Membaca 'Si Bandel' seperti menyelami petualangan masa kecil yang liar tapi menyentuh. Novel ini bercerita tentang tokoh utama bernama Bandel, anak lelaki berusia 12 tahun dengan jiwa pemberontak dan rasa ingin tahu yang menggebu. Latarnya di sebuah desa kecil di Jawa, di mana Bandel terus-menerus membuat masalah: mencuri mangga tetangga, membolos sekolah, hingga terlibat perkelahian dengan anak kepala dusun. Namun di balik kenakalannya, tersimpan rahasia keluarga yang pelan-pulai terungkap—ayahnya yang sering hilang ternyata terlibat dalam aksi-aksi politik bawah tanah era 90-an. Klimaksnya mengharukan ketika Bandel harus memilih antara menuruti nafsunya atau menyelamatkan hubungan dengan ayah yang mulai rapuh.
Yang istimewa dari novel ini adalah bagaimana penulis membangun karakter Bandel yang multidimensional. Di satu sisi dia menjengkelkan, tapi di sisi lain pembaca justru bersimpati karena memahami latar belakang psikologisnya. Adegan ketika Bandel diam-diam menyapu lantai rumah nenek yang lumpuh sambil berpura-pura tidak peduli adalah momen kecil yang sangat kuat.
Cerita 'Si Bandel' itu punya tempat spesial di hati banyak orang yang tumbuh dengan bacaan lokal. Kalau ngobrol dengan kolektor buku lawas, biasanya mereka langsung menyebut nama S. Mara Gd sebagai penulisnya. Karyanya di era 70-an itu benar-benar menggambarkan semangat anak nakal dengan segala kelucuan dan kenakalannya yang khas.
Aku sendiri pertama kali nemuin buku ini di perpustakaan sekolah dasar, sampelnya udah compang-camping tapi tetap menarik untuk dibaca berulang kali. Karakter utamanya yang pemberontak tapi baik hati itu timeless banget, sampai sekarang masih relevan buat dibaca anak-anak zaman sekarang.
Membicarakan 'Si Bandel' selalu bikin aku semangat! Sejauh yang kuketahui, belum ada pengumuman resmi tentang adaptasi filmnya. Tapi, kalau melihat kesuksesan serial ini di kalangan penggemar, kayaknya bukan tidak mungkin suatu hari nanti bakal diangkat ke layar lebar. Aku pernah baca rumor di forum yang bilang ada produser tertarik, tapi belum ada konfirmasi.
Justru, yang lebih menarik, menurutku adaptasi anime mungkin lebih cocok buat menangkap esensi kelucuan dan dinamika karakternya. Bayangkan aja gaya animasi yang colorful dengan ekspresi exaggerated—bakal sangat pas dengan semangat ceritanya. Tapi ya, kita tunggu aja kabar resminya!