BUKAN OB BIASA
Kalimat Robert terhenti begitu melihat Adam yang berdiri di dekat pintu ruangannya dan sedang menatapnya dengan tatapan tajam, seakan siap untuk membunuhnya.
Robert terkejut, tidak ada angin, tidak ada hujan, seorang OB tiba-tiba masuk dengan kasar seperti itu ke dalam ruangannya. Melihat ekspresi bengis diwajah Adam, Robert merasa sedikit keder. Namun, Ia adalah seorang manajer dan tidak ingin kehilangan reputasinya begitu saja.
"OB Kurang ajar, beraninya kamu menghancurkan pintu ruanganku. Kamu saya pecat!" Teriaknya lantang coba mengancam.