Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

"Udah. Kita bobok lagi aja ya? Kayaknya Mama pusing gara-gara baru tidur siang sebentar tapi udah bangun." Nasya memejamkan mata dan Nayanika pun melakukan hal yang sama setelah putrinya itu. Tetapi, ketika sudah terpejam beberapa saat, Nayanika malah kembali membuka kelopak matanya. Sepertinya, ia melewatkan sesuatu. Nayanika menoleh ke belakang dan mengambil kalender meja dari atas nakas. Lantas, ia lihat tanggal yang dilingkari merah pada bulan sebelumnya dan melihat ke bulan yang saat ini tengah dijalani.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Dear Nala

Dear Nala

Nala memasukkan buku-buku miliknya ke dalam tas. Jam kuliah hari ini sudah selesai. Hari ini dia juga libur bekerja karena merasa sedikit tidak enak badan. “La, kamu kerja hari ini?” tanya Nita karena gadis itu memang tidak tahu bahwa Nala berencana meliburkan diri. Nala menggeleng. Wajah gadis itu terlihat sedikit pucat dari biasanya.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

aku mendorong perlahan tubuh mas Alex, tapi mas Alex yang seperti tentakel terus saja menempelkan kepala dipundakku dan kedua tangannya terus melingkar di perut kecil buncitku. “Hallo, Din,” sahutku segera setelah tanda hijau kugeser dan benda pipih tadi sudah berpindah ke telingaku. “Kau absen hari ini, Naya?” “Heheh, maaf ya, Din, bukan sengaja. Aku kan sekarang sudah punya dua bayi. Yang besar sedang manja banget soalnya,” ucapku sambil melirik mas Alex yang sedang menciumi rambutku.
16.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Jodohku Pak Dosen

Jodohku Pak Dosen

Bab 19 “Masalah hati memang tidak bisa dipaksakan. Kalau bukan dari diri sendiri yang berusaha mengobati maka dia akan selamanya terpuruk.” Siang hari yang terik, azan zuhur berkumandang, gegas Nayla ke masjid kampus untuk menunaikan sholat. Ia berencana memberikan bingkisan ke Cindy seusai salat. "Mbak Cindy ini ada bingkisan untuk Mbak." Nayla memberikan dengan tetap berusaha tersenyum. Walau hati berkecamuk, ia tetap
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Cerai dengan Suami, CEO Kunikahi

Cerai dengan Suami, CEO Kunikahi

Untuk selanjutnya ia menorehkan catatan mengenai ayam geprek dan minuman yang dipesan Aldo hari ini. Lalu Nayra menuliskan sebuah judul dengan ukuran besar untuk menaungi beberapa kalimat di bawahnya. [Tips-tips Menjinakkan Pak Aldo ^.^] "Semangat, Nay!" lirih Nayra seraya menggenggam erat bolpoin yang ada di tangannya sekarang. Nayra harus bersyukur. Ia telah menghabiskan hari itu dengan baik. Memeriksa saldo di m-banking miliknya, senyumnya sumringah dan wajahnya secerah mentari pagi.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Seolah hubungan mereka kembali membeku, seperti tahun-tahun yang hilang. Nayla berdiri di balkon rumah asrama perempuan sambil menatap langit malam. Di tangannya, ia menggenggam buku catatannya—lembar-lembar puisi yang tak pernah ia terbitkan. Salah satu halaman bertuliskan: “Ada rasa yang tumbuh, tapi tak sempat diberi nama. Karena saat itu aku terlalu sibuk menyembuhkan luka…”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Na, Ibu lihat kamu di TV tadi. Kamu cantik sekali. Tetap semangat, ya. Jangan terlalu keras ke diri sendiri.” Naya menutup mata. Enam bulan. Ia sudah melompat. Sekarang tinggal berenang. Esoknya, lantai 43 terasa dua derajat lebih dingin. Meja baru Naya berada di lorong kaca dengan pemandangan kota. Di atasnya, kartu akses baru, planner, dan sticky note tulisan tangan: 09.00: HR — Batasan & Protokol. Tanda tangan Laila, kepala HR.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Seorang Istri

Balas Dendam Seorang Istri

Tapi bahkan suaranya terdengar goyah. Sementara itu, Nayla duduk di sebuah kafe kecil yang tersembunyi dari pusat kota. Ia menatap layar tabletnya, membaca ulang artikel yang baru saja dipublikasikan. Wajahnya tenang, bahkan hampir dingin. Ia tak tersenyum. Ini bukan momen kemenangan, tapi titik awal dari semua yang ia perjuangkan.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Ketika Gairah Mengalahkan Logika

Ketika Gairah Mengalahkan Logika

“Kamu… sedang apa di sini?” Otak Nayla bekerja cepat. Ia tak boleh sampai mereka tahu ia baru saja keluar dari apartemen Arsen. Apalagi jika sampai mereka tahu rahasia itu… semuanya akan hancur. “A-aku…” Nayla menelan ludah, memaksakan senyum kaku. “Aku habis… main ke tempat teman. Dia tadi sakit, jadi aku… aku mampir sebentar untuk kasih catatan kuliah.”
10784 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Namun, tiba-tiba jarinya terasa menyentuh sesuatu. "Apa ini?" Nayla kemudian mengeluarkan secarik kertas kecil berwarna kuning dari saku jas itu. “Hah? Sticky note?” Dengan cepat, Nayla membuka lipatan kecil itu perlahan. Tulisan tangan yang rapi langsung terlihat jelas tertera di sana. [Dok, jangan lupa makan siang ya - Sinta] Tulisan itu membuat Nayla terdiam. Tatapannya terpaku pada tulisan tersebut. Tidak ada kalimat romantis ataupun kata-kata berlebihan.
10383.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai catatan harian nayla
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status