Gairah yang Terpendam
Surti mampir sebentar di kedai kopi pinggir jalan untuk melepas lelah.
“Mbak, minta kopi panasnya satu, ya!” Surti menjatuhkan bobotnya pada kursi kayu di depannya.
“Dari mana, Bude? Kok terlihat capek sekali” tanya pemilik kedai sambil menyuguhkan kopi pesanan Surti.
“Emh, ini Saya mau cari jodoh untuk anak saya,” ungkap Surti berbohong.
“Jodoh? Memangnya belum punya pacar?” pemilik kedai itu penasaran.
Bab Populer