DOSA TERINDAH
“Nanti bantuin jual rumah ini ya, Ay. Aku butuh dana untuk menebus kerja sama dengan ayahnya Imelda. Kemarin kemarin emang belum diurus karena Imel masih di Melbourne, tapi sekarang dia udah kembali, dan aku nggak mau tersangkut hutang piutang dengan siapa pun lagi.”
“Kalau misalnya nggak ada urusan dengan Imelda. Apa kamu nggak akan ngasih tau aku tentang rumah ini?”
“Iya. Karena ini rumah Kak Dian, karena ini pilihan Gina, karena meski pernah merencanakan akan tinggal di sini, tapi hatiku tetap di sana, di rumah kita.”
Aku menatap pria ini. Membayangkan bagaimana mewahnya kehidupannya seandainya saja bukan aku yang ada di sisinya.