Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEQUOIA

SEQUOIA

Sementara Joita sudah tak peduli, dia berjalan pelan menyusuri sungai yang tenang dan indah. "Lo semalam di bar?" Joi berbalik. Mengangguk sambil membalas, "Yap." Jantung Baskara hampir berhenti. Ia berdehem sambil batuk-batuk. "Semalam ... kita ..." Joi menyambung, "Ciuman?" Baskara tersedak air liur, karena omongan Joi sih tepatnya. Kenapa cewek itu blak-blakan sekali? Setidaknya filter sedikit katanya.
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as flow
Read
+Library
Unknown

Unknown

tanyaku keheranan. “Dari mana aja bim baru bales pesanku. Sok sibuk deh sekarang”ledeknya dengan aksen khas Dea yang bisa-bisanya selalu membuatku tertawa. “Enggak, tadi ada kumpul UKM ini baru pulang” “Beneran bagus yang itu bim?” “Ya menurut saya sih iya” “Sip kita satu server, tapi entar belinya nunggu uang ku ke kumpul. Aku lagi banyak pengeluaran bulan depan Bang Fahmi ulang tahun. Aku lagi ngumpulin uang buat kasih dia surprise ”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as flow
Read
+Library
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

“Asistenku, si Mita, bilang tas ini koleksi terbaru. Edisi terbatas. Cocok dijadikan tas ibu yang baru melahirkan.” “Dan… mainan ini juga khusus kubeli. Katanya paling cocok buat bayi yang baru lahir,” ucap Andika panjang lebar dengan sedikit gugup, tapi matanya justru terlihat berbinar. Sorot matanya membuatku terpaku, tanpa sadar aku pun berkata, “Andika… anak kita sudah…” Belum sempat aku menyelesaikan kalimat itu, Andika memotongnya, “Mita bilang… HPL-mu akhir Desember, ‘kan?”
11.2K viewsCompletedAdded to Library 435 Times as flow
Read
+Library
Me

Me

“ Berjalanlah diatas lumpur, kau pasti akan menemukan jalan keluar. “ sahut Rose. Mendengar ucapan Rose, Lea semakin tenang dan bertambah semangat. Rose adalah gadis pemalu dan hanya terbuka pada Lea, dia bersikap murung setiap saat dan bahkan sekarang air matanya terjatuh melihat Lea dicela seperti ini. Waktu berputar semakin cepat, pukul menunjukkan kearah sepuluh waktu setempat. Val menghampiri Lea dan memberikannya sebuah air putih kemasan dan sebungkus roti.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as flow
Read
+Library
Pulang

Pulang

Api yang menyala besar membuat air mendidih begitu cepat, air yang meluap membasahi kayu yang terbakar. Desiran itu membuat Yotta kembali pada dirinya, gadis itu bangkit mengambil gelas dan membuat segelas teh hangat untuk orang yang sudah membantunya. "Mana Retno!!” Terdengar seseorang berbicara dengan nada tinggi di luar rumah. Suara itu membuat kegiatan Yotta terhenti, si gadis muda meletakkan sendok yang baru dipakai untuk mengaduk teh yang sedang dibuat dan segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as flow
Read
+Library
Castle

Castle

Aku berdeham. "Ah baiklah, terima kasih atas minumannya." Aku mulai meneguk air yang berada didalam gelas. Hanya air putih biasa, bukan bir ataupun yang lain. Aku memandangi isi gelasnya. Warna air ini mengikuti bagaimana warna gelasnya. Gelasnya terbuat dari kayu. Aku mengira dia akan memberikanku semacam bir. "Air putih lebih sehat. Cuaca panas seperti ini lebih baik kau minum air putih daripada bir. Bukannya aku pelit, hanya saja untuk kesehatanmu."
104.1K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as flow
Read
+Library
Elements

Elements

Ninna Krisna / Ninna Krisnamurtielvesterikaterosomes
Akibatnya sering kali Jaka harus melakukan manuver yang membuat mobil bergerak zig-zag. Api langsung membakar hutan di sekeliling mereka. Melihat kebakaran yang semakin besar, entah bagaimana sebuah tenaga menggerakkan Syifa. Dia langsung memosisikan tubuh kembali, duduk tegak dan mengepalkan kedua jemarinya di lutut. Seolah tahu apa yang harus dilakukan, Syifa menarik napas dan menekannya di dasar perut. Kemudian dia memejamkan mata dan memusatkan pikiran untuk memanggil satu-satunya zat yang bisa memadamkan kebakaran hutan seperti ini---awan Cumulo nimbus yang gemuk karena berisi banyak tetesan hujan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as flow
Read
+Library
U

U

Yuda POV: Sore ini sangatlah panas. Aku segera berlari keluar ruangan. Berlari melewati lorong-lorong kelas di Fakultas Teknik. Kemudian aku berhenti tepat di depan lift, menunggu lift terbuka untuk mengantarku ke lantai dasar.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as flow
Read
+Library
Memory

Memory

Sore sudah merambat ke malam, lampu teras menyala terang, sehingga aku bisa dengan jelas melihat wajah lelaki di sampingku. Mobil Toyota Vellfire memasuki halaman rumah, seorang sopir bergegas membukakan pintu. Kulihat Amanda turun, disusul perempuan tinggi yang modis--Soraya. Refleks aku berdiri, menatap putriku yang berubah dari segi penampilan. Sayang, air muka Amanda tidak senang melihatku. "Aku tidak mau ikut Mama pulang," ujar Amanda saat jarak kami sudah dekat.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as flow
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status