Buku ini juga dikenal dengan judul "The Rustling Autumn Breeze Knows My Heart". Untuk dapat menyelamatkan nyawa ibunya 5 tahun yang lalu, Sally Jacob pergi kepada seorang pria dan memutuskan untuk tak akan pernah melihat anaknya setelah proses persalinan. Lima tahun kemudian, seorang anak yang menggemaskan merengek-rengek meminta ciuman sayang, pelukan dan tidur dengannya. Sally Jacob memberikan apapun yang diminta anak laki-laki mungil ini dengan senang hati.
Judul sebelumnya: Sexy Romance
Ratu mendapatkan misi untuk menaklukkan hati seorang dokter berhati dingin. Selain sikap yang menyeramkan, wajah dokter itu pun tidak bisa dinikmati dengan perasaan senang. Usai sepakat hidup bersama sang dokter, Ratu mengetahui fakta bahwa pria itu adalah gay. Ia bertekad menyembuhkan kelainan sang dokter demi hadiah spesial yang menunggunya.
Warning 18+ Judul : My Sweet Young HusbandGenre : Romantis DewasaCerita Pertama dari ‘My Sweet Young Husband’Bijaklah dalam memilih bacaan, terdapat bacaan yang dapat membuat panas dingin sampai merinding disko.**********“Ayah yakin mau jodohin Naya sama anaknya om Sam?, dia itu masih kuliah kan yah. Masak iya Naya nikah sama berondong entar dikira punya simpanan brondong atau tante-tante penyuka berondong, kan gak lucu ayah.”~Kanaya Naratama“Papa bercanda ya mau jodohin Dinnar sama anaknya om Diga , dia itu udah lulus S2 dan usianya juga terpaut 5 tahun sama Dinnar pa, masak iya seorang Alfizam Dinnar Agustaf nikah sama tante-tante, entar dikira Dinnar simpanan tante-tante.”~Alfizam Dinnar Agustaf
"Aku ingin kau jadi koki di rumahku selama 30 hari."
Anna tersentak kaget. Entah dosa apa yang Anna lakukan di masa lalu, hingga dia harus terjebak dengan Dominic di musim dingin yang harusnya dihabiskan untuk berlibur! Akankah Anna bisa lari dari ancaman pria matang itu? Atau ... dia menyerah saja dengan semua gairah yang mendadak tercipta di antara keduanya di tengah musim dingin ini?
Jangan lupa untuk mampir ke spin-off novel ini, dengan judul "Dekapan Panas CEO Arrogant".
Baca keseruan kisah Harry dan pasangannya.
Arumi menemukan sebuah diary di gudang milik mertuanya. Awalnya, ia mengira jika itu adalah milik Hana, adik bungsunya. Namun siapa sangka, ketika ia membuka dan membacanya, ada sebuah puisi yang sepertinya ditulis oleh Haris, suaminya.
Senyum yang ia sunggingkan sejak awal membaca, tiba-tiba hilang saat matanya menangkap sebuah nama di bagian paling bawah. Memang benar Arumi, namun nama panjang dari nama itu, bukanlah miliknya.
Ada apa ini? Apakah Haris salah tulis namanya?
Akibat mulutnya yang kadang membawa musibah, Resta Damara terpaksa pindah ke divisi keuangan atas perintah Gyan Elvaro Jagland, direktur keuangan dingin dan galak yang disegani para karyawan Blue Jagland. Dan juga demi untuk terbebas dari tuntutan pria itu karena mulutnya sudah membuat Gyan tersinggung.
Dirinya yang tidak tahu seluk beluk keuangan itu habis kena omel karena terus melakukan kesalahan. Belum lagi dia harus sering lembur lantaran pekerjaannya tidak pernah beres tepat waktu.
Hidupnya makin berantakan sejak bertemu Gyan. Pria menyebalkan itu benar-benar tidak punya peri kemanusiaan. Namun, siapa sangka di tengah kerja kerasnya itu dia malah makin terjerumus masuk ke dalam kehidupan Gyan. Dan entah bagaimana dia kian terbelit ke dalam masalah pria itu.
______
Ini adalah rangkain Pesona Series. Seri Pertama dengan judul Pesona Teman Papa bisa dibaca marathon sampe tamat di Goodnovel ya, Gaes.
Membaca 'Kumpulan Cerita Detektif: Antologi Detectives ID' seperti menyelami samudera teka-teki yang masing-masing punya cita rasa unik. Dua cerita yang paling membekas di ingatan adalah 'Bayangan di Lorong Stasiun' dan 'Rahasia Si Topeng Merah'. Yang pertama memukau dengan atmosfer noir-nya yang kental—adegan perburuan pelaku di tengah kabut tebal dan gemuruh kereta api bikin merinding. Sedangkan 'Rahasia Si Topeng Merah' menawarkan twist psikologis tak terduga, di mana identitas detektif dan antagonis ternyata terikat hubungan rumit layaknya permainan catur.
Yang membuat keduanya istimewa adalah bagaimana penulis bermain dengan persepsi pembaca. Di 'Bayangan...', kita diajak menyusun bukti sepotong-sepotong seperti puzzle 3D, sementara 'Topeng Merah' justru membalikkan semua asumsi di babak final. Kalau suka cerita detektif yang menggabungkan elemen thriller dan human drama, dua ini wajib dicoba!
Metafora Sapardi selalu terasa seperti jendela kecil ke perasaan—cukup sederhana untuk terlihat mudah, tapi cukup dalam untuk menyimpan banyak rahasia.
Aku biasanya mulai dengan mendengarkan irama puisinya. Baris-baris pendek dan kata-katanya yang sederhana sering menyimpan pergeseran makna: satu kata bisa jadi gambaran alam, lalu jadi penanda rindu. Saat membaca 'Hujan Bulan Juni', jangan buru-buru mencari padanan logis; biarkan citra hujan, bulan, dan nama orang mengendap. Catat kata-kata yang berulang dan hubungan antarbaris, karena Sapardi suka membuat gema kecil yang berubah makna lewat konteks.
Setelah itu aku membayangkan situasi konkret: siapa yang bicara, siapa yang dirujuk, suasana waktu. Metafora bukan teka-teki yang harus dipecahkan secara satu-satu, melainkan jembatan rasa. Baca lagi sambil membayangkan adegan; baca keras; lalu biarkan kesan pertama tetap hidup. Seringkali makna metafora baru muncul setelah beberapa kali kembali ke bait itu, dan ketika itu terjadi rasanya hangat—seolah seseorang menepuk pundakmu pelan.
Ada momen ketika kita ingin tenggelam dalam kata-kata yang merangkul rindu, dan puisi sering menjadi pelabuhan yang tepat. Aku biasa menjelajahi platform seperti Wattpad atau Medium untuk menemukan kumpulan puisi romantis—banyak penulis amatir maupun profesional membagikan karyanya di sana. Beberapa akun Instagram khusus puisi, seperti @puisi.kita atau @kata.rindu, juga kerap memposting kutipan menyentuh yang bisa disimpan atau dibagikan.
Kalau mencari sesuatu yang lebih klasik, koleksi puisi Sapardi Djoko Damono seperti 'Hujan Bulan Juni' atau karya-karya Kahlil Gibran selalu layak dibaca ulang. Toko buku online seperti Gramedia Digital atau Google Books menyediakan versi elektroniknya dengan mudah. Kadang, forum diskusi sastra di Kaskus atau Reddit juga punya thread khusus rekomendasi puisi bertema kerinduan.
Di dunia puisi, ada beberapa penulis yang sangat terkenal dan karya mereka sering dianggap sebagai karya antologi yang luar biasa. Salah satunya adalah Rainer Maria Rilke, seorang penyair berkebangsaan Jerman yang karyanya penuh dengan kedalaman dan refleksi. Puisi-puisinya dalam 'Hymns to the Night' dan 'Duino Elegies' telah menginspirasi banyak pembaca dan penulis puisi di seluruh dunia. Rilke punya kemampuan untuk menyentuh tema-tema eksistensial yang dalam, dan seringkali menyampaikan emosi yang intens melalui kata-katanya.
Kemudian kita juga tidak bisa melewatkan Pablo Neruda, penyair asal Chili yang juga pemenang Hadiah Nobel dalam Sastra. Karya antologinya, seperti 'Twenty Love Poems and a Song of Despair', merupakan contoh klasik dimana kepiawaian Neruda dalam merangkai kata dapat membawa kita pada perjalanan emosi yang tak terlupakan. Dia memiliki gaya yang sangat melankolis namun romantis, dan puisi-puisinya sering merayakan cinta dan kehidupan dengan beragam nuansa.
Selain dua nama tersebut, sebuah nama penting lainnya dalam dunia puisi adalah Maya Angelou. Poet, penulis, dan aktivis asal Amerika ini dikenal luas karena karya-karya yang mengangkat tema perjuangan dan kebangkitan. Dalam buku antologienya, seperti 'And Still I Rise', Angelou mengungkapkan perasaannya dengan sangat kuat dan mempengaruhi banyak orang untuk berpegang pada harapan meskipun dihadapkan pada kesulitan hidup. Kemampuan Angelou untuk mengekspresikan ketahanan jiwa manusia benar-benar luar biasa.
Lalu ada juga T.S. Eliot, yang dikenal karena puisi-puisinya yang inovatif dan pemikiran yang menggugah. Karya-karyanya seperti 'The Waste Land' dan 'The Hollow Men' masih terus dipelajari dan diinterpretasikan dengan berbagai cara hingga saat ini. Pendekatan Eliot terhadap penggunaan bahasa dan struktur sangat unik dan bisa dibilang banyak mempengaruhi generasi penulis setelahnya.
Setiap penulis ini membawa sesuatu yang berbeda melalui puisi mereka. Membaca antologi puisi dari mereka tak hanya memanjakan indera, tapi juga bisa membuat kita merenungkan makna yang lebih dalam tentang kehidupan, cinta, dan eksistensi. Rasanya seperti berkenalan dengan sudut pandang yang berbeda-beda dan menyentuh hati kita dalam cara yang tidak terduga.
Pernahkah kamu mendengarkan lagu-lagu yang menembus batas waktu dan selalu berhasil menggetarkan perasaan? Salah satu di antara lagu-lagu itu adalah 'Esok Masih Ada' yang dinyanyikan dengan indah oleh Glenn Fredly. Suaranya yang merdu dan penuh emosi bisa membuat siapa pun terhanyut dalam liriknya yang positif dan penuh harapan. Generasi muda yang mungkin baru mengenal musik Glenn pasti langsung jatuh cinta pada nuansa romantis yang ada di setiap lagunya.
Lirik dari lagu ini mengisahkan tentang harapan dan keyakinan untuk menghadapi masa depan meskipun ada banyak tantangan. Dengan melodi yang catchy, lagu ini mampu menyentuh momen-momen intim dalam kehidupan kita. Sejak peluncurannya, banyak yang mendukung dan membagikan lagu ini di berbagai platform, menjadikannya evergreen di kalangan penggemarnya. Dalam perjalanan hidup, kita memang perlu sejenak mendengarkan lagu-lagu seperti ini, diarahkan ke pengingat bahwa selalu ada harapan di esok hari.
Membahas tentang penulis puisi 'Aku Ingin' menjadi momen yang menarik, pada banyak orang pasti sudah mendengar nama Sapardi Djoko Damono. Beliau adalah salah satu sastrawan terbesar Indonesia yang berhasil menyentuh hati banyak kalangan dengan karya-karyanya yang puitis dan mendalam. Dengan gaya tulis yang sederhana namun penuh makna, puisi ini menjadi salah satu andalan yang sering dibaca, baik di kalangan pelajar hingga pecinta puisi yang lebih dewasa. Sapardi sangat mahir dalam merangkai kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan yang terdalam, dan 'Aku Ingin' adalah contoh sempurna dari keahliannya tersebut.
Puisi 'Aku Ingin' juga menunjukkan kemampuannya untuk menciptakan keintiman dalam sebuah karya, di mana pembaca bisa merasa terhubung secara emosional. Setiap baitnya, kita seakan diajak untuk merasakan apa yang penulis rasakan. Karya-karya Sapardi selalu mengundang perenungan dan refleksi, menjadikan setiap pembaca terhipnotis. Karya-karyanya, termasuk puisi ini, tidak hanya cocok untuk dinikmati, tetapi juga sebagai bahan diskusi dalam berbagai kelas sastra.
Selain puisi ini, Sapardi memiliki banyak karya yang patut dicatat, seperti 'Hujan Bulan Juni', yang juga memperlihatkan gaya dan tema yang mirip. Melihat bagaimana seniman seperti beliau mampu mempersembahkan keindahan kata, kita bisa belajar banyak tentang kekuatan ekspresi dalam puisi dan sastra.
Ketika membahas lagu 'Ibu Aku Rindu', nama yang muncul di pikiran saya adalah Pashmina. Dia mampu menyampaikan emosinya dengan sangat kuat melalui lagu ini. Liriknya mencerminkan kerinduan yang mendalam dan rasa kasih sayang yang tulus untuk sosok ibu, sesuatu yang sangat relate bagi banyak orang. Saat saya pertama kali mendengar lagu ini, saya merasa terhubung dengan liriknya yang menyentuh hati. Setiap baitnya menggambarkan rasa rindu yang tak terungkap, dan itu membawa saya kembali ke momen-momen indah bersama ibu saya. Mungkin lagu ini jadi lebih spesial karena melodi yang lembut dan vokal Pashmina yang merdu, membuat pengalaman mendengarkan lagu ini seolah menjadi perjalanan emosional. Pemilihan instrumen juga sangat tepat, yang menambah nuansa nostalgia dan kehangatan. Ini benar-benar lagu yang tepat untuk momen refleksi saat merindukan orang-orang terkasih.
Menariknya, lagu ini juga menjadi pengingat bagi saya tentang pentingnya menghargai waktu bersama keluarga. Di dunia yang sibuk ini, kita sering kali lupa untuk mengungkapkan rasa sayang kita kepada ibu atau orang terdekat. Mungkin diawal mendengarkan lagu ini, kita bisa terpicu untuk lebih terbuka dan penuh perhatian terhadap orang tua kita. Tidak hanya Pashmina, banyak penyanyi lain yang juga menyentuh tema serupa, namun 'Ibu Aku Rindu' tetap memiliki tempat spesial di hati saya berkat liriknya yang sederhana namun mendalam.
Koleksi buku antologi puisi bisa jadi luar biasa menarik dan berarti banget, terutama jika kita melihat dari sudut pandang seorang penggemar sastra. Puisi adalah seni yang memberi kita kenyamanan sekaligus tantangan; setiap baitnya bisa mendorong kita merasakan berbagai emosi yang mendalam. Pertama-tama, koleksi ini biasanya menawarkan keragaman yang sangat kaya. Misalnya, antologi yang menggabungkan puisi dari berbagai penyair dengan latar belakang dan gaya yang berbeda. Bayangkan bisa mengunjungi dunia yang beragam emosional, dari sedih hingga ceria, dalam satu buku! Ini seperti mengadakan festival puisi dalam format yang praktis, di mana kita dapat merayakan setiap suara yang ada.
Selain itu, ada elemen nostalgia yang tak bisa diabaikan. Entah itu kenangan saat kita pertama kali membaca puisi tertentu yang langsung membuat kita tercengang, atau momen-momen spesial ketika kita membacakan puisi-puisi tersebut kepada orang-orang terkasih, buku antologi dapat membawa kita kembali ke pengalaman itu. Misalnya, koleksi puisi cinta dari tahun 90-an bisa membawa kita dalam perjalanan ke masa-masa romantis yang mungkin kita lewatkan. Dengan kata lain, buku-buku ini bukan hanya sekedar kertas dan tinta. Mereka adalah portal ke dalam perasaan dan kenangan yang selamanya dapat kita jaga.
Terakhir, ada aspek artistik dari antologi itu sendiri. Banyak antologi yang dirancang dengan indah, lengkap dengan ilustrasi atau penataan yang menarik. Nilai estetika ini bukan hanya menambah daya tarik visual tetapi juga membuat buku tersebut lebih indah saat ditampilkan di rak buku kita. Dengan banyaknya alasan ini, tak heran mengapa banyak orang, termasuk saya, merasa bahwa mengoleksi buku antologi puisi adalah suatu keharusan bagi setiap penikmat sastra.
Baru saja nemu info kalau Tina Yuzuki baru merilis novel berjudul 'Hana no Kage'! Aku selalu suka cara dia menulis dengan nuansa lembut tapi penuh makna. Ceritanya tentang seorang florist yang menemukan surat cinta tersembunyi di antara bunga-bunga, lalu memutuskan untuk mencari pemiliknya. Setting musim semi dan deskripsi bunga-bunga di sana bikin aku langsung jatuh cinta. Kalau suka tema slice of life dengan sentuhan misteri kecil, ini cocok banget. Aku baca sampe tamat dalam sehari karena alurnya bikin penasaran!
Setiap kali aku membaca puisi tentang hati dan perasaan, seperti menemukan jendela yang membuka ke dunia emosi yang tak terkatakan. Cinta, dalam banyak hal, adalah subjek yang paling mendalam dan kompleks, dan puisi berhasil menangkap nuansanya yang rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata biasa. Bayangkan sebuah bait yang menggambarkan detak jantung saat melihat seseorang yang kita cintai – bagaimana perasaan itu terbayang dalam bentuk kata-kata lembut seperti aliran sungai yang tenang, tapi juga bisa bergejolak sebagaimana ombak yang tak terduga. Dalam puisi, cinta menjadi sebuah dialog antara jiwa-jiwa, seolah-olah mengajak kita untuk merasakan setiap detil dari kerinduan, kebahagiaan, dan bahkan penderitaan yang bisa datang dari cinta yang dalam.
Puisi tidak hanya berbicara tentang cinta romantis. Terkadang, ia menjelajahi cinta yang lebih luas, seperti persahabatan, keluarga, dan semua hubungan yang berharga. Setiap baitnya seringkali terasa seperti cermin yang memantulkan perasaan kita sendiri – misalnya, bait-bait tentang kerinduan bisa mengingatkan kita pada orang yang kita cinta yang jauh. Kulit kita mungkin tidak bersentuhan, tetapi puisi dapat merangkul semua perasaan itu, membiarkan kita merasakannya kembali, seakan-akan menciptakan kembali momen-momen indah yang kita simpan dalam hati. Dan saat kita membaca, kita bisa melihat betapa indah, sekaligus rumitnya emosi-emosi yang saling bersilangan ini – cinta adalah segalanya, dan puisi adalah bahasanya.
Jadi, saat aku meresapi setiap kata, aku tidak hanya mendengar suara penyair, tetapi juga gejolak hatiku sendiri. Puisi menjadi spirit dalam cinta, dan setiap baris yang ditulis membawa kita lebih dekat dengan apa yang sebenarnya kita rasakan, mengajak kita untuk memahami cinta dalam semua dimensinya.