Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Sejak sahabat masa kecil Irfan meninggal, dia membenciku selama sepuluh tahun penuh. Hari kedua setelah menikah, dia langsung mengajukan diri ke organisasi untuk pergi ke perbatasan. Selama sepuluh tahun itu, aku menulis surat tanpa henti, berusaha menunjukkan ketulusanku. Tapi, balasan yang kuterima selalu hanya satu kalimat. [Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, lebih baik cepat mati saja!] Namun, saat aku diculik, dia malah menerobos markas penjahat seorang diri, menembus hujan peluru demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dengan sisa tenaganya, dia menepis tanganku dengan keras. “Menikah denganmu… adalah penyesalan terbesarku….” “Kalau ada kehidupan berikutnya, kumohon jangan pernah datang menggangguku lagi….” Di pemakaman, ibu Irfan menangis penuh penyesalan. “Anakku, ini salahku… aku nggak seharusnya memaksamu….” Ayah Irfan juga menatapku penuh kebencian. “Kamu sudah membunuh Selina, sekarang juga membunuh anakku. Dasar pembawa sial! Kok kamu nggak mati saja?!” Bahkan komandan yang dulu mati-matian mendukung pernikahan kami hanya bisa menggeleng dan menghela napas. “Ini salahku yang dulu memisahkan mereka, aku benar-benar bersalah pada Irfan.” Semua orang merasa kasihan pada Irfan. Termasuk diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari organisasi dan malam itu juga, aku menelan racun di tengah sawah yang sepi. Saat membuka mata kembali, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan. Kali ini, aku memutuskan untuk merelakan semuanya.
Short Story · Reinkarnasi
37.0K viewsCompleted
Read
Add to library
TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

Soeganx
Pada tahun 1998, di tengah krisis moneter yang mengguncang negeri yang sebelumnya tenteram, hidup seorang pemuda bernama Awan di Kota Bengawan. Awalnya, Awan adalah seorang pemuda yang tidak terlalu mempedulikan dunia politik yang seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-harinya. Ia hanya ingin hidup tenang bersama teman-temannya, menjalani hari-hari dengan canda dan tawa. Namun, nasib memutar halaman hidupnya dengan cara yang tak terduga. Suatu malam, saat berkumpul dengan teman-temannya di sekitar gedung pemerintah, langit tiba-tiba mendung dan aparat keamanan datang tanpa aba-aba. Mereka menuduh Awan sebagai otak di balik vandalisme pro demokrasi dan oposisi yang telah menghiasi dinding gedung pemerintah. Awan yang bingung berusaha menjelaskan bahwa ia tidak terlibat, tetapi aparat tak mendengarkan. Tanpa pengadilan, Awan ditahan di markas tentara yang suram. Di sana, ia bertemu para aktivis yang berjuang untuk reformasi, menceritakan pengorbanan dan perlakuan keras yang mereka alami di tangan pemerintah yang keras kepala. Setelah beberapa hari yang terasa seperti tahun di tahanan, Awan tiba-tiba dibebaskan oleh seorang penyelamat misterius. Kembali ke rumah dengan pertanyaan yang belum terjawab, Awan merasa bahwa ia harus terlibat dalam perjuangan untuk perubahan. Kisahnya yang diawali dengan ketidakpastian telah mengubah jalan hidupnya. Awan tumbuh menjadi pahlawan dalam perjuangan melawan tirani, menjadi suara bagi yang terpinggirkan, dan menjadi harapan bagi negeri yang terluka. Awan menemukan panggilannya dan menjadi pemberani dalam menghadapi tantangan yang datang.
Historical
1.4K viewsOngoing
Read
Add to library
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Bond Monosta
Ibsen Maulanza atau Moza adalah seorang remaja tampan rupawan yang salah asuhan, ia hakikatnya hanyalah pemuda biasa yang dalam pencarian jati diri. Namun, karena ia dibesarkan dalam lingkungan orang-orang yang menentang pemerintah dan mengemban misi untuk membuat berbagai kekacauan dan keonaran dalam negeri dengan maksud hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah, dan pada saat itulah para pemberontak yang sedang memperjuangkan kemerdekaan muncul sebagai pahlawan, begitulah yang diutarakan pemimpin mereka. Senjata dan peperangan adalah keahliannya, karena sejak dalam asuhan Gandara, ia sudah diajarkan cara merakit dan menggunakan senjata serta berbagai strategy perang hingga ia pun tumbuh sebagai mesin pembunuh. Misi utama Moza bukan hanya memerdekakan wilayahnya, tapi juga ingin mencari tahu siapa sesungguhnya orang yang telah membunuh keluarganya dengan keji. Kekacauan dan keonaran yang ia buat, hakikatnya hanyalah pelampiasan dendam yang bersarang di dadanya. Sebuah Misi hampir saja berhasil jika saja tahanan utama mereka tidak berhasil meloloskan diri, dan lolosnya tahanan mereka mengakibatkan peristiwa fatal. Markas pemberontak dibombardir dan banyak pasukan pemberontak yang tewas. Apalagi setelah peristiwa itu pemerintah mengadakan sapu bersih yang mengakibatkan semakin sempitnya pergerakan pasukan pemberontak. Moza yang masih berusia remaja namun menjadi salah satu yang diperhitungkan oleh pemimpin pergerakan, demi keamanannya, lewat relasi tersembunyi pemimpin pergerakan, Moza akhirnya dimasukan ke sebuah kampus dan menyamar sebagai mahasiswa. Namun, keputusan pemimpinnya itu justru menjadi bumerang bagi pergerakan mereka, karena Moza ternyata hanyut dengan rutinitas barunya. Apalagi setelah ia berjumpa dengan seorang gadis cantik mempesona bernama Zahra Maorrin Ayesha, dan karena gadis itu juga lah Moza berbalik arah memerangi pemberontak, dan para tentara Republik yang penasaran atas aksi heroik Moza yang berhasil menonaktifkan bom di kantor gubernur, kini mencari tahu siapa sesungguhnya Moza. Gerak gerik Moza pun semakin sempit, karena ia kini diburu oleh dua kelompok, pemberontak yang ingin membunuhnya dan tentara Republik yang ingin membongkar jaringan pemberontak.
102.5K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status