Orang Bertanya Convey Artinya Dalam Bahasa Indonesia?

I’m reading an Indonesian-translated web novel and the author uses ‘convey’ a lot. What’s the most fitting bahasa Indonesia meaning for story dialogue?
2025-11-07 11:52:01
195
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

4 Answers

Best Answer
LucyEllis
LucyEllis
Favorite read: Dear Teacher
Contributor Veterinarian
That's a pretty straightforward one — in Indonesian, 'convey' typically translates to 'menyampaikan' or 'mengkomunikasikan', depending on the context of what you're trying to express or pass along. It's a useful word when discussing how stories communicate their themes. Speaking of getting a message across, the web novel 'Making an Example Of' does this in a really darkly compelling way, centered on a protagonist whose public, brutal punishment becomes a twisted lesson for an entire society. The tension comes from seeing how that extreme act ripples outward and changes the rules for everyone.
2026-07-21 16:44:29
29
Daphne
Daphne
Favorite read: INTO YOUR WORLD 1
Expert Nurse
Kalau saya diminta menerjemahkan kata 'convey' ke dalam bahasa Indonesia, saya biasanya bilang inti maknanya adalah 'menyampaikan' atau 'mengungkapkan'. Kata ini nggak cuma tentang memindahkan barang; lebih sering dipakai untuk menyampaikan pesan, perasaan, atau informasi. Misalnya, "to convey a message" diterjemahkan menjadi "menyampaikan pesan", sedangkan "to convey an emotion" lebih tepat jadi "mengungkapkan perasaan" atau "membuat perasaan itu sampai ke orang lain".

Dalam percakapan sehari-hari saya sering menjelaskan perbedaan nuansa: kalau konteksnya formal atau teknis, "menyampaikan" dan "mengomunikasikan" pas; kalau konteksnya seni atau literatur, kata yang cocok bisa "menggambarkan" atau "menyentuh" — misalnya lukisan bisa "convey sadness" = "menggambarkan kesedihan" atau "membangkitkan kesedihan". Ada juga penggunaan fisik seperti "to convey goods" yang artinya "mengangkut barang" atau "mengirimkan barang", tapi itu lebih jarang dipakai dalam arti kiasan.

Saya suka kata ini karena fleksibilitasnya: satu kata Inggris ini bisa menempel ke banyak nuansa bahasa Indonesia tergantung konteks. Kalau sedang menerjemahkan, saya biasanya membaca kalimat penuh untuk memilih padanan yang paling natural; kadang itu 'menyampaikan', kadang 'menunjukkan', atau bahkan 'membuat orang merasakan'. Buat saya, memahami konteks adalah kuncinya, dan itu selalu membuat terjemahan terasa hidup.
2025-11-08 10:01:08
2
Mason
Mason
Active Reader Journalist
Saya biasanya jelasin singkat: 'convey' artinya 'menyampaikan' atau 'mengungkapkan'. Kalau saya ngobrol santai dengan teman yang belajar bahasa Inggris, saya sering kasih contoh supaya gampang diingat. Contohnya, "to convey information" = "menyampaikan informasi", "to convey feelings" = "mengungkapkan perasaan", dan "to convey goods" = "mengangkut barang".

Selain itu, saya bilang kalau penerjemahan tergantung konteks. Dalam teks sastra, 'convey' bisa jadi 'menggambarkan' atau 'membangkitkan', sementara di dokumen resmi lebih pas kalau diterjemahkan jadi 'menyampaikan' atau 'mengomunikasikan'. Kalau sedang nonton film atau baca buku, perhatikan bagaimana suasana disampaikan: itu juga bentuk 'convey'. Saya suka kata ini karena fleksibel dan sering muncul dalam banyak situasi, jadi belajar padanannya bikin kemampuan bahasa saya terasa makin kebuka.
2025-11-09 23:07:20
12
Kai
Kai
Favorite read: WE WERE TOGETHER
Ending Guesser Receptionist
Bagi saya, 'convey' adalah kata yang enak karena akar katanya memberi petunjuk: dari bahasa Latin 'convehere' yang secara harfiah berarti 'membawa bersama'. Dari sudut pandang penggunaan, itu berarti membawa sesuatu — bukan selalu benda fisik, melainkan gagasan, maksud, atau emosi. Jadi ketika saya menerjemahkan dokumen atau subtitle, saya sering memakai 'convey' sebagai 'menyampaikan', 'mengkomunikasikan', atau kadang 'menyiratkan' kalau nuansanya lebih halus.

Dalam praktik terjemahan, memilih padanan tergantung pada pelokalan. Contoh sederhana: "The film conveys a sense of loneliness" akan saya terjemahkan jadi "Film itu menyiratkan/menyampaikan rasa kesepian"; pilihan antara 'menyiratkan' dan 'menyampaikan' bergantung pada seberapa eksplisit rasa itu disajikan. Untuk istilah teknis seperti hukum atau transportasi, 'convey' bisa berarti 'mentransfer' atau 'mengalihkan' (misalnya hak kepemilikan), jadi tidak selalu sama satu-ke-satu dengan 'menyampaikan'.

Saya suka menggali konteks ketika menerjemahkan sehingga nuansa tetap terjaga. Kalau mau cepat, 'menyampaikan' aman, tetapi untuk kualitas terjemahan yang lebih tajam saya selalu cek konteks lengkap — itu yang membuat hasilnya terasa 'nyambung' di telinga pembaca lokal.
2025-11-12 02:26:36
6
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Pelajar mencari convey artinya dan contoh kalimat?

3 Answers2025-11-07 15:28:08
Kalau saya jelaskan secara langsung, 'convey' berarti 'menyampaikan' atau 'mengungkapkan'—itu inti yang paling sering dipakai. Kata ini dipakai ketika seseorang ingin membawa sebuah pesan, perasaan, atau informasi dari satu pihak ke pihak lain. Dalam bahasa Indonesia kamu sering menemukannya sebagai kata kerja: menyampaikan ide, mengungkapkan emosi, atau bahkan 'membawa' makna tertentu. Contoh kalimat (Inggris → terjemahan): 1) The teacher tried to convey the importance of practice. → Guru itu berusaha menyampaikan pentingnya latihan. 2) Her smile conveyed her gratitude. → Senyumannya mengungkapkan rasa terimakasih. 3) The documentary conveys a strong message about conservation. → Film dokumenter itu menyampaikan pesan kuat tentang pelestarian. 4) It’s hard to convey sarcasm in text. → Sulit menyampaikan sarkasme lewat tulisan. Sedikit tips dari pengamatan saya: perhatikan konteks—'convey' sering dipakai untuk hal yang bersifat abstrak (perasaan, pesan, arti), bukan untuk barang fisik yang dipindahkan. Kalau benda fisik biasanya kita pakai 'deliver' atau 'bring'. Juga perhatikan struktur kalimat: sering diikuti oleh objek langsung ('convey a message', 'convey emotion') atau diikuti oleh 'that'-clause ('convey that something is true'). Semoga ini membantu saat kamu menemui kata ini di buku, artikel, atau tugas. Saya sendiri suka bagaimana satu kata kecil bisa membawa nuansa yang berbeda tergantung konteksnya.

Orang sering bertanya: spank artinya apa dalam bahasa Indonesia?

5 Answers2026-02-02 22:13:34
Gue sering dengar pertanyaan itu dari teman-teman yang lagi belajar bahasa Inggris, jadi aku jelasin pake bahasa sehari-hari biar gampang dimengerti. 'Spank' pada dasarnya berarti menepuk atau memukul pantat—biasanya sekali atau beberapa kali—dan sering dipakai dalam konteks hukuman ringan untuk anak atau hewan. Dalam terjemahan langsung ke Bahasa Indonesia paling pas itu 'menepuk pantat' atau 'memukul pantat'. Contohnya: "He spanked the toddler for running into the street" akan jadi "Dia menepuk/memukul pantat si balita karena lari ke jalan." Tapi perlu dikasih catatan: konteksnya bisa beda-beda. Di beberapa situasi, kata ini juga punya konotasi seksual (misalnya dalam cerita dewasa atau fantasi), jadi sensitif kalau dipakai tanpa memberi tahu atau tanpa persetujuan. Kalau ngomong ke orang tua atau teman, biasanya aku sarankan pakai kata yang lebih netral seperti 'menegur fisik' atau jelasin konteksnya biar nggak salah paham. Akhirnya aku lihatnya sebagai kata sederhana tapi penuh nuansa—berguna, tapi perlu hati-hati saat dipakai.

Orang bertanya gold digger artinya seperti apa?

4 Answers2026-01-31 02:39:05
Kalau orang bilang 'gold digger', aku langsung kepikiran sosok yang pacaran atau dekat sama orang lain utamanya karena uang atau fasilitas, bukan karena ketertarikan personal. Istilah ini sering dipakai secara kasar buat men-judge, padahal kenyataannya ada nuansa yang perlu dipahami: ada yang memang sengaja mencari keuntungan materi dari hubungan, tapi ada juga yang mengejar stabilitas setelah mengalami kesulitan finansial. Di lingkunganku, label ini kerap dilempar di grup chat tanpa melihat konteks. Aku suka menelaah sedikit lebih jauh—apa motivasinya, bagaimana sejarah hubungan itu, dan apakah ada kesepakatan antara kedua pihak. Kadang yang disebut 'gold digger' sebenarnya sedang membuat pilihan hidup realistis; kadang juga memang ada manipulasi finansial. Intinya, istilahnya gampang dipakai tapi kompleks; aku jadi lebih hati-hati menilai orang hanya dari kata itu, dan lebih suka melihat tindakan dalam jangka panjang sebelum memberi cap, itu saja yang aku rasakan.

nakal artinya apa dalam bahasa Indonesia yang tepat?

3 Answers2026-02-01 13:03:36
Heh, kalau kita kupas kata 'nakal' itu seru banget karena nuansanya nggak selalu hitam-putih. Aku pakai kata ini paling sering buat anak-anak — 'nakal' di sini biasanya berarti usil, suka jahil, atau melanggar aturan kecil seperti mencoret buku atau mengambil permen tanpa izin. Dalam konteks itu, 'nakal' bersifat ringan dan sering disertai senyum geli; orang tua atau guru biasanya bilang dengan nada bercanda sekaligus menegur. Contoh kalimat: 'Dia nakal, suka iseng temannya.' Tone-nya lebih ke lucu dan menggemaskan ketimbang jahat. Tapi penting juga buat tahu bahwa 'nakal' punya rentang arti yang lebih luas. Di situasi dewasa atau formal, 'nakal' bisa bermakna lebih serius, seperti perilaku tak bermoral atau bertentangan dengan norma—misalnya 'perbuatan nakal' yang mengarah pada tindakan tidak pantas atau melanggar hukum, meski ungkapan itu sendiri agak kuno untuk konteks hukum modern. Selain itu, ada nuansa genit atau berkonotasi seksual ketika dipakai untuk orang dewasa: kata ini bisa berarti 'nakal' dalam arti menggoda atau cabul jika konteksnya demikian. Aku sering mengingatkan teman untuk hati-hati memilih kata ini agar tidak menimbulkan salah paham. Kalau mau sinonim santai, ada 'usil', 'jahil', atau 'bandel'—tetapi tiap kata punya rasa berbeda: 'usil' lebih ke gangguan kecil, 'jahil' lebih ke prank, sedangkan 'bandel' biasanya untuk anak yang nggak nurut. Intinya, pakailah sesuai konteks dan nada bicara; kata yang sama bisa membuat orang tertawa atau tersinggung. Buatku, 'nakal' itu hangat kalau dipakai dengan cinta dan waspada kalau dipakai sembarang, jadi aku selalu suka menimbang dulu sebelum melontarkannya.

Guru bahasa Inggris mengajarkan convey artinya kepada murid?

4 Answers2025-11-07 04:45:07
Saya suka memulai pelajaran dengan sesuatu yang sederhana namun berkesan ketika menjelaskan arti 'convey'. Pertama, saya memberi definisi singkat: 'convey' berarti menyampaikan sesuatu — bisa pesan, perasaan, atau informasi — dari satu orang ke orang lain. Lalu saya tunjukkan contoh konkret: "Her eyes conveyed sadness" (matanya menyampaikan kesedihan) atau "The report conveys the main idea" (laporan itu menyampaikan gagasan utama). Saya sering meminta murid membedakan 'convey' dengan kata yang lebih langsung seperti 'say' atau 'tell' untuk menekan nuansa: 'convey' sering membawa makna proses atau efek pada penerima. Sebagai latihan, murid melakukan roleplay berpasangan; satu orang mencoba 'menyampaikan' emosi tanpa kata (melalui nada suara atau ekspresi), sementara pasangannya menebak pesan yang 'conveyed'. Saya juga pakai teks pendek dari 'The Little Prince' atau lirik lagu untuk membahas bagaimana penulis menyampaikan makna tersirat. Di akhir, saya minta mereka menulis kalimat sendiri menggunakan 'convey' sehingga konsepnya melekat. Itu selalu terasa memuaskan melihat mereka mulai menggunakan kata itu dengan percaya diri.

Orang sering bertanya bargain artinya di pasar?

3 Answers2025-11-06 09:39:17
Di pasar tradisional tempat aku sering keliling, kata 'bargain' biasanya dipahami sebagai proses tawar-menawar — bukan sekadar harga murah, tapi usaha mencapai kesepakatan yang terasa adil untuk kedua pihak. Aku sering jelaskan bahwa kalau penjual bilang harga 50 ribu dan pembeli berhasil dapat 30 ribu, itulah 'bargain' dalam praktik: transaksi yang dinegosiasikan. Di banyak tempat, menawar itu bagian dari budaya dan cara berinteraksi; kadang jadi obrolan kecil yang hangat, bukan hanya soal uang. Praktisnya, aku pakai beberapa trik sederhana saat menawar: ajukan harga lebih rendah dari target sebenarnya, tunjukkan ketidaktertarikan sedikit, atau tawar dalam paket kalau beli banyak. Jangan lupa bahasa tubuh — senyum, santai, dan tetap menghormati penjual. Ada juga batas etis: jangan menawar sampai membuat penjual rugi total, apalagi kalau mereka jelas sudah pasang harga minim untuk hidup. Kadang aku sengaja tanya asal barang atau proses pembuatannya dulu, karena cerita di balik produk sering membuat penjual lebih fleksibel atau malah membuatku rela membayar sedikit lebih. Di era online, konsep 'bargain' berubah sedikit: ada toko yang benar-benar harga tetap, tapi di pasar digital seperti grup jual-beli atau live commerce, tawar-menawar masih hidup. Aku menikmati ritme tawar-menawar itu—seperti tarian kecil antara harga dan cerita, dan seringkali yang membuat pengalaman belanja lebih berkesan daripada cuma menekan tombol beli.

heartless artinya apa dalam bahasa Indonesia?

4 Answers2026-02-02 09:13:19
If you translate 'heartless' langsung ke Bahasa Indonesia, saya biasanya memilih 'tidak berperasaan' atau 'tanpa hati' sebagai padanan paling netral. Dalam percakapan sehari-hari orang juga sering memakai kata 'kejam' ketika maksudnya lebih ekstrem: bukan sekadar kurang empati, tapi benar-benar bertindak kasar atau menyakitkan tanpa penyesalan. Saya sering pakai contoh kecil untuk menjelaskan nuansa itu. Misalnya, kalau seseorang mengabaikan perasaan teman yang sedang sedih, saya bilang dia 'tidak berperasaan'. Tapi kalau seseorang menyakiti orang lain dengan sengaja untuk keuntungan sendiri, saya akan menyebutnya 'kejam' atau 'tanpa hati'. Di tulisan fiksi atau lirik lagu, 'heartless' bisa dimaknai lebih puitis—seperti hati yang beku, atau kehilangan kemampuan mencintai. Intinya, pilih terjemahan sesuai konteks, dan saya cenderung memilih kata yang mempertahankan nuansa emosi dari kalimat aslinya. Itu yang paling penting menurut saya.

Penulis menjelaskan convey artinya dalam konteks novel?

3 Answers2025-11-07 00:18:42
Aku sering membayangkan kata 'convey' seperti jembatan halus antara penulis dan pembaca: bukan cuma apa yang tercetak di halaman, melainkan bagaimana pesan, suasana, dan perasaan itu menyeberang ke kepala kita. Dalam konteks novel, 'convey' berarti menyampaikan — tapi bukan sekadar memberi informasi. Penulis menyampaikan tema melalui pilihan kata, ritme kalimat, sudut pandang, dialog yang tersirat, dan gambar-gambar kecil yang menempel lama. Misalnya, seorang tokoh yang selalu menyentuh gelas kopinya bisa 'convey' kecemasan tanpa pernah berkata 'aku cemas'. Tekniknya banyak: showing vs telling, subteks dalam dialog, simbolisme yang berulang, dan penggunaan sudut pandang yang tepat. Suasana bisa dikonstruuksi lewat detail sensorik (bau, suara, tekstur), sementara motif berulang menguatkan makna tematik. Pilihan narrator juga krusial — narrator terbatas membatasi informasi sehingga beberapa hal 'conveyed' lewat implikasi, sedangkan narrator omniscient bisa secara eksplisit menyorot moral atau konteks. Contoh sederhana: di 'To Kill a Mockingbird' bahasa dan perspektif anak 'convey' ketidakadilan rasial dengan cara yang lembut tapi menusuk. Aku suka ketika sebuah kalimat kecil melakukan pekerjaan besar: satu metafora yang pas bisa men-convey nostalgia atau penyesalan lebih efektif daripada paragraf panjang yang menjelaskannya. Bagi pembaca, menikmati proses ini seperti merangkai teka-teki—menangkap apa yang disampaikan antara baris. Untuk penulis, kuncinya adalah percaya pada pembaca dan memberikan cukup petunjuk sehingga pesan menyeberang tanpa harus dijembatani secara kasar. Itu yang bikin membaca jadi pengalaman yang hidup bagiku.

Translator membandingkan convey artinya dengan menyampaikan?

3 Answers2025-11-07 04:18:33
Kalau kamu lagi mengoreksi terjemahan, aku biasanya memperlakukan 'convey' sebagai kata yang fleksibel — dan ya, seringkali artinya berdekatan dengan 'menyampaikan', tapi tidak selalu tepat sama. Dalam banyak konteks sehari-hari, 'convey a message' memang setara dengan 'menyampaikan pesan'. Contohnya kalimat "She tried to convey her concern" bisa diterjemahkan menjadi "Dia mencoba menyampaikan kekhawatirannya." Namun, 'convey' juga sering dipakai untuk hal-hal yang kurang literal: untuk menyampaikan perasaan, memberi kesan, atau bahkan membawa barang (dalam konteks transportasi). Untuk nuansa perasaan atau kesan, terjemahan yang lebih pas bisa jadi 'mengungkapkan', 'memberi kesan', atau 'menyiratkan'. Sebagai penggemar cerita visual seperti 'Spirited Away', aku suka memperhatikan bagaimana film atau novel 'convey' atmosphere tanpa kata-kata langsung. Di situ kamu tidak cukup pakai 'menyampaikan' saja; kadang lebih cocok 'menghadirkan suasana' atau 'menyiratkan suasana'. Untuk terjemahan profesional, aku sarankan periksa kolokasi dan tujuan kalimat: apakah sumbernya murni informatif, emosional, persuasif, atau teknis? Misalnya 'convey meaning' bisa jadi 'mengandung makna' atau 'menyampaikan makna', sedangkan 'convey goods' jelas 'mengangkut barang'. Intinya: ya, 'convey' sering bisa diterjemahkan menjadi 'menyampaikan', tapi pilih kata sesuai konteks—'mengungkapkan', 'memberi kesan', 'menyiratkan', atau 'mengangkut' bisa lebih tepat. Aku selalu senang ketika pilihan kecil semacam ini bikin terjemahan jadi hidup dan nggak kaku, itu terasa seperti menyulap kata jadi suasana.

Apa unconditionally artinya dalam bahasa Indonesia?

3 Answers2026-01-31 20:41:26
Kalau disederhanakan, 'unconditionally' berarti 'tanpa syarat' atau 'secara tidak bersyarat'. Saya biasanya jelaskan ini dengan dua kata: tidak ada prasyarat, dan tidak ada pengecualian. Dalam bahasa Indonesia sehari-hari yang paling alami adalah 'tanpa syarat' atau 'tanpa syarat apa pun'. Dalam teks yang lebih formal kamu juga bisa menemukan 'secara tidak bersyarat' atau 'secara mutlak', meski 'mutlak' kadang menyiratkan kekuatan yang sedikit berbeda. Contoh praktisnya banyak: 'unconditional love' jadi 'cinta tanpa syarat', 'unconditional surrender' diterjemahkan menjadi 'penyerahan tanpa syarat', dan 'accepted unconditionally' = 'diterima tanpa syarat'. Di ranah hukum dan bisnis kadang dipakai 'tanpa prasyarat' untuk menekankan tidak ada kondisi yang harus dipenuhi. Saya suka memperhatikan nuansa: 'tanpa syarat' itu jelas dan simpel, sementara 'secara mutlak' sering terasa lebih berat atau dramatis. Kalau ditarik ke pengalaman pribadi, kata ini selalu membawa rasa besar — bisa hangat seperti cinta orangtua, atau serius seperti keputusan hukum yang final. Kadang aku gunakan juga sebagai pengingat sederhana: kalau sesuatu diberi 'tanpa syarat', itu berarti tidak ada jalan belakang, dan itu menarik sekaligus menakutkan menurutku.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status