LOGINAkibat mulutnya yang kadang membawa musibah, Resta Damara terpaksa pindah ke divisi keuangan atas perintah Gyan Elvaro Jagland, direktur keuangan dingin dan galak yang disegani para karyawan Blue Jagland. Dan juga demi untuk terbebas dari tuntutan pria itu karena mulutnya sudah membuat Gyan tersinggung. Dirinya yang tidak tahu seluk beluk keuangan itu habis kena omel karena terus melakukan kesalahan. Belum lagi dia harus sering lembur lantaran pekerjaannya tidak pernah beres tepat waktu. Hidupnya makin berantakan sejak bertemu Gyan. Pria menyebalkan itu benar-benar tidak punya peri kemanusiaan. Namun, siapa sangka di tengah kerja kerasnya itu dia malah makin terjerumus masuk ke dalam kehidupan Gyan. Dan entah bagaimana dia kian terbelit ke dalam masalah pria itu. ______ Ini adalah rangkain Pesona Series. Seri Pertama dengan judul Pesona Teman Papa bisa dibaca marathon sampe tamat di Goodnovel ya, Gaes.
View MoreParis,France...
''The city of fashion And Love''
It was a big grand evening the biggest fashion show ''Paris Fashion Week''was going on.The crowded hall was jam-packed with fashion experts around the world
and cameras.
Tall slender models were representing the outfits by famous designers under the illuminating lights.
At last it was the turn for the young designer who was not one of them.A girl who kept her true identity secret from the world.
The host announced.
'' Alors, nous allons avec la collection exclusive du talentueux designer indien Tanya Singh ... et une jeune indienne va le présenter''
( so here we go with the exclusive collection by talented Indian designer Tanya Singh..and a young Indian lady is going to present it).
And....a beautiful brown skinned young diva stepped on the ramp.She has confident attitude on her face.The lights focused on her.Eye blinding camera flashes to capture the beauty of the night to adore the cover page of the magazines .
The hall echoed with applause.Some have genuine smiles draped on while some feel jealous specially the females who dreamt to be the one.
Everybody was praising the young lady.


She had a different kind aura of feminine glory not like other
models who were just not less than a wax statue walking like robots.
The event got over and everybody was taking interview of Tanya Singh the designer and the show stopper
''Sanyukta Agrawal''.
They were giving answers to the questions of media people when a reporter of ''Vogue Magazine '' asked her a question.
'' Mlle Vous êtes un modèle parfait et un ingénieur aussi, comme nous le savons tous sur vous. Paris est aussi la ville de l'amour ... alors, quelle est votre pensée à votre véritable amour."
( Miss You are a perfect model and an engineer too as we all know about you. Paris is the city of love also...so what's your thought about your true love)
She smiled and replied ''Eh bien, je n'ai pas encore trouvé mon vrai amour, mais chaque fois que je le rencontre ... mon cœur reconnaîtra ce sentiment. Je veux ressentir l'ombre la plus sombre de l'amour dont très peu d'expérience.
( well I didn't find my true love yet but whenever I'll meet him...my heart will recognize that feeling. I want to feel the darkest shade of love which very few experience).
She got up from her seat and walks out of the auditorium
but she turns around to answer their questioning
gaze at her retreating figure.
'' Je suis ingénieur de profession, je me suis retrouvé en retard pour mon dévouement mon premier génie d'amour. Ma biss me déchira si je serais en retard.''
( I am an engineer by profession,I am getting late for my devotion my first love engineering.My boss will fire me if I would be late.)Saying this she drive away.
A reporter asks Tanya about Sanyukta,''She is equally
devoted to engineering quite opposite to modeling!''
''She is like this only'',Tanya replies with a pride."Perhaps this is the reason of her success in quite a young age."
Same Night...
Sanyukta sighed scratching her nape .She was exhausted by the hectic day .When she walked out of her office building her phone rang .She took out her phone from her bag .Tanya's number displayed on the screen.
"Hey..Tani",she adjusted the phone between her head and shoulder to unlock her car.
"Come to your place.. quickly sweetheart our whole gang is here to celebrate.."Tani shouted .The loud music and their friends' voices could be heard .
"Yeah coming.."she breathed out as she settled herself on driving seat.
"Don't tell me your asshole Boss screwed your mood by his stupid assignments..for God's sake doesn't he has other employees to suck their blood.."Tanya groaned.
"Well he isn't the reason today..I am just tired.. listen I am driving and will be there in ten minutes.."she cut the call and threw her phone on passenger's seat.
"Life can't be without stress.."she murmured to herself listening to the soft music that played on station.
She parked her car inside her building premises and entered in the elevator to reach her apartment which was on 18th floor.She liked the height from where she could had the city view.
On reaching at her apartment's door.She rang the bell .It was opened by one of her friend Matt.
"L'Amour.."he said in his cheesy voice .
He leant on the door.His eyes stuck on me like a harmonious high school teenager.
She knew he always had a crush on her but considered him as a friend only.He asked her for a date quite few times and she refused everytime.
Things would be going to be complicated only in future.She didn't want him to fall in love which she could never reciprocate.
"Its sound pathetic Matt..why don't you try your luck on Macy..We all know she is mad about you.."She pushed him to enter in her own house.
"That's rude.."he followed her.
"No Matt I am your friend and always wish best for you..and the girl over there.."Sanyukta pointed at the girl with soft orange hair and pale white skin .She was dancing with our other friends."She is the one you should consider ."
"You can't understand.. because you never was in love.."she heard him whispering.
She felt guilty of rejecting him time and again but the thought was subsided when their friends jumped on her.
"Hey girl you rocked it today.."they cheered.
"Thanks guys..it was impossible without your support .You all are my back bone.."She had tears in her eyes watching her six friends Matt,Tani,Jayden,Macy,Carmel and Jamey.
"Hey baby girl it's not your funeral..okay don't spoil our mood we are here to party till our asses tired.."Jayden pulled her into a bear hug.
She loved him as her brother.It was true he acted like a protective elder brother for her.
"C'mon San..here you go.."Carmel handed her the bottle of bear to open the cork.
She gave them her brightest smile and did the honour.
The party went on around two when finally all of them dozed off on the floor.
*****************************
So here is the first part of my new Sandhir Story.
It is the introduction part of the female protagonist
''Sanyukta Agrawal.''
Please feedback me your views should I continue or not?
Next part will be His intro but on the condition when I'll get your views.
Do vote also if you like this story is totally different
from my other works.
~~Shrinkhla Singh😃😃😃
Tidak cuma Daniel dan Delotta yang menghadiri grand opening hot spring dan restoran milik Resta tersebut. Ibu dan Kae juga turut serta. Kae yang sedang sibuk meraih gelar profesi menyempatkan hadir mendampingi ibunya. Lalu Joana dan juga orang tuanya. Dan yang mengejutkan Aaron pun datang. Dia tidak sendiri ada wanita cantik di sebelahnya yang selalu menggandeng tangannya. "Tunangan Kak Aaron?" Resta terlihat takjub saat Aaron mengenalkan wanita itu padanya. "Doakan ya semoga bisa segera dihalalin," sahut Aaron tersenyum sambil menatap wanita di sisinya. "Pasti dong, Kak." "Akhirnya setelah sekian lama kakak gue sold out juga," celetuk Joana. Yang langsung mendapat jitakan di kepalanya dari sang kakak. "Nggak sopan, emangnya kakak kamu ini barang dagangan," gerutu Aaron membuat Joana manyun sambil mengusap kepalanya. "Mana cowok kamu? Katanya ada yang baru lagi?" "Nggak ada! Aku lagi jomblo.""Jomblo beneran ntar lo," timpal Resta menyeringai lebar. "Lah emang gue jomblo!" Aa
"Good. Proposal diterima." Wajah Resta kontan berbinar setelah waswas menunggu respons suaminya perkara proposal yang dia buat lagi. Bibirnya melengkung sempurna. Saat tatapnya bertemu dengan mata biru Gyan, wanita itu langsung meloncat, dan menghambur ke pelukan sang suami. "Makasih, Gy! Makasih," serunya sambil mengecup pipi Gyan bolak-balik. Dia susah payah berdiskusi dan menyusun konsep baru bersama Joana setelah survei ke berbagai jenis cafe di ibukota bersama Gyan waktu itu. Bahkan untuk menyusun menu, Joana menyeret Marsel yang notabene memiliki beberapa chef andalan di rumahnya. Soal Marsel itu, entah tepatnya kapan Joana bisa dekat dengan pria itu. Hal ini belum sempat Resta tanyakan. Yang terpenting saat ini proposal bisnis barunya diterima Gyan. Pria bermata biru itu tersenyum seraya mengusap pinggang Resta yang berada di pangkuannya. "Lokasinya udah ada?" tanyanya. "Udah ada yang kami incar. Joana bilang akan nego sama pemiliknya.""Kamu butuh tanah yang cukup luas loh
Ketukan di pintu sama sekali tidak membuat Resta segera beranjak dari tempat tidur. Dia malah makin merapatkan selimut. Suara Gyan yang terus memanggil pun tidak dia hiraukan. Resta masih kesal. Semalam dia benar-benar memisahkan diri, dan Gyan pun tidak terlihat menyusulnya. Meski kesal luar biasa karena proposalnya ditolak, semalam dia membaca ulang proposal yang sudah dia buat itu. Resta akui Gyan benar. Konsepnya sederhana seperti kafe pada umumnya, tapi tetap saja dirinya merasa tersinggung. Entahlah, akhir-akhir ini Resta merasa gampang emosional. Tidak bisa kena senggol sedikit. Mood-nya benar-benar kacau. Resta tahu ada pergerakan pintu yang dibuka, tapi dia tetap diam. Hatinya cuma berharap tidak ada hal yang akan membuat paginya berantakan, terlebih karena disebabkan suaminya. Akan lebih baik Gyan langsung berangkat kerja saja tanpa mendekatinya seperti ini. Jujur, Resta masih malas sama lelaki itu. Gyan mendekat, dan berbaring di sisi Resta yang tidur membelakanginya. "Sa
Gyan menatap layar komputernya dengan mata berbinar. Kepalan tangannya sesekali diayunkan. Proyeknya berjalan sesuai apa yang dia inginkan. Pertimbangannya untuk berinvestasi tiga tahun lalu akhirnya membuahkan hasil. Baginya ini hal yang harus dia rayakan bersama sang istri. Bumi yang baru saja masuk tersenyum kecil melihat wajah sumringah bosnya. "Saya belum mendengar kabar tender baru yang berhasil. Kenapa Anda bisa sesenang ini, Pak?" tanya pria itu sambil meletakkan sebuah dokumen bersampul hitam ke meja besar bosnya. "Ini bukan soal tender." Javas menjauhkan sedikit badan dari layar komputer lalu menatap asisten pribadinya itu. "Tapi investasi Blue Jagland di proyek kota tua di Sulawesi. Selama tiga tahun berjalan, laporan itu makin membaik. Kenapa saya senang. Karena itu adalah investasi besar pertama saya yang disetujui oleh pemegang saham.""Selamat, Anda memang hebat, Pak." Gyan tersenyum lebar sambil memutar-mutar kursinya. Namun senyum lebarnya tidak berlangsung lama ke
"Kamu nggak marah padaku?" tanya Gyan, makin menyurukkan kepala ke paha Resta. Lengannya masih betah memeluk pinggang wanita itu. "Kenapa aku marah?" tanya Resta sambil lalu. Dirinya masih sibuk mengutak-atik ponsel, membiarkan Gyan tidur di pangkuannya. "Aku melarang kamu pegang salah satu anak cab
"Mau ke mana?" Tangan Gyan terulur, menarik perut Resta saat wanita itu bergerak. Namun matanya masih terkatup erat. "Mau pipis," sahut Resta pelan. Alih-alih melepaskan Resta, Gyan malah beringsut merapat dan mencium bahu terbuka wanita itu. "Mau aku antar?" "Nggak perlu, Gy." Resta baru bangkit be
Mata biru Gyan mengerjap ketika melihat Resta memasukan es krim ukuran magnum ke mulutnya. Wanita itu memejamkan mata, dan menggeram nikmat. Sialnya, itu dilakukan berulang sampai membuat Gyan melongo. Pria itu menelan ludah, dan mendadak peluh sebesar biji jagung meluncur dari dahinya. Cuaca hari i
Gyan membungkam segera mulut Resta yang menjerit. Lalu kekehan kecilnya mengudara. Sudah larut malam, tapi keduanya masih terjaga. Bahkan keringat membanjiri tubuh polos mereka yang hanya tertutup kain selimut. "Jangan berisik, Sayang. Kamu bisa membangunkan semua orang," bisik Gyan meletakkan telun












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore