Ada sesuatu yang menarik tentang kencan buta—mungkin karena unsur kejutan yang bikin deg-degan kayak buka kado ulang tahun. Bayangin aja, kamu bertemu seseorang tanpa punya gambaran sama sekali tentang fisik atau latar belakangnya. Biasanya, temen dekat atau aplikasi kencan yang jadi 'matchmaker'-nya. Mereka ngatur pertemuan tanpa kasih clue apa-apa, bahkan foto sekalipun. Yang asyik, kamu bisa lebih fokus ke chemistry dan obrolan karena gak ada prasangka dari penampilan. Tapi ya, resikonya juga ada—misalnya ekspektasi meledak pas ketemu langsung. Pengalaman gue sih, pernah dapet klik sama seorang musisi yang ternyata selera humornya nyambung banget, padahal awalnya cuma modal nekat aja!
Yang seru lagi, kencan buta sering dipake buat ngebreak kebiasaan milih pasangan berdasarkan 'tipe fisik' tertentu. Gue pernah ikut event kencan buta di kafe dimana peserta dikasih topeng—benar-benar blind date! Hasilnya? Banyak yang akhirnya nyadar kalo kepribadian itu jauh lebih penting daripada sekedar checklist tinggi badan atau warna mata. Tapi ya, tetep aja perlu persiapan mental—soalnya chemistry itu kadang misterius banget, bisa langsung kebentuk atau malah awkward abis.
Malam itu di 'Kencan Buta' benar-benar mengubah cara pandangku tentang chemistry instan. Aku dan doi awalnya ngobrol santai tentang hobi masing-masing—ternyata sama-sama suka koleksi figure anime langka! Tapi yang bikin geleng-geleng kepala, pas acara tukar kado, doi malah ngeluarin action figure 'One Piece' edisi terbatas yang selama ini kucari-cari. Eh, tapi plot twistnya? Ternyata doi adalah admin forum jual-beli yang dulu pernah kubenci karena menang bid item langka dariku setahun lalu! Lucu banget gimana dunia ini kecil, dan endingnya kami malah janjian buat hunting figure bareng minggu depan.
Yang lebih gila lagi, waktu acara hampir selesai, host tiba-tiba ngasih pengumuman kalau peserta bisa memilih untuk 'mengungkap identitas sebenarnya' atau tetap anonim. Aku pilih jujur aja—sambil ketawa ngaku kalau akun TikTok-ku yang review anime punya 50K followers. Doi langsung teriak, 'Itu kamu?! Aku suka banget konten lore Elden Ring-mu!' Kedua tangan kami spontan membentuk gesture Tarnished bersamaan. Akhir malam itu kami pulang dengan janji collab video teori game, dan mungkin—hanya mungkin—sesi maraton 'Attack on Titan' season akhir.