KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aku mau hang out sama Meera, Cantika dan Adila,“ jawabku sambil menoleh padanya.
“Tidak, Ra. Aku tidak mengizinkan,“ katanya sambil menggelengkan kepala.
“Kenapa memangnya? Karena mereka nggak berhijab dan hanya akan membawa pengaruh buruk?“ tanyaku dongkol, karena tiap aku ingin bertemu mereka, selalu saja Mas Hangga melarang dengan alasan itu. Meera, Cantika dan Adila memang belum berhijab, tapi mereka baik. Bahkan mungkin lebih baik dariku yang sudah lama berhijab.
Mas Hangga terdiam seketika, tapi tangannya mengepal.
“Jangan menilai orang hanya dari penampilannya saja, Mas. Karena apa yang kita lihat terkadang tak sama dengan kenyataan yang ada,“ lanjutku. Membuatnya mendelik tajam.
“Ka
Sikat na Kabanata