Kisah MotorSetelah suamiku mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa lagi bekerja di proyek, ia membeli sebuah motor bekas yang sudah dimodifikasi untuk mencari nafkah sebagai tukang ojek desa.
Awalnya aku hanya ingin menemaninya beberapa hari agar ia lebih aman di jalan. Namun, beberapa preman desa memanfaatkan kesulitan keluarga kami. Mereka memaksa kami menandatangani utang berbunga tinggi, menyuruh suamiku mengantar barang-barang mencurigakan, dan berkali-kali mengancam akan menghancurkan nama baik keluarga kami jika kami melawan.
Aku memilih diam demi anak-anak dan pengobatan suamiku.
Kupikir semua itu akan berlalu jika kami cukup sabar.
Sampai suatu malam, polisi datang mengetuk pintu rumahku dan memberitahuku bahwa suamiku jatuh ke jurang bersama empat orang yang selama ini menindas kami.
Di bawah bantalnya, aku menemukan sepucuk surat terakhir.
Barulah aku tahu, ia ternyata sudah mengetahui semuanya.