Robohnya Surau Kami

ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test

Related Books

Satria Roh Suci

Satria Roh Suci

Rawai Tingkis merupakan korban dalam percobaan gila para ilmuan Negri Indra Pura untuk menciptakan mesin pembunuh tanpa emosi. Bocah itu harus menerima serangkaian penyiksaan selama dua tahun, hanya untuk melihat apakah tubuhnya mampu beradaptasi dan jiwanya cukup kuat untuk bertahan. Penggunaan darah Roh Suci yang terbelenggu ratusan tahun lamanya, merupakan puncak dari percobaan itu, yang dikenal sebagai Percobaan Kelas S. Ketika semua anak mati pada puncak percobaan Kelas S, jasad mereka dibuang ke sungai, tapi secara tak terduga Rawai Tingkis mampu bertahan. Dia ditemukan oleh Tabib Rabiah yang merupakan ahli pedang bebas, tapi Rawai Tingkis memaksanya untuk menjadi seorang guru. Saat guru dan desanya dihancurkan oleh pembunuh bayaran, Rawai Tingkis akhirnya menyadari bahwa dia bukan satu-satunya manusia yang memiliki Roh Suci, pada akhirnya dia menyatakan musuh bagi semua Satria Roh Suci yang berada di jalur hitam.
9.7 260 Chapters
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Rama, seorang dosen muda yang baik hati bangun dari tidurnya & mengetahui bahwa dirinya telah diberi kesempatan untuk hidup kembali dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Ia bertekad untuk membahagiakan istrinya, Maria, lebih lagi walaupun rohnya harus hidup di tubuh pria lain, Niko, eksekutif tampan yang dingin dengan segala masalah keluarga, pekerjaan, & perselingkuhan yang kini harus ditanggungnya. Akankah Rama berhasil merajut kembali cinta di rumah yang mereka bangun bersama, Rumah Ramaria, atau menghancurkan segalanya karena isu kepercayaan yang Maria miliki?
10 38 Chapters
MISTERI RUMAH ASHWABIMA

MISTERI RUMAH ASHWABIMA

Radi Ashwabima tumbuh bak budak dalam asuhan keras ibu angkatnya yang merupakan tuan tanah berkuasa di desa. Namun tanpa disadari, ia jatuh hati pada Kinanti, salah satu saudari angkatnya yang memperlakukannya dengan baik. Sayang, Kinanti mendadak menghilang setelah Radi menyatakan cinta. Radi pun berusaha keras untuk bangkit. Dia bahkan pasrah untuk dinikahkan dengan Andari, anak lain sang ibu angkat. Setelahnya, semua berjalan normal, sampai suatu hari ia menemukan ada gubuk rahasia di sudut halaman belakang rumah Artiyah! Ada pula suara orang memanggil namanya dari gubuk itu..... Penasaran, Radi pun mulai mencari tahu. Siapa sangka, ia akan menemukan banyak rahasia mengerikan yang sepertinya disembunyikan oleh sang ibu angkat? Dari misteri hilangnya Kinanti, hingga teka-teki tentang orangtua kandung Radi yang tewas mengenaskan 30 tahun lalu!
0 30 Chapters
Rumah Risa

Rumah Risa

Laras, seorang pengasuh muda yang baru memulai kariernya, menerima tawaran untuk merawat dua anak di sebuah rumah besar dan terpencil yang dikenal dengan nama “Rumah Risa.” Rumah ini memiliki sejarah kelam dan sering dianggap sebagai tempat yang dihantui, namun Laras menerima tawaran tersebut demi memperbaiki keadaan finansialnya. Setibanya di rumah, Laras merasakan suasana yang menekan dan tidak nyaman. Dewi, gadis berusia 8 tahun yang cerdas namun cenderung mengasingkan diri, sering berbicara tentang teman-teman tak terlihat. Riko, anak laki-laki berusia 10 tahun, tampak sangat ketakutan dan enggan berada di beberapa bagian rumah. Saat membersihkan ruangan, Laras menemukan cermin antik yang terletak di ruang utama. Cermin ini tampaknya memiliki kemampuan untuk memperlihatkan visiun yang mengganggu, menampilkan adegan-adegan dari masa lalu rumah dan sosok-sosok misterius yang tidak tampak di dunia nyata. Laras mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan menakutkan yang berkisar pada dua hantu yang tampaknya memiliki pengaruh kuat terhadap anak-anak. Seiring Laras menyelidiki sejarah rumah dan meneliti kejadian-kejadian aneh, dia mengungkap bahwa kedua hantu tersebut adalah jiwa-jiwa yang terikat pada masa lalu tragis rumah. Konflik batin dan ketegangan semakin meningkat saat Laras berusaha melindungi anak-anak dan mengungkap kebenaran di balik cermin serta pengaruh jahat dari hantu-hantu tersebut. Laras harus menghadapi ketegangan psikologis dan menghadapi kebenaran mengejutkan tentang rumah dan entitas yang mengganggu, sambil berjuang untuk menjaga keamanan Dewi dan Riko. Dalam klimaks cerita, Laras menemukan bahwa kebenaran tentang rumah dan hantu-hantu tersebut jauh lebih menakutkan daripada yang dia bayangkan.
10 8 Chapters
RAKA NAYA

RAKA NAYA

Nay, tunggu!" Ucap seseorang didalam lorong sekolah. "Kakak panggil saya?" Tanya seorang gadis yang merasa namanya di panggil. "Iya, lo Kanaya anak X IPS kan?" Tanya orang tersebut. "Iya Kak, ada perlu apa cari saya?" "Bisa ikut gue ke taman belakang sebentar? Tenang aja, gue orang baik-baik kok." Ucap orang tersebut meyakinkan sang Gadis. Kemudian gadis tersebut pun hanya menjawab dengan anggukan. Setelah sampai di taman belakang, mereka berdua lalu duduk pada bangku yang berada di bawah pohon besar yang terdapat disana. "Kakak siapa? Kenapa kok bisa kenal saya?" Ucap sang Gadis yang bernama Kanaya atau yang biasa dipanggil Naya. "Kenalin, gue Raka. Gue baru pindah dari Jakarta, dan disini gue gak punya temen, makanya gue pengen ajak lo kenalan," Jelas seseorang yang ternyata bernama Raka. "Kenapa kakak bisa tau nama saya? Kaka kenal saya?" Tanya Naya penasaran. "Tadi pas gue baru masuk, gue liat lo turun dari mobil, seketika gue langsung penasaran sama lo dan gue nanya sama salah satu murid disini, terus dia kasih tau nama sama kelas lo." "Oh gitu ya kak." "Jadi?" "Jadi apa kak?" "Lo mau berkawan sama gue?" "Maaf kak, saya banyak tugas." Kemudian Naya pergi meninggalkan Raka di taman tersebut seorang diri "Lo gak berubah Nay, lo masih kaya dulu tetap dingin ke semua cowok kaya dulu." Ucap Raka dalam hati.
0 6 Chapters
MISTERI SUMUR TUA

MISTERI SUMUR TUA

Reina gadis 18 tahun, memutuskan pindah ke Pelombo, suatu desa terpencil di Gunungkidul bersama keluarganya. Disana Reina dan keluarga tinggal di rumah nenek mereka, Nenek Iroh. Namun warga desa tidak suka dengan keberadaan keluarga Reina, warga pun mengucilkannya. Mereka menganggap keluarga Reina dapat membawa malapetaka. Suatu hari Reina mengumpat dan meludahi sumur tua di rumah neneknya itu, dari sini mulai lah kejadian-kejadian mistis terjadi. Reina di hantui oleh mahkluk halus, Nenek Iroh jatuh sakit dan badannya seperti mayat hidup. Akhirnya Pak Arya (Papanya Reina) menemui Mbah Darmo, dukun yang terkenal sakti di desa itu untuk memusnahkan mahkluk halus yang mengganggu keluarganya. Sayangnya Mbah Darmo tewas, tak mampu mengalahkan mahkluk itu. Kemal (Adiknya Reina) juga hilang secara misterius. Membuat Bu Mirna (Mamanya Reina) hampir gila. Reina memutuskan mencari Kemal bersama Bagas, teman baru Reina di desa itu. Secara diam-diam mereka juga mencoba menguak misteri sumur tua itu. Mereka bertemu dengan Nenek Bejo, adik dari Nenek Iroh. Nenek bejo menceritakan semua kejadian di masa lalu yang penuh dendam. Sumur tua itu ternyata sarang iblis jahat yang mempunyai dendam di masa lalu. Nenek Bejo ingin menyerahkan nyawanya kepada iblis itu untuk di tukar dengan raga Kemal agar Kemal kembali kepada keluarganya. Hal itu Nenek Bejo lakukan untuk menebus kesalahannya di masa lalu kepada Nenek Iroh.
10 16 Chapters

Akah makna simbolis 'Robohnya Surau Kami'?

3 Answers2026-05-06 00:47:47
Membaca 'Robohnya Surau Kami' selalu bikin aku merenung tentang betapa rapuhnya fondasi spiritual kita ketika dihadapkan pada modernisasi. Cerita ini bukan sekadar tentang surau yang runtuh secara fisik, tapi lebih tentang erodingnya nilai-nilai tradisional di masyarakat Minangkabau yang dulu sangat menjunjung tinggi agama.

Aku melihat surau sebagai simbol dari kepercayaan diri masyarakat yang mulai goyah karena pengaruh luar. Tokoh-tokoh dalam cerita seperti Haji Saleh menggambarkan generasi tua yang terombang-ambing antara mempertahankan tradisi atau mengikuti arus perubahan. Yang bikin sedih, runtuhnya surau ini seolah memprediksi bagaimana modernisasi bisa mengikis identitas budaya kita pelan-pelan.

Di mana latar tempat cerita Robohnya Surau Kami terjadi?

3 Answers2025-11-20 09:18:51
Membaca 'Robohnya Surau Kami' selalu mengingatkanku pada suasana pedesaan Sumatera Barat yang begitu kental. A.A. Navis, sang penulis, dengan mahir menggambarkan latar kampung Minangkabau yang sederhana namun sarat nilai-nilai tradisi. Surau dalam cerita ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi pusat kehidupan spiritual masyarakat. Aroma tanah basah selepas hujan, gemericik air di sungai kecil dekat surau, dan gemuruh suara azan yang menggema di antara pepohonan - semua detail ini membangun imajinasi yang hidup tentang setting cerita.

Yang menarik, latar tempat ini juga berfungsi sebagai metafora. Kehancuran surau mencerminkan erosi nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Deskripsi Navis tentang atap surau yang bocor dan dinding kayu yang lapuk seakan simbol dari kerapuhan keyakinan manusia. Setting geografis yang spesifik ini justru membuat cerita terasa universal, karena setiap pembaca bisa merasakan relevansinya dengan konteks masyarakat mereka sendiri.

Bagaimana ending cerita Robohnya Surau Kami?

4 Answers2026-05-04 19:03:07
Cerita 'Robohnya Surau Kami' oleh A.A. Navis berakhir dengan ironi yang sangat dalam. Tokoh utama, Kakek, adalah seorang yang taat beribadah namun justru dihukum oleh Tuhan karena hanya mementingkan urusan akhirat tanpa peduli pada kehidupan sosial. Kakek merasa dirinya suci karena selalu berdoa di surau, tapi ketika di akhirat, Tuhan menolaknya karena tidak pernah membantu sesama.

Akhirnya, surau yang menjadi simbol kesalehan Kakek roboh, menggambarkan betapa ibadah tanpa amal nyata adalah sia-sia. Ending ini menyindir orang-orang yang terlalu fanatik pada ritual agama tapi lupa pada kewajiban sosial. Aku selalu terpikir, bagaimana jika kita semua seperti Kakek? Dunia pasti akan hancur karena egoisme spiritual.

Apa sinopsis lengkap cerpen Robohnya Surau Kami?

4 Answers2026-05-04 02:58:41
Cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis adalah potret ironi kehidupan beragama yang dibungkus dalam narasi sederhana namun menusuk. Berkisah tentang seorang penjaga surau tua bernama Kakek, yang seumur hidupnya taat beribadah namun justru dianggap 'kafir' oleh malaikat setelah kematiannya karena tidak pernah bekerja mencari nafkah. Konflik batinnya muncul ketika ia menyadari ibadahnya selama ini sia-sia—ditambah lagi surau yang dijaganya roboh karena dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Yang menarik, Navis menggunakan simbol surau sebagai kritik halus terhadap praktik keagamaan yang hanya berhenti pada ritual tanpa aksi nyata. Adegan dimana Kakek diusir dari surga menjadi metafora kuat tentang keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial. Cerita ini meninggalkan aftertaste pahit: apakah kita ibarat Kakek yang sibuk 'mengurusi surga' tetapi lupa mengurusi bumi?

Siapa penulis cerita Robohnya Surau Kami dan sinopsisnya?

4 Answers2026-05-04 03:32:19
Ada satu cerita pendek dari Indonesia yang selalu bikin aku merinding setiap kali dibaca—'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis. Ini bukan sekadar kisah tentang seorang kakek penjaga surau, tapi tamparan keras tentang hypocrisy dalam beragama. Navis dengan jenius menggambarkan Kakek penjaga surau yang taat beribadah tapi akhirnya dihukum di akhirat karena selama hidup hanya sibuk dengan ritual tanpa pernah melakukan kebaikan nyata untuk sesama.

Yang bikin cerita ini timeless adalah bagaimana Navis mengkritik mentalitas 'asal rajin ibadah, pasti selamat' tanpa peduli tanggung jawab sosial. Endingnya yang twist—Sang Kakek justru dimasukkan ke neraka karena suraunya roboh akibat kelalaiannya—bikin pembaca tercengang. Aku sering merekomendasikan ini ke teman-teman yang suka sastra berat tapi penuh makna.

Siapa pengarang cerpen 'Robohnya Surau Kami'?

2 Answers2026-02-16 08:02:23
Membaca 'Robohnya Surau Kami' selalu membawa perasaan campur aduik—antara sedih, marah, dan kagum pada kedalaman ceritanya. A.A. Navis, sang maestro sastra Indonesia, menciptakan karya ini dengan begitu banyak lapisan makna. Aku ingat pertama kali menemukan cerpen ini di rak perpustakaan sekolah; sampelnya sudah compang-camping, tapi justru itu yang bikin penasaran. Navis bukan sekadar bercerita tentang surau yang roboh, tapi tentang bagaimana nilai-nilai agama bisa terkikis oleh kemunafikan dan kemalasan berpikir. Gaya bahasanya tajam tapi tetap puitis, seperti pisau berlapis velvet.

Aku sering merekomendasikan karya Navis ke teman-teman yang baru mulai erkembang dalam sastra Indonesia. Ada sesuatu yang timeless dari cara dia mengkritik masyarakat tanpa merasa menggurui. 'Robohnya Surau Kami' khususnya, meski ditulis puluhan tahun lalu, masih relevan banget sama kondisi sekarang. Terakhir kali diskusi online di grup sastra, banyak yang bilang karakter Kakek dalam cerita itu mirip banget sama figur-figur religius yang kita temui sehari-hari—penuh kontradiksi antara ucapan dan perbuatan.

Apa pesan moral dari cerita Robohnya Surau Kami?

4 Answers2026-05-04 04:50:15
Cerita 'Robohnya Surau Kami' dari A.A. Navis selalu bikin aku merenung setiap kali membacanya. Kisah tentang Kakek yang begitu setia menjaga surau, tapi akhirnya dihukum karena 'terlalu sibuk beribadah hingga lupa kehidupan nyata', itu sindiran tajam banget. Pesannya jelas: agama bukan cuma ritual, tapi juga bagaimana kita berbuat baik pada sesama. Kakek dihukum bukan karena rajin salat, tapi karena selama puluhan tahun nggak pernah ngasih makan anak yatim di depan suraunya. Itu tamparan buat kita yang kadang lebih peduli simbol agama ketimbang substansinya.

A.A. Navis pinter banget bikin pembaca tersentak. Lewat ironi Kakek yang justru masuk neraka, dia ngajarin kita bahwa ibadah tanpa empati itu kosong. Surau yang roboh mungkin metafora untuk agama yang cuma jadi tembok, bukan jembatan. Cerita ini selalu relevan, apalagi di zaman sekarang di mana orang bisa ribut soal hal-hal teknis agama tapi cuek sama kesenjangan sosial di sekitarnya.

Bagaimana alur cerita dalam 'Robohnya Surau Kami'?

3 Answers2026-05-06 14:54:49
Cerita 'Robohnya Surau Kami' dimulai dengan gambaran kehidupan tenang di sebuah surau kecil yang menjadi pusat spiritual bagi warga sekitar. Tokoh utamanya, seorang kiai tua, digambarkan sebagai sosok yang dihormati dan menjadi panutan. Namun, kedamaian itu perlahan retak ketika modernisasi mulai merambah desa, membawa perubahan nilai dan gaya hidup yang bertentangan dengan tradisi. Konflik batin sang kiai menjadi inti cerita, di mana ia harus memilih antara mempertahankan ajaran lama atau menyesuaikan diri dengan arus baru.

Puncak dramatis terjadi ketika surau itu sendiri—simbol kepercayaan dan stabilitas—mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik, seiring dengan merosotnya pengaruh sang kiai. Adegan robohnya surau bukan hanya peristiwa literal, tapi juga metafora untuk runtuhnya sebuah tatanan sosial yang dulu dianggap abadi. Endingnya meninggalkan rasa getir, membuat kita merenung tentang betapa rapuhnya fondasi budaya di hadapan perubahan zaman.

Siapa tokoh utama dalam 'Robohnya Surau Kami'?

3 Answers2026-05-06 03:30:21
Cerita 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis memang selalu bikin aku merenung setiap kali baca ulang. Tokoh utamanya, Haji Saleh, digambarkan sebagai sosok yang taat beribadah tapi terjebak dalam kesalehan semu. Aku suka cara Navis membongkar kontradiksi dalam diri Haji Saleh - di satu sisi dia rajin sholat dan bangun surau megah, tapi di sisi lain tak peduli dengan penderitaan orang sekitar.

Yang bikin karakter ini menarik adalah proses 'jatuhnya' yang simbolis. Surau yang roboh itu seperti metafora untuk kehancuran nilai-nilai agama yang hanya jadi ritual kosong. Aku sering ngobrolin ini di forum sastra, banyak yang bilang Haji Saleh itu representasi orang yang lupa bahwa agama harus berbuah pada tindakan nyata, bukan sekadar bangunan fisik atau gelar.

Apa pesan moral yang terkandung di Robohnya Surau Kami?

3 Answers2025-11-20 17:21:15
Cerita 'Robohnya Surau Kami' menyentuh hati karena menggambarkan konflik batin yang begitu manusiawi. Tokoh utamanya, seorang penjaga surau yang setia, justru dihantui rasa bersalah karena merasa tak cukup beribadah. Ironisnya, ia malah sibuk menghakimi orang lain yang dianggap 'kurang religius'. Pesannya jelas: agama bukanlah alat untuk mengukur kesalehan orang lain, tapi jalan untuk introspeksi diri.

Alurnya yang pahit mengingatkan kita bahwa kesombongan spiritual bisa meruntuhkan makna ibadah itu sendiri. Ketika surau—simbol ketulusan—roboh, itu pertanda bahwa bangunan keagamaan kita harus dibangun dari kerendahan hati, bukan penghakiman.

Related Searches

Popular Searches
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status