Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.8K VuesComplété
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.873.1K VuesComplété
Afficher les avis (27)
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Lire tous les avis
Love Exhausted, Heart Closed

Love Exhausted, Heart Closed

On the day my love fades away for good, I've finally learned something about my mate, Ethan Langley. He's not hopeless when it comes to directions—he just can't remember which path it is that leads to me. Ethan is the Alpha of the pack, whereas I'm his mate. We've been mates for ten years. But whenever I need him, he always gets lost. On the day of our marking ceremony, Ethan got lost in the pack territory. Because of that, the ceremony was delayed for another three days. Every year on the marking anniversary, Ethan would always get lost. The food in the evening banquet I always prepared would always go stone cold. When I was eight months pregnant with my pup, I sent an SOS message to him through the mind-link after I suffered from a bad fall. While Ethan screamed at me that he'd be there through the mind-link, he was physically lost in the pack territory for five hours. By the time our packmates came to my rescue, my pup was already dead. As I lay on the stone bed in the healing center, my packmates came over to comfort me. "Ethan can't navigate at all to save his life. He didn't do this on purpose. Don't get mad at him, okay? You two will still have pups in the future." I could only nod in a daze. But on the day we were supposed to attend our pup's funeral, I realized that Ethan was familiar with the road when he was behind the wheel in the SUV. He even took a detour just to drop by the residence of Lyria Jeffries, a female Beta. "Elena, there's still some time before the funeral starts. I'm going to send Lyria home first so that she can visit her family." Before I could object, the car had already stopped right outside Lyria's residence. Lyria got into the front passenger seat as though it was the most natural thing to do in the world. She wore a bright smile as she said, "Look at how well I've groomed you, Ethan! If you ever forget the way to my place, I'll make sure to skin you alive!" Only then did Lyria notice me, who sat in the backseat. She pretended to be bashful as she stuck out her tongue. "I was just kidding, Elena." I endured Lyria's "harmless" quips with a stony expression. But right after Ethan dropped Lyria off, he forgot the way to the funeral immediately. Because of that, the funeral was delayed by half an hour. As I held my pup's tiny urn, I felt my heart sinking into the pits of my stomach. It turns out that there exists someone who can be exempted from Ethan's hopeless sense of direction. It's just that… my pup and I are never the exception.
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Dernier
1
...
67891011
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status