Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Tatapan Johan sedikit berubah, lalu dia tertawa kecil dan berkata dengan nada dingin, "Begitu ya? Mungkin aku salah ingat. Tapi bukankah itu justru membuktikan bahwa buku ini memang nggak konsisten dan nggak layak dibanggakan? Kalau pengarangnya sendiri menulis dengan isi yang saling bertentangan, bagaimana mungkin bisa disebut karya sastra besar? Mana bisa dibandingkan dengan karya klasik luar negeri?"
Bradford menatapnya dengan senyum menyindir. "Justru poin itu yang ingin kubantah sejak awal. Pak Johan bilang karya sastra dalam negeri hanya menampilkan fenomena sosial, sedangkan karya luar negeri menggambarkan sisi manusia. Tapi Pak Johan hanya melihat permukaannya, tidak memahami lapisan