Sisa Cahaya di Jalan Gelap
JI_MIL
Dalam hening yang pekat, Ratri bergumam lirih, suaranya nyaris tak terdengar kecuali bagi hati yang begitu remuk:
“Ya Allah… ampunilah aku. Tolong ambillah nyawaku ini, ya Rabb, aku sudah tak tahan lagi menapaki jalan ini. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku. Ampuni aku, Ya Allah.”
Air matanya mengalir tanpa daya. Ia menutup mata, berharap doa itu menjadi penawar atau setidaknya, penghibur di saat dunia terasa amat kejam.