Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akhirnya Kumenemukanmu

Akhirnya Kumenemukanmu

"Hei, Mas! Mana ada maling mau ngaku!" "Kalau ngga ada kebohongan terus apa yang mau diakui? Sudah saya pergi saja! Bikin malu aja kalian!" Mas Fatih beranjak dari kursi tempatnya duduk. Ia pergi dengan langkah cepat memecah kerumunan orang-orang yang ada di teras rumah.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

Rasanya gelora emosi yang sudah membara ingin segera kuluapkan saat ini juga. "Key, kamu nggak paham! Ah, sudahlah, Key. Aku rasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas semuanya!" kata Mas Rengga seraya beranjak berdiri dan keluar dari kamar. Dia melangkah dengan tergesa, seakan melihatku berbicara bisa membuat kepalanya meledak begitu saja.
9.769.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

ucapnya sembari memaksa diriku menghadap dirinya. Ih, tatapan dan senyum itu seperti jebakan. Mas Farhan tahu benar kelemahanku. Aku melemparkan pandangan ke arah lain, bayangan jelek semakin menjadi. Bagaimana kalau adegan sekarang ini dia lakukan dengan wanita lain? "Dek Fika kan tahu. Setiap pergi Mas selalu pamit. Apa urusannya, bersama siapa, dan dimana tempatnya. Malah, Mas selalu kasih foto saat di lokasi. Masih menaruh curiga?"
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Kepergianku Membuatnya Gila

Kepergianku Membuatnya Gila

"Tuan, nggak bisa ditemukan. Pergerakan terakhir yang tercatat masih bulan lalu, hari saat transaksi ditunda dan beliau terbang kembali dari Sisilia." Keyakinan yang semula kukuh itu seperti dinding tanah yang direndam hujan, perlahan runtuh sedikit demi sedikit, hingga akhirnya hanya tersisa keputusasaan yang menenggelamkan segalanya. Akhirnya, aku mengemudikan mobil ke rumah lama Bella. Sebenarnya aku tidak menaruh banyak harapan. Namun, saat mobil berhenti di bawah gedung dan aku melihat cahaya menyala dari dalam rumah, jantungku tiba-tiba berdegup kencang.
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Hellena hanya mengangguk, membiarkan air hujan membasahi wajah lembutnya. "Pergilah, Mas. Aku menunggumu kembali." Untuk terakhir kalinya, Aksara sekilas melukis senyum bahagia. Saat hujan deras makin mengguyur, tubuh itu perlahan menjauh. Menyisakan kenangan dan harapan yang menanti indah esok hari. ***
1040.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
ISTRI vs MANTAN

ISTRI vs MANTAN

gumamku sendiri sambil menetralisir debar. "Kenapa nggak komplein juga seperti, Caca?" Tatapnya seakan menguliti isi hatiku. "Tentang?" tanyaku singkat tanpa berani menantang matanya. "Keluar kota." Dua kata yang keluar dari bibir berukuran sedang itu sukses membuatku mendarat darurat. Rasanya seperti terjungkal di atas tanah. Kemana saja pengalaman bersama ketiga mantanmu, Mas? Mestikah hal sekecil ini dipertanyakan?
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Suami Tukang Ikan Ternyata Sultan

Suami Tukang Ikan Ternyata Sultan

tanyaku heran ketika dia yang langsung memilih untuk pergi begitu saja. "Maaf Lisa. Mas masih ada urusan. Kamu bersama dengan Serin dulu yah." Mas Giora mengatakan itu dan dia memutuskan untuk pergi dengan begitu saja. Dia terlihat sangat sibuk sekali. Aku pun tidak bisa mencegah dirinya untuk pergi sekarang. "Yaudah Mas, hati-hati. Pulang kapan nanti?" tanyaku. "Mungkin sedikit agak malam. Kamu akan ditemani oleh Serin."
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Dia akan merasa aku tidak mengerti dia, dan hatinya akan semakin menjauh. Sampai akhirnya aku tak tahan dan pergi dengan hati yang hancur. Itu terlalu menyedihkan. Harga diriku tidak membiarkan aku sampai pada titik itu. Lebih baik aku pergi dengan elegan sekarang. Biarkan mereka bahagia. Saat aku berjalan tanpa tujuan di jalan, aku tiba-tiba melihat iklan sosial di papan pemberitahuan di halte bus.
9.961.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
DIPAKSA JADI TKW

DIPAKSA JADI TKW

Namun, bagaimana dengan anakku? Aku merenung. Memikirkan lagi semua kata-kata Mas Bagas, "Baik Mas, aku mau pergi ke Saudi. Namun, nanti ya, tunggu Saheer genap setahun." "Kalau umur segitu susah ditinggal, lebih baik sekarang dia belum paham apa-apa." "Tapi aku ingin melihatnya bisa jalan dulu, Mas." "Sudahlah Esih, aku malas debat denganmu."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Ketika Mas Gagah Tiba

Ketika Mas Gagah Tiba

KETIKA MAS GAGAH TIBA 35 Merasa diabaikan, aku mengejar dia ke depan. Mas Nata tampak menahan senyum sambil menyalakan TV. "Aku cemburu, dengar tidak?" "Terus Mas harus gimana?" "Klarifikasi lah. Dia siapa? Kenapa masuk rumah orang tanpa etika. Pake baju seksi pula. Mana bilang kecewa karena kita menikah."
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai ketika mas gagah pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status