you think has been going on between us all this while, but I promise you, it wasn’t that serious. Did you think we were in love?” he chirps in mockery. “We were in love. We are in love” I say weakly, I can’t even hear myself over the unpleasant rushing noise in my ears. “Stop saying that, it’s not true!” he says, softly, coddling me. His eyes are dancing with amusement. “Are you laughing at me? Is this funny to you?” “Listen, think of this as a chance for you to go to college to live your best life without the guilt of somebody waiting at home for you” “Is it funny that you’ve been using me for years? I bet you won’t be amused when everybody knows you’ve been getting your rocks off with a minor” “You’re eighteen Caleb” he says dryly “I’ve been sucking your cock long before I turned eighteen” “Shut up, Caleb.” he says in a bored tone, like I didn't just threaten him. “Nobody will listen to you. Christ! Is this how needy you are? Trying to blackmail me into being your boyfriend” he says “boyfriend” with disgust written boldly all over his face “No… I’m not. Tim…. We can work this out. We can make it work.” I say with a placating tone. “Stop it Caleb” he turns away, his back now facing me. “I’m planning to propose to Ellie” The indifference in his tone is like a smack across my face. The way he downplays his betrayal like it’s nothing more than a trifle. I feel naivety and idiocy in tons, so much that my head swims with it. “What the fuck Tim?” he doesn’t look at me, there’s no sign that he hears me, and my heart can’t take it “Tim, you promised” he doesn’t budge and I hang on to desperate hope that it’s shame making him hide his face from me. With despair hot on my heels, I march around to face him and he gives me a look that says he thinks I'm the stupidest person alive. “And what would you have me do? Would you have me wait for you and then after you graduate we can get married and disappear into the sunset? What I would do to live in your world for a day. I'm sure it’s summer all the time and the rivers flow with chocolate” he says with a gentle tone, but the vibrant mockery in his eyes makes my cheeks heat with embarrassment. “I was hoping we could figure —” “Don’t say that caleb!” he snaps “You don’t even love her” I plead, each word a struggle to utter, past the lump rising at the back of my throat. “It doesn’t matter” “It does matter because you will never be happy but I can make you happy.” In misery, I attempt to bury myself in him, wrapping my arms around his middle. I feel his warm body go stiff. “I will make you happy if only you let me. I’ll make you happier than Ellie ever will. please.” I sound so fucking desperate because i am Swiftly, he pulls himself out of my hold, grabs my shoulder, and tries to shake some sense into me. “Stop being ridiculous Caleb!” he quips, his face flushing. “I’m sorry” I whisper, choking back a sob, as a rogue tear leaks onto my cheek. “Go to college, live your life, and try to be happy. If you have a single ounce of sense in your stupid head, don’t come back here. I’m going back to Bible study now—wait a while before you come in after me.” he says, giving me a look of disdain. I watch him in silent agony as he adjusts his clothes and stalks back inside the church—Like he’s not the cause of the searing, asphyxiating pain tearing through my chest—a wide gaping hole, clenching and unclenching. All kinds of disturbing notions run through my head. Like going in there and screaming at the highest point of my lungs that Tim likes boys, and he can’t marry Ellie, how I’m in love with him, and it’s their fault Tim is just too scared to love me back. Their watchful, judgmental eyes, their veiled hostility and backhanded love. But I can’t. I pull myself together instead. I pull myself together while my brain buzzes inside my skull. I try to stand but my legs are too weak, too fragile and unsteady. I stumble forward, my knees wobble like they know nothing of their use anymore, I try to steady myself holding onto the wall for support. My head swims with great intensity. In an instant the ground races up too fast and the air leaves my body as I land hard on my side. I don’t know how long I lie on my back and stare at the starry sky as it turns in a continuous circle.Tak ada yang tau bagaimana jalan cerita ini. Cerita hidupku, dan masa depanku. Maka dari itu aku butuh seseorang meyakinkan ku. Bahwa semua ini bisa kami jalani bersama. * * * Satu malam sebelum hari pernikahan tiba esok. Naya memilih duduk di kursi santai yang tepat menghadap kolam renang hotel. Tempat di mana acara pernikahan mereka akan dilaksanakan. Mungkin menakutkan ya memang, apa lagi pandangan mata Naya tidak sama seperti yang lainnya. Namun kali ini, dia merasa akan baik-baik saja. Salah satunya karena Aiza duduk di sampingnya. Malam itu langit bertabur bintang, cerah seperti yang mereka inginkan. Kedua kakak beradik ini akan terpisah jarak dan waktu. Tetapi bagi keduanya, tidak ada penyesalan yang harus mereka sesali. Sementara Nayanika menatap bintang, Aiza menunggu apa yang ingin adiknya itu sampaikan. Lelaki jangkung itu sedikit bingung. Untuk apa Naya memanggilnya tiba-tiba. Apa lagi di tempat sepert
Mungkin mata ku tidak akan bisa melihat mereka kembali.Tetapi, aku akan selalu menghormati keberadaan mereka.Mungkin tak dapat dilihat oleh mata, tetapi bisa di mengerti melalui Sang Pencipta.* * *Aku menelepon kakek dan menceritakan perihal mimpi itu. Tentang sosok yang kutemui, taman itu, dan dua gerbang dunia di sana yang berbeda. Air yang aku minum dan juga kulihat. Lalu kakek bilang aku sangat beruntung. Ada makna dalam mimpi tersebut, satu mengenai bagaimana caraku menggunakan kemampuan melihat makhluk itu. Kedua mengenai bagaimana selama ini aku membantu dengan kemampuan itu, dan yang ketiga adalah apa yang terjadi jika aku menggunakannya dengan tidak bijaksana. Juga, mengenai balasan apa yang akan diterima jika perbuatan kita baik atau buruk.Namun kakek mengingatkan bahwa, semua kembali pada cara ku memperlakukan kehidupan.Surya telah mengatakannya pada Enah dan Bapak. Aku mengantarkann
Aku tidak yakin. Tentang semua hal saat ini.* * *Setelah obrolan dengan Suryakanta, Nayanika duduk di gazebo halaman belakang di subuh hari. Ngeri betul kalau ada yang melihat gadis itu sendirian. Mereka pasti akan mengatakan ada penampakan kuntilanak. Walau sebenarnya memang ada sih di pohon besar sana. Di salah satu halaman tetanggangganya.Naya sudah kenal dengan sosok wanita itu. Tetapi berkat perlindungan kakek, dia tidak bisa masuk ke sini. Makanya sesekali Naya yang mengunjunginya. Hanya saja subuh ini mereka hanya saling menyapa lewat semilir angin."Aku gak mau canggum lagi di kantor, jadi. Malam ini aku mau ngomong sama kamu Nay!""Bentar. Ngomong apaan?""Tentang ucapan kakek atau Kak Aiza." Hening sejenak, "..walau tanpa restu mereka pun. Aku akan mengatakannya sama kamu Nay. Aku jatuh suka! Jauh sebelum ini. Saat kita masih di
Jika kakak tanyakan 'apa aku baik-baik saja?'Sebenarnya aku takut. Tetapi..Selama kalian bersama ku. Sesulit apapub itu, aku akan baik-baik saja.* * *Aku terkejut, tak berani menatap matanya ataupun melihat wajahnya. Kak Aiza mengatakan hal itu, seolah selama ini dia adalah beban untukku. Padahal, akulah yang menjadi bebannya selama ini.Sejak ia bisa melihat mereka. Sedetik pun, dia tak pernah absen mencemaskan keadaan ku. Bahkan di saat untuk pertama kalinya. Kami bisa berbagi cerita dan rahasia mengenai mereka. Kak Aiza harus bergelut dengan rasa takutnya sendiri.Benar. Aku tau Ka Aiza harus menutup indra ke enamnya karena ketakutan Enah. Bahkan ketika dia harus memilikinya kembali. Hal yang paling ia cemaskan adalah perasaan Enah. Bahkan aku juga yakin, saat ini kakak juga pasti memikirkan. 'Apa Enah akan mengetahui cerita ini. Sekali lagi?'.Aku tidak tau, bagaimana car
Hidup mu adalah rangkaian pilihan yang kau ambil.* * *Senja mulai turun tiga perempat bumi. Wira dan Aiza kembali ke kantor, merapikan tas mereka sebelum pulang. Beberapa guru masih di dalam merapikan tugas siswa, sementara yang lain menyapa mereka berdua.Si
Di kedalaman laut, sebuah misteri tentang dunia tak dapat kita prediksi.* * *Aiza dan Wira memesan dua gelas kopi hitam. Jam pulang sekolah telah usai, mereka berdua beristirahat sejenak, mumpung ini menuju malam Minggu kembali. Tapi kali ini Wira tak meminta A
Ombak yang indah,Matahari yang menyengat terik, sertaFajar dan Senja yang tak bisa bersatu.* * *Taklif menarik napas dalam, ini adalah momen yang baik untuknya menemukan kekasih hati. Cewe yang sudah menarik hatinya, sejak akhir semester lalu. Ketika
Berhenti mencari, berhentilah bertanya.Saat aku datang, kalian pasti berlari.* * *Semester baru, apa lagi yang akan di kerjakan oleh Genk 3 MATa_ selain kuliah? Tentu saja menikmati hidup.Hampir setiap semester, jurusan perkuliahan mereka mengad
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews