Ifat

Ifat

last updateÚltima actualización : 2024-06-25
Por:  AyusqieCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
12 calificaciones. 12 reseñas
232Capítulos
3.7Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

”Ada cinta yang terlarang di sana, nafsu yang terkekang, cinta tak berbalas, bertepuk sebelah tangan, penolakan, penampikan, perjuangan, pengorbanan, pertarungan, tetes darah, airmata, juga..,” Mira boleh cantik dan kaya. Leony juga bisa menarik bak artis sinetron. Anggun sang pramugari pun menawan bak bidadari. Riska yang seorang guru juga ayu plus salihah. Ada pula Jihan dan Ika yang keduanya masih gadis dan masih berkuliah. Namun, Ifat justru jatuh cinta pada Kassandra yang seorang wanita tunasusila?? Apa yang dimiliki Kassandra hingga Ifat tidak sanggup melupakannya bahkan ketika sudah dipisahkan oleh jarak dan waktu? Perjuangan dan kepahitan hidup bagaimana pula yang ia jalani bersama Joni Johan bersaudara dan Ucon? Semuanya akan Anda dapatkan di sini, di dalam novel IFAT yang sangat menguras perasaan dan juga emosi. Selamat membaca, selamat menikmati.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1: Bukan Superman

IFAT 

Bab 1: Bukan Superman. 

Bandar Baru, Februari 2008.

”Tolooong..!”

Aku terkesiap. Suara teriakan minta tolong itu sontak memutus lamunanku yang sudah terlalu jauh entah ke mana. Aku menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari asal suara.      

”Tolooong..!”

Samar-samar suara teriakan itu terdengar lagi. Desauan angin malam di tiang-tiang lampu dan pohon peneduh membuatku kesulitan untuk menerka sumber suara.

”Sepertinya dari sana,” pikirku, di arah kanan dari tempatku duduk ini. Aku segera bangkit, meraih tas ranselku dari trotoar dan berjalan menuju asal teriakan tadi.

Pukul sebelas malam. Suasana kota Bandar Baru begitu sepi semenjak disiram gerimis maghrib tadi. Tidak ada mobil atau motor yang melintas di jalan. Penduduk kota ini sepertinya terlalu cepat beranjak ke peraduan.

Aku terus tergopoh-gopoh sembari menggendong tas ranselku. Setelah melewati sebuah perempatan, aku segera belok kanan, dan, di situ rupanya..,

”Toloooong..!”

Aku melihat seorang wanita yang berjalan mundur-mundur, penuh ketakutan, berusaha menjauhi dua orang lelaki yang sedang memburunya dari dua arah yang berbeda.

Beberapa detik aku tercekat, menelan ludah. Aku bingung pada pilihan-pilihan yang akan aku lakukan selanjutnya.

Sang wanita terus berputar-putar di sekitar mobilnya, sembari memukul-mukulkan tas jinjingnya pada dua lelaki yang kuduga sebagai perampok itu.

”Serahkan uangmu!” Ancam mereka sembari menghunus pisau belati.  

”Aku sudah tidak punya uang lagi!” Pekik sang wanita bercampur pasrah.

”Semuanya sudah aku serahkan ke kalian!”

”Serahkan tas kamu!” Ancam perampok lagi.

”Toloooong..!” Pekik sang wanita histeris.

Menyaksikan itu darahku berdesir, jantungku berdegup kencang. Aku ingin kembali ke tepi jalan Sudirman tadi dan berpura-pura tidak melihat kejadian itu, lalu menganggap bahwa aku ini hanyalah kucing buduk kelaparan di tengah kota.

Jika aku turun menyelamatkan wanita itu, bisa mati konyol aku. Aku memang punya kemampuan bela diri, tapi itu dulu, dan itu pun hanya seujung kuku. Lagi pula, sejujurnya aku belum pernah menghadapi orang bersenjata.

Ketika aku menyelamatkan seorang penumpang sewaktu masih jadi kondektur bus di Jakarta dulu, aku tidak tahu bahwa preman itu memiliki senjata. Jika tahu, mungkin ceritanya akan berbeda.

Kejadian selanjutnya berlangsung amat cepat. Perampok itu kian merangsek. Mereka merampas dan membetot tas jinjing milik korban.

Namun, sang wanita itu berusaha untuk bertahan. Tarik menarik pun terjadi.

”Toloooong!” Teriaknya semakin takut dan panik.

”Serahkan tas kamu!” Bentak sang perampok yang kian marah.

”Serahkan kunci mobil kamu!” Bentak perampok yang satu lagi.

”Cepat!”

”Tolooong..!”

Aku menolah-noleh, berharap ada orang lain yang melintas supaya bisa kuajak untuk membebaskan wanita itu dari todongan perampok. Tak ada, tak ada orang yang melintas. Kota Bandar Baru ini tampak serupa kota mati.

Aku pun berharap pada petugas sekuriti yang ada di gedung sebuah bank, tak jauh dari lokasi perampokan itu terjadi.

Namun rupanya, petugas itu tengah tertidur hingga tidak mendengar suara pekikan sang wanita.

”Tolooong..!”  

”Mau mati kamu ya??”

”Serahkan tas kamu, cepaaat..!!”

Akibat tarikan paksa perampok, wanita itu terjatuh di aspal, lututnya berdarah. Namun ia tetap gigih mempertahankan tasnya. Ia cepat berdiri dan tanpa henti berteriak minta tolong.

Perampok pun semakin kalap. Oh, teganya, ia memukul wanita itu!

 Jadi begitukah? Tidak ada sesiapa yang menolongnya? Sampai detik ini aku masih tak tahu apa yang harus kuperbuat.

Melihat pantulan sinar lampu kota di pisau belati perampok itu hatiku kecut, sangat. Aku berharap semoga satpam bank mendengar pekikan wanita itu, menunda mimpinya memiliki uang sebanyak isi bank yang dijaganya.

Perampok semakin naik pitam. Juga kepanikan, membuatnya gelap mata. Dia, dia,  oh tidak! Dia menghunjamkan pisau belati ke arah wanita itu!

Jadi begitukah? Tak ada orang yang menolong wanita malang itu? Juga satpam bank itu, tidak terbangun juga?

Ah, barangkali sudah nasib wanita cantik itu tamat riwayat di tangan perampok, supaya ada berita untuk ditulis para kuli tinta.

Tapi ternyata, dugaanku meleset. Tepat dua inci sebelum belati sang perampok menghunjam lambung wanita itu, tiba-tiba saja, ada sebuah tangan lain bergerak cepat, tap! menahan deras laju belati.

Kejadian selanjutnya juga sangat cepat. Sebuah kaki bersepatu hitam sol karet putih menyasar dada perampok itu, bug! Gerakannya cepat sekali, hampir tak mampu diikuti pandangan mata. Perampok pun terjengkang.

Melihat seseorang yang tiba-tiba muncul sebagai pahlawan, layaknya Superman baru keluar dari boks telepon, perampok lain yang masih mencengkeram tas sang wanita terkejut bukan kepalang. Namun sedetik kemudian amarah kembali mendidihkannya.

”Heeii.. anjiang!” makinya dalam bahasa daerah.

”Jangan ikut campur ya!! Siapa kau?!!” Ancamnya pula seraya mengacungkan belati.

Dengan tenang, santai, dan berkesan tak takut mati, pemuda konyol bersepatu sol karet itu menjawab.

”Ah, bukan siapa-siapa, cuma kebetulan lewat,” kataku.

Kataku?

Heii!! Konyol sekali aku!!  

********

Lebih dari separuh niatku ini adalah kenekatan. Lalu jika ada yang bisa aku lakukan, ini semua adalah sisa-sisa dari kemampuanku sebagai mantan atlet juara PORDA;

Maka, inilah yang disebut dengan tendangan sapuan melingkar; bakk! Kakiku pun mendarat sempurna di kepala seorang perampok.

Lalu, ini yang disebut teknik bantingan menggunakan tenaga lawan; brugg! Perampok yang kedua pun terbanting di atas aspal.

Kemudian, inilah yang disebut dengan teknik kuncian bahu.

”Aaaakh! Aaa.., aduuhh..!” pekik seorang perampok yang berhasil aku cengkeram dengan kuncianku.

Ini bukan film, tapi kejadian selanjutnya persis seperti yang ada di film-film. Tak peduli itu memukaunya film Hollywood, melankolisnya film Bollywood, atau bahkan konyolnya film Indonesia.

Setelah kedua perampok itu kubikin keok, satpam bank pun terbangun. Dua petugas keamanan itu tergopoh-gopoh menghampiri, kasak-kusuk sebentar, menelepon polisi, lalu dengan tangkas memborgol dua perampok itu.

Tak berapa lama kemudian polisi datang dengan mobil patroli. Mereka bekerja amat profesional. Begitu cekatan mereka mengumpulkan informasi, bukti-bukti, dan ini yang paling aku suka, yaitu; mereka melemparkan tubuh kedua perampok itu ke dalam mobil patroli.  

Brag!

Brug!

”Aaduuh..!”

********

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reseñasMás

Nina Milanova
Nina Milanova
Suka cerita yang dewasa kaya gini.
2026-01-05 06:27:07
0
0
Eɩma Zųɭŋaɩŋųɭ
Eɩma Zųɭŋaɩŋųɭ
Bagus ceritanya Ayusqie.. sudah jadi diri sendiri ya. ...
2024-10-05 07:59:38
1
1
Rubi man
Rubi man
MANTUL, CERITANYA SANGAT MEMOTIFASI PEMBACA DALAM MENGHADAPI PROBLEMATIKA KEHIDUPAN, LANJUT THOR, SEMANGAT............
2024-06-04 07:11:30
2
1
carsun18106
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
2024-06-02 20:44:42
2
1
syeraluna
syeraluna
saya sangat menyukainya cerita nya menarik
2024-04-19 18:24:07
2
1
232 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status