Hati Qiyana hancur melihat tunangannya menikah dengan kakak tirinya sendiri tepat di hari kepulangannya dari luar kota. Ditambah lagi ibu tirinya memaksanya menandatangani dokumen yang menyatakan jika Qiyana akan memberikan seluruh harta mendiang ayahnya pada ibu dan kakak tirinya.
Tiba-tiba Kenzo—mantan kekasih kakak tirinya mengajaknya bekerja sama untuk membalas dendam. Lelaki itu berjanji bersedia membantu merebut miliknya kembali.
Mereka sepakat menikah kontrak hingga tujuan keduanya tercapai.
Mampukah Qiyana merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya kembali?
Tiara seorang istri yang bertubuh gemuk setelah melahirkan, harus mendapat cacian dan hinaan dari Bara suaminya. Hingga ia pun harus diduakan. Hinaan Bara dan mertua serta Ipar, ia jadikan cambuk untuk merubah dirinya menjadi cantik. Akankah perjuangannya akan berhasil?
Belinda Zamora tidak pernah menyangka pernikahannya dengan seorang pria terhormat malah membuatnya harus melalui hari-hari yang terasa bagai neraka. Bukan hanya luka di hatinya, tapi luka lebam pun kerap kali menghiasi kulit indahnya.
Hidup Belinda pun makin rumit setelah tanpa sengaja, Belinda menghabiskan malam panas bersama kakak iparnya.
Luca Alfredo, kakak iparnya itu mendadak terus mengusik hidup Belinda, mencampuri semua urusan Belinda, dan selalu menjadi pahlawan saat Belinda membutuhkan.
Hingga saat Belinda merasakan getaran yang tidak seharusnya untuk kakak iparnya itu, mampukah Belinda melepaskan diri dari jerat suaminya dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?
**
Bagai jatuh tertimpa tangga hidup Gamma Pranadipta dilanda masalah bertubi-tubi.
Malam selepas menyaksikan pengkhianatan yang dilakukan Rosa, calon istrinya, Gamma berniat melampiaskan amarahnya dengan menyewa seorang dewi malam. Namun, karena terlalu mabuk ia tak menyadari bahwa bukan dewi malamlah yang ia ajak bersenang-senang melainkan seorang pelayan baru di hotel yang ia sewa bernama Serra.
Ironisnya kesalahan malam itu menumbuhkan janin tak bersalah di rahim perempuan tak berdaya. Gamma harus menikahi Serra agar tak merusak citra baiknya sebagai seorang ternama. Sementara pelayan hotel itu terpaksa menerima pinangan Gamma karena tak sanggup membiayai hidupnya.
Pernikahan mereka hanya sebatas hitam di atas putih.
Lantas bisakah keduanya menjalani pernikahan tanpa cinta itu? Dan bagaimana jika Rossa, mantan kekasih Gamma kembali muncul mengusik rumah tangga mereka?
Follow instagram author: @sinarrembulann untuk mengetahui perkembangan novel ini yah🤍
(Cerita +21, harap bijak memilih bacaan!) Satria adalah seorang mahasiswa asal desa yang kuliah d Jakarta dan menumpang di rumah Om dan Tantenya, dia sama sekali tak menyangka akan terlibat petualangan panas di rumah Om-nya, yang di mulai saat tak sengaja mengintip aktivitas di kamar utama. Dari desahan di kamar inilah, terkuaklah rahasia-rahasia panas hubungan terlarang yang tak pernah Satria impikan dan dia justru jadi pelakon utama di pusaran panas ini.
Kinanti tidak pernah menyangka untuk menjadi istri gelap sang majikan. Padahal, Adam sudah memiliki istri yang sangat dicintai. Lantas bagaimana jika Adam tahu Kinanti tengah mengandung benihnya? Bagaimana dengan Renata, istri pertama Adam saat tahu suaminya memiliki istri gelap?
Konsep 'ngumpet' yang lucu dan relatable itu ternyata banyak dieksplorasi di merchandise lokal, lho! Aku sering nemuin item kayak sticker, pin, atau tote bag dengan desain karakter sedang bersembunyi di acara pasar seni seperti Pasar Santa atau Art Market. Komikus indie macam @kucingkuburan suka bikin ilustrasi tema ini dengan gaya semi-realistic yang dramatis. Untuk yang suka koleksi action figure, coba cek toko khusus anime di Mangga Dua - beberapa figure nendoroid pose 'peeking' bisa disulap jadi konsep ngumpet kreatif.
Kalau mau belanja online, Instagram shop seperti @nyamnyamgoods sering jual pouch bergambar kucing ngumpet di balik tumbuhan. Etsy Indonesia juga punya opsi custom name tag dengan motif 'hide and seek'. Uniknya, konsep ini ternyata populer di kalangan board game enthusiast - aku pernah lihat expansion pack 'Secret Hideout' di Boardgame.id yang cocok banget buat tema ngumpet ini!
Ada beberapa novel yang mengangkat tema 'ngumpet' sebagai inti plot, dan salah satu yang paling menarik menurutku adalah 'The Metamorphosis' karya Franz Kafka. Meski bukan tentang ngumpet secara harfiah, Gregor Samsa yang berubah jadi serangga terpaksa bersembunyi di kamarnya karena dianggap memalukan oleh keluarganya. Rasanya seperti metafora panjang tentang isolasi sosial.
Selain itu, ada juga 'Room' oleh Emma Donoghue, di seorang anak dan ibunya terkurung di sebuah ruangan kecil selama bertahun-tahun. Ini lebih ke survival dan psychological thriller, tapi elemen 'ngumpet'-nya sangat kuat karena mereka benar-benar mencoba tidak diketahui oleh dunia luar. Novel-novel seperti ini sering bikin aku merenung betapa manusia bisa bertahan dalam keterbatasan yang ekstrem.
Ada sesuatu yang magis tentang 'ngumpet'—permainan yang bikin jantung berdebar kencang dari kecil sampai sekarang. Aku ingat dulu main di kompleks rumah waktu sore hari, teriak-teriak sambil lari ngacak sembunyi di balik pohon atau kolong mobil. Aturannya sederhana: satu orang jadi 'kucing' yang tutup mata hitung sampai 10, sementara yang lain buru-buru cari tempat sembunyi. Kunci strateginya? Jangan pilih spot terlalu obvious, tapi juga jangan sampai terjebak di tempat sempit sulit kabur. Yang paling seru adalah momen ketika si kucing hampir menemukan, dan kita harus menahan napas diam seperti patung!
Tapi permainan ini bukan cuma soal fisik—ada psikologinya juga. Misalnya, pura-pura buat suara decit dari arah lain buat ngelabui, atau pilih timing tepat untuk lari 'balik benteng' (menyentuh base awal). Sekarang jarang lihat anak-anak main ini, padahal dulu jadi ritual wajib selepas maghrib. Mungkin generasi sekarang lebih suka dunia digital, tapi pengalaman tactile dan adrenalin dari 'ngumpet' tetap nggak ada duanya.
Dalam cerita rakyat Jawa, 'ngumpet' sering diartikan sebagai tindakan menghilang secara gaib atau menyembunyikan diri dengan cara mistis. Ini bukan sekadar bersembunyi biasa, melainkan lebih seperti kemampuan supranatural yang dimiliki oleh tokoh-tokoh tertentu seperti Semar, Sunan Kalijaga, atau punakawan. Mereka bisa 'ngumpet' dari pandangan musuh atau bahkan berpindah tempat dalam sekejap. Kisah-kisah ini biasanya mengandung filosofi tentang kebijaksanaan—kadang menghindar bukan berarti takut, tapi memilih momen tepat untuk bertindak.
Dulu kakek sering bercerita tentang wayang yang 'ngumpet' saat lakon tertentu, dan itu selalu dikaitkan dengan perlindungan dewata. Ada nuansa spiritual yang kuat, semacam intervensi ilahi untuk melindungi yang lemah. Uniknya, dalam versi modern, konsep ini kadang diparodikan di komik lokal seperti 'Cergam Si Buta dari Gua Hantu'—tokohnya bisa menghilang lalu muncul di tempat tak terduga, mirip ninja tapi dengan sentuhan Jawa.
Ada sesuatu yang magis tentang cara 'ngumpet' bisa menyatukan anak-anak di kampung atau kompleks perumahan. Permainan ini bukan sekadar mencari dan bersembunyi, tapi juga tentang ketegangan sebelum ditemukan, tawa saat lolos dari pengejaran, dan kebanggaan ketika jadi yang terakhir bertahan. Filosofinya mungkin terletak pada konsep 'mengelabui' dan 'bertahan'—mirip dengan kehidupan nyata di mana kita sering harus bersembunyi dari masalah atau mencari solusi di tempat tak terduga.
Di level lebih dalam, 'ngumpet' juga mengajarkan kesabaran. Menunggu dalam diam, seringkali di spot yang kurang nyaman, melatih kita untuk tidak gegabah. Ada juga elemen kejujuran—kadang pemain yang ketahuan akan mengaku sendiri, menunjukkan integritas sejak kecil. Permainan tradisional ini ternyata sarat pembelajaran sosial tanpa perlu diajarkan secara formal.
Konsep 'ngumpet' atau bersembunyi sering jadi elemen penceritaan yang menarik, terutama dalam cerita thriller atau survival. Salah satu yang langsung terlintas adalah 'The Promised Neverland'—anime di mana anak-anak harus bersembunyi dari monster yang mengincar mereka. Setiap detail penyembunyian, mulai dari strategi hingga ekspresi ketakutan yang tertahan, bikin deg-degan. Bahkan adegan mereka ngumpet di balik tembok atau pohon terasa begitu intens karena animasinya yang detail.
Film 'A Quiet Place' juga mengangkat konsep serupa, tapi dalam konteks dunia horor. Di sini, karakter harus diam total agar tak terdeteksi makhluk buta dengan pendengaran super. Konsep 'ngumpet' di sini bukan cuma fisik, tapi juga auditory. Rasanya seperti main game stealth di kehidupan nyata, di mana satu suara kecil bisa berakibat fatal. Kerennya, film ini bikin penonton ikut-ikutan menahan napas setiap adegan suspense.