Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
I Let You Go, My Alpha, on Our Wedding Day

I Let You Go, My Alpha, on Our Wedding Day

In the fifth year of my mating to Alpha Tom, his childhood sweetheart, Becky Bell, was splashed across every tabloid in the territory. Pregnant. Unmated. And accused of shattering another couple’s bond. The rumors hit like a rogue’s ambush. But it was his reaction that truly gutted me. “Becky’s father once saved me, she has no pack, no family left. Everything she’s accomplished… she clawed her way to it. Alone.” My fingers clenched tighter around the pregnancy test tucked away in my purse. “And the only way to protect her now,” he continued, not even looking me in the eye, “is for me to marry her. To claim the pup as mine.” “And what about me?” I asked, barely more than a whisper. My voice cracked. The Sunfire Pack and the Golden Fang Pack—my pack—had been allies for over a century. “How do I explain this sudScott rejection to my parents? To my pack? To the elders? They know we're mate bond.” Alpha Tom inhaled sharply. “Just tell them it was always a business arrangement. That there was no real love between us.” My wolf bared her teeth at that. He had the audacity to look away. “Once the media frenzy dies down, I’ll come for you. I’ll bring you back to Sunfire Pack and give you the grand wedding you deserve.” I stared at him. This Alpha—was seriously telling me he was going to marry another she-wolf, claim her pup, let me get torn apart by pack gossip and speculation, and then what? he's offering me his marriage like it’s some kind of charity? My fingers twitched, aching to throw the pregnancy test at him. But I didn’t. I laughed. For three years, I had been the one he discarded—over and over. And now, even my marriage was to be sacrificed for her sake. It hit me then, sharp and cold: It's time for me to leave him
Short Story · Werewolf
10.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PENGANTIN PENGGANTI

PENGANTIN PENGGANTI

"Hei, apa-apaan kamu? Siapa kamu?" teriak gadis yang sedang di tarik tiba-tiba oleh orang tidak di kenal begitu dia memasuki sebuah cafe. "Pleaseee, sebentar aja. Tolong bantuin aku sebentar ya Dek. Sepuluh menit, Lima menit, nggak ... nggak, dua menit," ujar pria muda yang menarik lengannya dengan wajah memelas. "Aku sedang terdesak dan tidak tahu harus minta tolong siapa lagi, tolong ya, Dek," ujar pria itu lagi karena dia di pelototin oleh gadis muda yang sembarang dia tarik. Karena tak kunjung di jawab, dengan keberanian yang datang entah dari mana, dia mendekat dan berbisik mengatakan maaf. Tangannya membelai rambut gadis itu dan mendekatkan bibirnya ke puncak kepala itu dan menciumnya. Entah apa tujuannya, tapi dia terlihat seolah-olah sedang memberi kekuatan pada gadis yang sedang di landa kebingungan itu. "Apa yang k--?" "Sttt, tolong berpura-puralah jadi kekasihku. Aku akan membalasnya dengan apapun yang kamu minta setelah ini. Aku lagi di awasi, sorry ya udah lancang pegang kepala kamu," jawab pria itu dengan nada penuh permohonan dan suaranya sangat halus dan terdengar tulus saat meminta maaf. "Lancang bangat malah," gumam gadis itu setelah mengingat bahwa selain di pegang dan di elus, kepalanya juga di cium. Dan sekarang, tangannya di gandeng tanpa permisi dengan begitu erat karena si pria juga khawatir gadis random yang di seretnya kabur tiba-tiba sebelum acara inti dari pencomotan random ini di mulai. "Sorry, nama kamu siapa, Dek?" "Ella!" "Tian, Sebastian," jawab pria itu nyaris berbisik walau gadis bernama Ella itu tidak menanyakan balik namanya. Pintu VIP di dorong dan Ella langsung berkeringat dingin begitu melihat beberapa orang sedang duduk melingkar di sebuah meja perjamuan yang cukup luas. Pria dan wanita, tua dan muda, semua mata menatap pada mereka yang baru saja menapakkan kaki di ambang pintu. "Mami, ini Ella. Pacar Tian."
Romansa
448 viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
394041424344
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status