Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

17. Lenyapnya Kaum Satu per Satu Di halaman Istana Vampir tidak sebaik yang mereka pikir. Entah dari mana para mayat yang telah ribuan mati pun tiba-tiba kembali bangkit, berhasil mengepung mereka. Kyana jadi bertanya-tanya apakah mereka juga mengepung seluruh penjuru Dunia Immortal? "Ratu, semua ini akan sia-sia. Kita hanya akan kehabisan banyak tenaga," ujar Glo.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai immortal mother
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Sejak saat itu, aku terjebak dalam rutinitas rumah tangga selama delapan belas tahun. Sampai akhirnya, kematian yang benar-benar membebaskanku. Aku hanya bisa diam melihat Satria membawa selingkuhannya pulang ke rumah. Mertuaku dengan antusias menyiapkan banyak makanan untuk menyambut wanita yang sudah mengandung cucunya itu. Menurutnya, "Wanita yang nggak bisa punya anak, sama saja kayak kotoran nggak berguna!"
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai immortal mother
Baca
+Pustaka
Pembalasan Seorang Ibu

Pembalasan Seorang Ibu

Haris terlihat seperti orang yang kehilangan nyawa, dia memeluk Vina erat-erat dan bergumam, "Nea ... sudah nggak apa-apa, ayah sudah menyelamatkanmu ...." Pada saat itu, aku melihat dengan jelas sorot mata Vina yang mengelap. Stella gagal terselamatkan. Dia mati di tangan putrinya sendiri. Sementara Haris, dia menjadi gila, dia menganggap Vina adalah Nea. Setahun kemudian, pada hari peringatan kematian Nea. Aku melihat ada sekelompok orang di depan batu nisan putriku, mereka memegang payung dan memegang bunga.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai immortal mother
Baca
+Pustaka
Kakak Ipar Adalah Maut

Kakak Ipar Adalah Maut

Tepat pukul sembilan pagi, mobil sedan miliknya dia parkir dengan baik lalu tangan Bima menakan tombol berhenti pada pemutar musiknya, membuka pintu mobil keluar dengan elegan, tanpa melihat ponsel miliknya itu Bima langsung bergegas. Keluar dari mobil dengan bergaya bak super star, dia berhenti sebelum melangkah, membenarkan kembali kaca mata hitam miliknya sambil mengedarkan pandangan ke halaman depan rumah yang dulu pernah dia tempati itu sambil bergumam, “Ma, Pa, aku akan membalas dendam atas semua yang sudah mereka lakukan sama mama papa. Kali ini aku nggak akan membiarkan orang itu lolos.” Bukan tanpa alasan Bima berkata seperti itu, semalam, dia mendapat banyak foto tentang kematian k
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai immortal mother
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status