Batal Akad
]
Dengan gemetar Ali meraba dadanya, tidak mungkin Fajar berbohong ia lulus tes mahasiswa program Pascasarjana di Humboldt, Berlin.
"Ma, Ali lulus, Ma," pekik Ali dengan mata berkaca-kaca. Bu Miranti yang tadinya memunggungi Ali, kini berbalik.
"Humboldt?" tanya Bu Miranti tak yakin.
Ali mengangguk cepat. "Syukurlah. Di satu sisi Mama bangga padamu Ali, di sisi lain Mama kecewa. Kamu sudah berbuat dosa dengan memperkosa anak orang dan celakanya kamu tidak tahu siapa. Ya Allah, ujian apa lagi ini?" sahutnya datar sambil mengusap air mata.
Hot Chapters