Ifat
Ia membuka tirai jendelanya tepat ketika kakiku menyambar lampu taman.
“Kamu kesurupan, ya??” Begitu semburnya tadi siang.
Aku diam dan menunduk. Kukalungkan kedua tanganku di depan perut dan berusaha memasang wajah semelas mungkin.
“Kamu pikir kamu itu Naruto??”
Aku tetap diam, menahan malu yang luar biasa dibilang Naruto.
“Kamu mau kerja apa mau jadi jagoan??!”