Terjerat Pesona Mama Temanku
“Dia … ada di rumah ini. Sponsor.”
Adit mengerutkan dahi, bibirnya terbuka hendak bertanya, tapi Bela mendahului. “Tadi aku bicara sama dia. Sangat dekat. Nafasnya, suaranya … aku kenal. Itu dia. Aku nggak mungkin salah.” Suara Bela bergetar, dan Adit memperhatikan jemarinya yang sedikit mencengkeram udara, seperti masih mencoba memegang sesuatu yang tak terlihat.