Blue Flame
Tangan kecilnya mengepal perlahan, sebuah sumpah diam-diam untuk bertindak jika kegelapan itu benar-benar menampakkan wujudnya.
Rohana, tanpa menyadari alarm sunyi yang telah ia picu, menaiki tangga sempit menuju kamar lotengnya. Gerakannya mekanis, seolah hanya mengikuti kebiasaan, bukan kesadaran. Ia merapikan barang-barangnya, menepuk debu dari roknya, lalu meletakkan mawar hitam itu dengan hati-hati ke dalam botol kaca kecil di dekat jendela.
Kelopaknya yang gelap pekat kontras dengan cahaya pucat di luar. Bunga itu terasa tidak pada tempatnya, namun ia tak sanggup membuangnya.
Bab Populer