Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Tak Sehebat Robot

Cinta Tak Sehebat Robot

Di hari jadi pernikahan kami, suamiku yang tidak pernah menyentuh dapur, tiba-tiba menyiapkan satu meja penuh hidangan. Setiap kali aku mencicipi satu suapan, Evan Sibana selalu bertanya dengan detail dan mencatatnya dengan serius. Di tengah-tengah itu, dia masuk ke kamar untuk menerima telepon. Itu nada dering khusus untuk asistennya, Kamila Lumban. Aku pun asal mengambil buku catatan yang dia tinggalkan di meja. Namun, aku mendapati halaman-halamannya dipenuhi catatan rapat yang sama sekali tidak ada hubungannya denganku. [Buncisnya agak mentah, Kamila harusnya nggak suka.] [Jamurnya agak keasinan, saat masak untuk Kamila nanti, ingat untuk mengurangi garam.] [Daging kambingnya terlalu perengus, saat masak untuk Kamila nanti, ganti dengan daging sapi saja.] Suamiku kembali dan hendak mengambil bukunya, tetapi dia langsung melihat apa yang sedang kulakukan. "Jenny Igmava, kamu benar-benar nggak punya sopan santun. Memangnya aku mengizinkanmu menyentuh barangku?" Baru saja aku hendak membuka mulut, kepalaku mendadak sakit luar biasa. Bayangan suamiku di hadapanku mulai berbayang. "Evan, aku merasa nggak enak badan, sepertinya karena buncis tadi belum matang ...." "Kalau begitu, aku harus cepat-cepat mencatatnya. Jadi saat masak untuk Kamila nanti, aku harus menumisnya lebih lama." Evan sama sekali tidak memedulikanku. Sambil terus menulis di bukunya, dia bergegas berjalan ke arah pintu. "Aku pergi keluar sebentar. Daya tahan tubuhmu, 'kan, bagus. Kalau merasa nggak enak badan, minum obat saja yang banyak." Sebelum pingsan, aku menelepon suamiku sekali lagi. Namun, dari seberang telepon hanya terdengar suaranya yang tidak sabaran. "Masalah sepele begini saja diributkan? Apa kamu mau mati? Kalau sudah mati, baru telepon aku lagi!" Evan, aku tidak akan pernah mencarimu lagi!
2.1K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as dapur minibar
Read
+Library
Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

"Kau tahu apa artinya, Amira? Mulai detik ini... Jika aku menyuruhmu membuat roti di dapur ini, kau harus membuat roti dengan kualitas terbaik. Dan... jika aku menyuruhmu untuk membuka lebar-lebar kedua kakimu untukku, di atas ranjangku... Kau juga harus melakukannya tanpa ragu. Persis seperti seekor anjing yang jinak, di hadapan tuannya. Kau paham?!" Sultan Rayyan Al-Fariz—penguasa tiran yang dingin dan angkuh—hidup dalam kegelapan yang hambar. Trauma masa lalu membuatnya membenci wanita dan kehilangan selera makannya akibat penyakit anoreksia yang dideritanya. Baginya, dunia ini hanyalah tempat yang penuh racun. Sampai ia mencicipi roti buatan Amira—dan merasakan gairah liar saat menatap bibir gadis itu... . Amira, seorang pembuat roti yang hancur karena terlilit utang dan dikhianati, tidak punya pilihan selain menandatangani kontrak "berdarah". Sultan Rayyan menawarkan kebebasan finansial, dengan satu syarat mutlak: Amira harus melayani apa pun yang ia minta, kapan pun ia mau! . Kesepakatan itu segera berubah menjadi permainan dominasi yang berbahaya! Di siang hari, Amira adalah koki pribadi yang memberikan kehangatan lewat masakannya. Namun di malam hari, di atas ranjang sutra hitam yang panas, Rayyan terus menuntut "menu tambahan" , untuk memenuhi nafsu dan obsesinya. . Saat Amira mulai terjebak dalam pesona pria yang memujanya di atas ranjang, Ibu tiri Sultan malah berusaha menyingkirkannya dengan berbagai cara! Di tengah intrik istana dengan segala kebusukannya, haruskah Amira pergi dan kembali ke kehidupannya sebagai rakyat biasa, atau menetap di istana megah itu dan melawan musuh-musuh mereka?
101.1K viewsOngoingAdded to Library 22 Times as dapur minibar
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status