About Keenan
Ada kekaguman yang diam-diam tumbuh, meski tak pernah ia tunjukkan.
Keenan terdiam. Kalimat Kafka menggema dalam dirinya, merasuk ke dalam lapisan-lapisan hatinya yang selama ini jarang disentuh oleh siapa pun. Sesuatu dalam kalimat itu membuat dadanya terasa hangat, seolah beban lelah setelah hari yang panjang sedikit demi sedikit sirna. Di balik candaan dan persaingan mereka, ternyata ada seseorang yang selalu mengawasinya, memperhatikannya. Keenan tersenyum kecil, senyum yang penuh makna, seolah mengisyaratkan bahwa ia memahami apa yang Kafka maksud, tanpa harus berkata banyak.