Gairah Sahabat Suami
aku mendorong perlahan tubuh mas Alex, tapi mas Alex yang seperti tentakel terus saja menempelkan kepala dipundakku dan kedua tangannya terus melingkar di perut kecil buncitku.
“Hallo, Din,” sahutku segera setelah tanda hijau kugeser dan benda pipih tadi sudah berpindah ke telingaku.
“Kau absen hari ini, Naya?”
“Heheh, maaf ya, Din, bukan sengaja. Aku kan sekarang sudah punya dua bayi. Yang besar sedang manja banget soalnya,” ucapku sambil melirik mas Alex yang sedang menciumi rambutku.