Hati Yang Terpilih
Hela Kafka.
“Hidup memang terkadang kejam, Kaf. Kadang juga seperti mempermainkan kita,” sahut Rafi. “Lalu sekarang, kamu ingin menikahi Naz, karena apa?” taut Rafi menyelidik.
Kafka tersenyum. “Rafi, aku ingin menikahi Naz, karena ia wanita yang tulus. Hatinya putih bagai hati malaikat. Itu sudah cukup bagiku. Anak-anak kalian, Salsabila dan Hanif, anak-anak yang baik, santun dan pintar. Didikan tulus seorang Nazwa terpancar begitu jelasnya pada mereka berdua,” Jawab Kafka penuh keyakinan.