Puisi Bagus Dan Menarik

Istriku Tak Menarik Lagi
Istriku Tak Menarik Lagi
Aku hanya lelaki biasa. Seorang manager di perusahaan ekspedisi. Aku sudah menikah dan punya dua orang anak laki-laki yang tampan. Diumur pernikahanku yang ke delapan aku merasakan kepenatan dan kebosanan dengan rumah tanggaku. Istriku, Rina banyak berubah tidak seperti dulu lagi. Kerjaannya hanya bermain hp sampai lupa mandi juga pekerjaan rumah lainnya. Dan Yuni, rekan kerjaku di kantor, seorang janda beranak satu yang masih muda dan cantik semakin gencar mendekatiku. Istri yang susah dinasehati dibandingkan dengan teman kerja cantik yang perhatian siapa yang tidak tergoda? Aku hanya lelaki biasa bukan?
10
24 Bab
Dicampakkan Suami Karena Tidak Menarik
Dicampakkan Suami Karena Tidak Menarik
Bagaimana jika suamimu membawa wanita lain ke rumah? Victoria Anastasia William, selalu berpikir bahwa pernikahannya akan baik-baik saja, karena sang suami – Liam Harrison – seorang dokter yang dia tahu mencintai dirinya seperti dia mencintai Liam. 2 tahun pernikahan mereka, semua terlihat baik-baik saja. Namun, tak kunjung memiliki anak di 3 tahun pernikahan, membuat Liam mulai berubah. Liam sering membentak Victoria, bahkan menyalahkan Victoria yang tak mampu memberinya anak. Liam juga sering pulang terlambat, dengan alasan masih menangani banyak pasien. Hingga suatu hari, Liam tiba di rumah bersama seorang wanita muda bernama Annabele, yang diakui Liam sebagai wanita yang dicintainya.
10
9 Bab
Hot Deal (Perjanjian Menarik dengan Mr. Kaku)
Hot Deal (Perjanjian Menarik dengan Mr. Kaku)
18+ Lunala adalah putri dari seorang tukang pijat plus-plus. Tiba-tiba dijodohkan dengan putra dari seorang konglomerat, Arshaka Gibran, pengusaha muda workaholic dan berhati dingin. "Pernikahan ini hanya untuk status saja bagiku. Tidak boleh ada cinta di antara kita, dan setelah kesepakatan kita selesai, kau bukan lagi istriku," tegas Arshaka tanpa perasaan. Lunala yang sempat berharap pernikahannya akan baik-baik saja meski harus menikah dengan orang yang baru dikenalnya, hanya bisa menerima dan mengikuti jalan takdirnya. "Saya juga akan berterus terang, kalau saya mau menikah dengan Anda hanya demi uang," balasnya. Namun takdir berkata lain. Di tengah kesepakatan itu cinta hadir di antara mereka. Lantas kesepakatan seperti apa sebenarnya yang telah mereka buat? Bagaimana pula saat Alex Gibran, adiknya Arshaka, hadir menawarkan cinta yang hangat untuk Nala? Dan saat Serena Williams, cinta pertama Arshaka yang dulunya bertepuk sebelah tangan tiba-tiba kembali mengharapkan cintanya? Akankah kesepakatan mereka tetap berlaku?
10
21 Bab
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Avery Tate dipaksa menikah dengan orang kaya oleh ibu tirinya karena kebangkrutan ayahnya. Dia adalah tangkapan bagus, si jagoan—Elliot Foster— yang sedang dalam keadaan koma. Di mata orang-orang, hanya masalah waktu sampai dia berstatus janda dan diusir dari keluarga itu.Keadaan berubah karena ketika Elliot tiba-tiba terbangun dari komanya.Marah dengan situasi pernikahannya, dia menyerang Avery dan jika ada anak, dia mengancam akan membunuh mereka "Aku akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri!" dia berkata sambil menangis.Empat tahun telah berlalu ketika Avery kembali ke kampung halamannya dengan membawa anak kembarnya—laki-laki dan perempuan.Saat dia melihat wajah Elliot di layar TV, dia mengingatkan anak-anaknya, "Jauhi pria ini, dia bersumpah akan membunuh kalian berdua." Malam itu, komputer Elliot diretas dan dia ditantang—oleh salah satu dari si kembar—untuk membunuh mereka. "Datang dan temui aku, brengsek!"
9.5
3175 Bab
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden
PendahuluanSuzy mempunyai niat yang baik untuk menyelamatkan orang itu, tetapi tidak menyangka yang dia selamatkan adalah ‘serigala’.Suzy pun berusaha untuk melarikan diri dari ‘serigala’. Ketika Suzy bertemu dengan orang tua angkatnya, mereka menjebak dan memaksa dia untuk menikah dengan keluarga yang kaya dan berpengaruh besar.Setelah dia menikah, dia kaget karena menyadari bahwa suami barunya adalah lelaki itu!Keluarga ini terlalu berbahaya!Hanya saja, Ketika dia sedang setengah jalan dalam pelariannya dia baru menyadari bahwa dia sudah mengandung seorang bayi?Suaminya dari keluarga yang besar itu pun marah besar dan mencarinya.Dia berpikir kalau dia kembali ke rumah itu, hidup dia sama saja dengan kematian! Tetapi siapa menyangka. Ketika dia kembali dia malah dimanja seperti diberkati oleh Langit?Wartawan bertanya: “Tuan muda Rob, bukankah kamu bilang kalau semuanya ini adalah palsu?Wajah Tuan Muda Rob pun berubah galak lalu menarik Suzy ke dalam pelukannya, “ Sembarangan! Dari awal sampai akhir yang aku mau hanyalah Suzy!”
9.3
2776 Bab
Aduh Jenderal Tak Tahan
Aduh Jenderal Tak Tahan
(Pertarungan+Persaingan dalam Istana+Balas Dendam+Pernikahan Pengganti+Cinta Bersemi Setelah Menikah) Nadine, adik kembar Nabila disiksa dan bunuh diri sebelum menikah dengan Kaisar. Sebagai satu-satunya putri Keluarga Feno yang masih tersisa, Nabila harus melepas pakaian tentaranya dan menikah dengan Kaisar. Kaisar mempunyai selir kesayangan yang sudah meninggal. Dia lantas mencari selir-selir yang mempunyai sedikit kesamaan dengan mendiang selir tersebut. Kaisar hanya mencintai satu selir yang paling mirip dengan mendiang selir kesayangannya, yaitu Selir Utama Kekaisaran. Nabila sama sekali tidak mirip dengan selir itu. Para penghuni istana yakin Nabila pasti akan dicampakkan cepat atau lambat. Siapa sangka di tahun kedua pernikahan, perpisahan mengancam rumah tangga mereka. Bukan karena Kaisar yang ingin mencampakkan Ratu, tapi Ratu sendirilah yang ingin berpisah dengan Kaisar. Malam itu, Kaisar menarik pakaian Ratu dengan erat dan berkata, "Kalau kamu mau pergi, langkahi dulu mayatku!" Para selir menangis dengan keras, mereka menghalangi Kaisar dan berkata, "Ratu, jangan tinggalkan kami! Kalau Ratu mau pergi, bawa kami pergi dari sini juga!"
9.8
1748 Bab

Adakah Merchandise Menarik Dari Apa Itu Monogatari Yang Bisa Dibeli?

4 Jawaban2025-10-07 23:43:05

Ketika membicarakan merchandise dari seri ‘Monogatari’, itu seperti membuka pintu menuju dunia yang penuh dengan hal-hal menarik! Mulai dari figurin karakter-karakter ikonik seperti Hitagi Senjougahara hingga Nisei Monogatari, ada banyak pilihan yang bisa menghiasi rak koleksi kalian. Salah satu item yang sangat menarik adalah Nendoroid, yang terkenal dengan desain chibi yang lucu dan berbagai pose. Misalnya, Nendoroid dari Araragi Koyomi atau Senjougahara yang dapat diubah-ubah pose dan aksesorinya, memberikan kesenangan tersendiri saat mempertunjukkan momen-momen tertentu dari anime.

Tak hanya figurin, kalian juga bisa menemukan berbagai apparel keren seperti kaos dan hoodie dengan motif karakter. Kenapa tidak menunjukkan cinta kalian terhadap ‘Monogatari’ dengan pakaian yang stylish ini? Barang-barang seperti bantal dakimakura yang menampilkan artwork karakter pun selalu menjadi buruan para penggemar. Dan bagi kalian yang suka barang-barang unik, poster artis dari ‘Monogatari’ bisa menjadi pilihan untuk menghias dinding kamar!

Tentunya, mencari merchandise ini bisa jadi aktivitas seru sambil berburu barang langka di convention anime atau online shop. Percayalah, setiap kali kalian menambah koleksi, ada perasaan senang dan bangga yang datang bersamanya. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang bisa kalian banggakan dari dunia ‘Monogatari’!

Bagaimana Anda Menulis Puisi Tentang Bunga Untuk Ibu?

3 Jawaban2025-10-20 11:21:38

Satu cara yang sering kucoba adalah memulai dari sebuah kenangan kecil.

Aku suka membayangkan sebuah momen—misalnya tangan ibu yang membengkok menata vas bunga di meja makan, atau aroma basah dari tanah setelah ibu menyiram tanaman pagi-pagi. Dari situ aku menangkap detail sensorik: warna yang nempel di pelupuk mata, suara gesekan daun, rasa hangat cangkir teh yang diteguk sambil memandangi bunga. Detail kecil seperti itu yang membuat puisiku tidak klise karena pembaca bisa ikut berada di sana, mendengar dan mencium, bukan cuma membaca kata-kata kosong.

Langkah praktis yang kulakukan selanjutnya adalah memilih metafora yang sederhana tapi tepat: bunga sebagai senyuman, sebagai rahasia yang mengepak, atau sebagai waktu yang mekar. Aku cenderung memakai kalimat pendek bergantian dengan baris yang sedikit lebih panjang untuk memberi ritme, lalu menutup dengan sapaan langsung ke ibu—bukan sekadar nama, melainkan sesuatu yang intim seperti 'tanganmu' atau 'malammu'. Contoh baris yang sering kuulang dalam draf: 'Bunga pagi ini membawa kenangan kopi dan tawa,' atau 'kamu seperti lili, tenang namun berani.' Setelah itu aku baca keras-keras, merapikan kata yang terasa canggung sampai ritme dan emosi nyambung. Puisi terbaik menurutku adalah yang terasa seperti surat; sederhana, hangat, dan mudah dilafalkan di depan ibu. Itu yang selalu membuat mataku berkaca-kaca tiap kali kubacakan untuknya.

Bagaimana Penyair Modern Menggubah Puisi Tentang Bunga?

3 Jawaban2025-10-20 14:52:29

Lukisan bunga di kepalaku sering dimulai dari hal sepele: sisa kopi di gelas, bau hujan yang menempel pada pot tanah liat, atau notifikasi yang muncul di layar ponsel. Aku suka mencoba menangkap itu semua menjadi baris—bukan baris yang rapi seperti katalog botani, melainkan potongan-potongan yang ditumpuk, dipotong, dan kadang ditempel dari teks lain. Misalnya, aku pernah menulis puisi yang mengambil kata-kata dari daftar harga bibit online dan menyusunnya ulang jadi soneta modern; hasilnya aneh tapi terasa jujur, seperti bunga yang tumbuh di retakan trotoar.

Di halaman struktur, aku bermain dengan teknik: enjambment panjang untuk meniru akar yang merayap, baris pendek seperti serbuk sari, dan putih halaman sebagai ruang kosong yang sama pentingnya dengan teks. Visual juga penting—apa jadinya bunga tanpa gambar? Aku sering menggabungkan tipografi tebal, spasi, bahkan potongan foto untuk memberi tekstur. Tema ekologis masuk dengan mudah; bunga bukan cuma keindahan, tapi juga korban pembangunan dan perubahan iklim. Menulis tentang itu bikin puisiku terasa mendesak, bukan hanya dekoratif.

Yang paling menyenangkan adalah reaksi—ketika pembaca mengirim pesan bilang mereka mencium bau melati padahal aku hanya menulis tentang lampu jalan dan aspal. Itu tanda puisi berhasil memancing indera. Jadi, bagiku, menggubah puisi tentang bunga hari ini berarti merangkul kebisingan modern tanpa mengabaikan kelembutan yang sebenarnya membuat bunga menarik: kebetulan, kerentanan, dan cara kita tetap berharap meski musim berubah.

Di Mana Anda Bisa Menemukan Antologi Puisi Tentang Bunga Lama?

4 Jawaban2025-10-20 15:34:25

Aku senang sekali menelusuri rak-rak pudar di toko buku bekas ketika mencari antologi puisi bertema 'bunga lama'.

Mulai dari toko-toko kecil di sudut kota sampai pasar buku Minggu pagi, tempat-tempat itu sering menyimpan koleksi tak terduga: antologi lokal, cetakan tua, bahkan buletin komunitas yang memuat puisi bertema flora. Coba cari di perpustakaan daerah atau Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan kata kunci seperti 'bunga', 'puisi', 'antologi', atau nama-nama penyair yang memang suka memakai citra bunga—misalnya kamu bisa menemukan karya-karya Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan seperti 'Hujan Bulan Juni' yang penuh metafora alam.

Selain itu, jangan remehkan toko buku indie, zine kecil, dan penerbit lokal; mereka suka menerbitkan antologi tematik yang tidak dipasarkan luas. Kalau aku menemukan buku seperti itu, rasanya seperti menemukan surat cinta lama—penuh bau kertas dan memori. Selamat berburu, semoga kamu dapat sampul pudar dengan puisi yang membuat hati bergetar.

Apa Ciri Utama Puisi Elegi Adalah Penggunaan Bahasa Bagaimana?

4 Jawaban2025-10-20 12:09:05

Ada hal yang langsung kusadari setiap kali membaca elegi: bahasanya cenderung melankolis namun terkontrol. Aku sering tertarik pada bagaimana penyair memilih kata-kata yang sederhana tapi bermuatan—bukan melulu runtuhan metafora yang rumit, melainkan pilihan kata yang menimbulkan keheningan. Dalam elegi, kata sering dipadatkan sehingga tiap frasa membawa beban emosi; ada ritme lirikal yang mengalun perlahan, di mana jeda dan pengulangan berfungsi seperti napas yang menahan duka.

Gaya bahasa juga sering bersifat personal dan langsung, meski bisa memakai citraan universal—langit, malam, sungai—sebagai cermin kehilangan. Aku merasakan penggunaan apostrof (panggilan pada yang tiada) dan pertanyaan retoris yang membuat pembaca diajak berduka bersama. Intinya, elegi memadukan kesedihan personal dengan estetika bahasa yang membuat rasa kehilangan terasa indah sekaligus mengena, dan itu selalu membuat aku berhenti sejenak saat membaca.

Struktur Puisi Elegi Adalah Seperti Apa Dalam Analisis Sastra?

4 Jawaban2025-10-20 15:53:18

Ada sesuatu yang selalu menarik perhatianku tentang elegi: ia seperti percakapan yang berbisik antara penyair dan ketiadaan.

Dalam pengamatan aku, struktur elegi klasik biasanya bergerak melalui tiga tahap dasar—ratapan, pujian, dan penghiburan—namun bukanlah pola kaku. Pada bagian awal penyair sering membuka dengan ekspresi kehilangan yang intens, menggunakan citraan kuat dan pertanyaan retoris untuk menyoroti kekosongan. Di bagian tengah, nada bisa beralih menjadi reflektif atau dokumenter: kenangan tentang almarhum, pencatatan sifat-sifat mereka, atau pengakuan dosa dan penyesalan. Akhirnya ada upaya mencari penghiburan, entah lewat nasihat moral, pemaknaan ulang kematian, atau pengakuan tentang kelangsungan hidup dalam ingatan.

Secara formal aku perhatikan bahwa elegi dapat memanfaatkan bentuk metrum tradisional—seperti pasangan elegiak pada tradisi klasik—atau justru memilih bentuk bebas dengan repetisi, enjambment, dan refrains untuk menekankan kehilangan. Yang membuat elegi berkesan bagi aku adalah pergeseran tonal: dari kepedihan ke penerimaan, walau penerimaan itu sering terasa pahit dan ambigu. Itu selalu meninggalkan rasa intim, seperti menerima surat dari teman yang sedang meratapi dunia, dan aku suka sekali merasakannya.

Sejarah Puisi Elegi Adalah Mulai Kapan Dalam Sastra Indonesia?

4 Jawaban2025-10-20 03:11:49

Bayangkan sebuah nyanyian duka yang menempel di bibir masyarakat nusantara jauh sebelum kata 'puisi elegi' dipakai — itulah akar yang sering kulacak saat membahas sejarah elegi dalam sastra Indonesia.

Dari sudut pandang tradisional, bentuk-bentuk ratapan dan lagu duka sudah ada sejak lama dalam budaya lisan: tangis pengantar pemakaman, kidung-kidung Jawa, nyanyian para pelayat di Sumatera, atau syair dan pantun yang memuat unsur kehilangan. Itu berarti nuansa elegis hidup berabad-abad dalam praktik budaya; ia bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan buku cetak. Namun, istilah elegi dan bentuk puitik modernnya lebih jelas muncul ketika tradisi lisan bertemu sastra bertulis dan pengaruh luar.

Dalam periode modernisasi sastra Melayu-Indonesia, terutama sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ketika karya-karya mulai dicetak dan ide-ide romantisme Eropa meresap, nuansa elegi mulai terstruktur sebagai genre puitik: puisi yang secara sadar meratapi kematian, kerinduan, atau kehancuran. Nama-nama modern seperti Amir Hamzah, Chairil Anwar, lalu generasi sesudahnya seringkali menulis puisi berbahasa Indonesia yang memuat rona elegis secara eksplisit. Jadi, kalau ditanya mulai kapan—akarnya kuno dan oral, tapi sebagai bentuk sastra yang dikenali secara modern, ia menguat pada awal abad ke-20. Aku selalu merasa menarik bagaimana tradisi lama itu kemudian menyatu dengan ekspresi personal modern, menciptakan elegi yang kita baca sekarang.

Bagaimana Teknik Pengungkapan Puisi Elegi Adalah Yang Efektif?

4 Jawaban2025-10-20 05:46:15

Ada sesuatu magis ketika elegi dibacakan pelan-pelan.

Aku sering mencoba memecah teknik pengungkapan elegi ke dalam beberapa lapis: suara, detail konkret, dan ruang sunyi. Suara di sini bukan cuma nada sedih; itu pilihan kata, irama baris, dan siapa yang ‘berbicara’—apakah itu aku yang langsung meratap, atau persona yang mengamati dari jauh. Mengunci suara yang konsisten membuat pembaca percaya dan merasa diundang masuk.

Detail konkret adalah jantungnya. Daripada bilang 'aku sedih', lebih efektif menyebutkan benda kecil—seperti cangkir yang tak lagi dipakai atau jas yang tergantung—yang membawa beban memori. Baris pendek, jeda, dan enjambment bisa memaksa pembaca menarik napas di tempat yang tepat; itu membuat kehilangan terasa nyata. Aku kerap menaruh satu metafora kuat yang berulang sebagai pengikat emosional.

Terakhir, jangan takut menggunakan keheningan: baris kosong, jeda panjang, atau mengakhiri dengan citra yang tidak tuntas bekerja seperti gema. Baca lagi puisi setelah istirahat; kadang porsi kata yang dikurangi malah membuat elegi lebih tajam. Ini cara-cara yang sering kusukai dan pakai—hasilnya, elegi terasa seperti obrolan lembut dengan memori yang tak bisa disembunyikan.

Sutradara Mana Yang Mengadaptasi Novel Bagus Indonesia Menjadi Film?

3 Jawaban2025-10-13 12:32:52

Ada beberapa sutradara yang langsung terlintas di kepalaku kalau bicara soal mengubah novel lokal jadi film yang terasa hidup. Riri Riza, misalnya — dia terkenal karena membawa 'Laskar Pelangi' ke layar dengan nuansa hangat dan optimis tanpa kehilangan roh novel Andrea Hirata. Versi film itu terasa seperti surat cinta untuk Belitung: pemandangan, musik, dan chemistry pemainnya bekerja sama menyampaikan semangat buku.

Ifa Isfansyah juga jadi nama besar di pikiranku. Karyanya 'Sang Penari', yang diangkat dari 'Ronggeng Dukuh Paruk' karya Ahmad Tohari, menunjukkan bagaimana sutradara bisa meracik unsur budaya tradisional, tari, dan tragedi menjadi sinema yang dramatis dan puitis. Gaya visual Ifa memorable dan berani, sehingga adaptasinya terasa otentik dan emosional.

Selain itu, Hanung Bramantyo patut disebut karena ambil proyek besar seperti 'Ayat-Ayat Cinta' dan adaptasi monumental 'Bumi Manusia' dari Pramoedya Ananta Toer. Pendekatannya sering sensasional dan emosional, menarik perhatian publik luas, meski kadang mendapat kritik soal pemotongan materi novel. Bagi penikmat literatur yang ingin melihat karya favoritnya naik layar, nama-nama ini sering jadi referensi pertamaku.

Bagaimana Puisi Sapardi Menggambarkan Tema Kerinduan?

4 Jawaban2025-10-14 21:12:49

Puisi-puisinya selalu membuatku terdiam. Aku ingat pertama kali membaca 'Aku Ingin' sambil menyesap kopi dingin—bahkan cara dia menulis kata-kata sederhana itu terasa seperti napas yang lama tersimpan. Sapardi tidak memaksa pembaca untuk memahami rindu lewat metafora berat; dia menaruh rindu pada benda-benda sehari-hari, pada gerak matahari dan hujan, sehingga rindu terasa sangat mungkin dan dekat.

Bahasanya minimalis tapi padat; baris pendek, jeda yang ditinggalkan antarbaris, dan pengulangan sederhana seperti pengulangan napas membuat perasaan itu bergema. Dalam 'Hujan Bulan Juni' misalnya, rindu hadir lewat suasana, lewat kesunyian hujan yang seolah menyimpan suara yang tidak pernah diucapkan. Semua itu menciptakan rasa kurang—sebuah ruang yang menuntut kembalinya sesuatu—tanpa perlu meneriakkan emosi.

Bagiku, membaca Sapardi seperti menelusuri rumah yang penuh kenangan; setiap sudut menyimpan bayangan seseorang. Itu rindu yang lembut, tidak dramatis, namun menancap jauh. Aku sering menutup buku dengan perasaan hangat sekaligus getir, merasa dia sudah menulis apa yang sering aku tak mampu ucapkan.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status