Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Princess of Taurus

Princess of Taurus

Aqualis
Hey!, you there, Can I get some moment of your time, I have got a story to tell. Do you mind listening, it may sound like a folktale you know, but trust me, you might get a favorable snippet to use. Master once said during his lifetime: “Everyone is born with a special power that makes them looks unique and strong among others”, But how is that possible? That was the question I asked, and he explained further. “The movement of the Lord of Solar through the stars, gives every child a sign, depending on the moment they were born, which affect everyone's personality, this birth sign is called Zodiac sign”. My Orientation changed since then, that I am not a calamity to my parents, but mine is just dangerous to handle. I was born in the full moon light of Taurus, Every full moon light, I possessed, Darn it!, No one can handle this me in disguise, Just someone whom I was told is my mate, Alpha of Legion, But where on Earth he is?, I just have to move on with life and fate rotating it. Mom, Dad and friends are afraid of me hurting them So I spent my whole life living alone in my room. Not until I came across Master Frank in my dark shadow hunting, That take me to my new home, Magellan college, You might be wondering what I am capable of, I am a werewolf more powerful than others, because I am Princess of Taurus. I should have introduced myself early, my bad. I am Ella Martinez.
Werewolf
8.52.9K viewsOngoing
Read
Add to library
CARMELLA

CARMELLA

"Kilala mo ba kung sino ako Carmella?" Tanong nito at binaggit nanaman nito ang pangalan nya."O.. opo... Kayo po ang anak ng may-ari ng Del Castillo Resort" sagot nya. Ngumisi ito at humakbang sa kinatatayuan nya, wala sa loob na napa atras sya at nagpatuloy ito sa paglapit at pag atras naman ang sa kanya hanggang sa madikit sya sa kahoy na dingding. "Kilala mo ko alam ko" sabi nito at hiniharang ang dalawang kamay nito sa tabi ng mga balikat nya, tila sya nasukol nito habang nakatingin sa mga mata nya."Bakit oh?" Tanong nya at sinulyapan ang mga nakaharang nitong kamay sa kanya at lumapit pa ito ng isang hakbang at nasasamyo nya ang mainit na hininga nito na tila humahaplos sa mukha nya. Napalunok sya ng ilang beses dahil kahibla lang ang layo ng mga labi nito sa mga labi nya."Anong ginagawa ng isang Carmella Perez sa loob ng solar ko? Alam mo ba ang pinasok mo? Teretoryo ng kaaway" sabi nito na nagpagulat sa kanya at nanlalaking mga mata napatitig sya rito, kitang-kita nya ang pagbalasik ng mga mata nito habang nakatingin sa kanya, nakikita nya ang galit at pagkasuklam na nakita nya noon rito limang taon na ang nakakalipas.
9.943.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Short Story · Mafia
6.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
Romansa
1024.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status