MAWAR
Brak
"Awhh" Mawar meringis dikala bahunya terasa sakit saat Nico menghentak bahunya ke daun pintu. Dia menatap Nico dengan mata yang berkaca-kaca, lelaki itu memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.
Nico memejamkan kedua matanya, tatapan itu sungguh telah berhasil melemahkan dirinya, hingga dia tidak bisa berkutik sedikitpun.