Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesona Pembantu Cantik

Pesona Pembantu Cantik

“Mawar, bagaimana menurutmu?” Mawar yang baru saja lewat dengan membawa satu teko teh krisan dan dua cangkir di atas nampan, menoleh sejenak ke arah suara sang majikan perempuan, masih dengan peralatan minum itu di tangannya.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Tulang wangi

Tulang wangi

Gua ingat jelas—salah satu dari mereka bertanya tentang anjuran membasuh muka setelah bertemu Mang Sarmin. Dan gua ingat jawaban temannya: jika tidak membasuh muka, seseorang bisa mengalami hal-hal aneh. Mata gua langsung terbuka cepat. Namun sebelum pikiran gua bergerak lebih jauh, sebuah suara memecah lamunan. “Nih, tehnya…” Suara ibu. Gua tersentak, refleks menoleh. “Oh… iya, Buk,” jawab gua pelan.
542 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Memar Termanis

Memar Termanis

Ketika make up artist beranjak dari samping Paula dan Javeline menatap sekeliling. Dengan nada pelannya, “pertarungan terlihat sengit.” “Eonnie, ini tidak seperti yang kamu bayangkan.” Ucap Paula, menjelaskan halusinasi Javeline yang terlalu jauh. “Ini bunga mawar merah. Kamu tahu sendiri arti bunga mawar merah.” Jelas Javeline. Tapi saat itu pula, bel kamar berbunyi. Salah satu asisten yang membantu Paula membuka pintu itu.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

Dan wanita tidak cocok untuk memimpin para prajurit dalam berperang. Pelayan datang membawa satu set teko beserta teh berkualitas tinggi dengan aroma khas. Pelayan kemudian menuangkan teh ke dua cangkir secara bergantian. "Silahkan dinikmati, Yang Mulia," seru Dorothy. Xinlaire meraih cangkirnya, ia mulai menyesap sedikit teh di dalam cangkir. "Bagaimana rasanya? Saya harap Anda menyukainya."
1014.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 458 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Ternyata Aku Orang Ketiga di Pernikahan Suamiku

Ternyata Aku Orang Ketiga di Pernikahan Suamiku

“Wah!! Mas ... terima kasih. Aku suka banget. Hanya saja kok warnanya kuning. Aku sebenarnya suka warna merah maron.” Emran hanya tersenyum meringis. Sebenarnya dia sudah memesan warna merah maron untuk Mawar, tapi sudah diberikan Widuri. Emran sengaja memesan warna yang beda agar tidak kembar saja. “Warna merah maronnya susah, Sayang. Tapi warna kuning juga limited edition, loh.”
9.62.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 43.2K Beses bilang teh mawar
Ipakita ang mga Review (505)
Read
+Library
Aira Tsuraya
Hai... Untuk sekuel novel ini sudah terbit dengan judul ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN AROGAN. Pengen tahu kisah cinta anak2 Widuri Emran n the gank. Cuss ampirin, ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar. Makaci
Dewi Budhiawati
critanya bagus. tp kalo sy dipossi widuri sejk awal nikah stlh dicampakn. dihinakan disakiti dll sy sdh psti mengalah. kt permpuan punya harga diri. bukn krn tdk sayang orang tua. tp kita jg berhak bahagia. apalgi kemudian ada cinta lama yg msih mengharap kita. lbih aman dicintai drpd mngejar cinta
Basahin ang Lahat ng Review
Menikahi Anak Presdir

Menikahi Anak Presdir

Arawinda mendesah lalu menatap Kaivan sinis. Dan entah kenapa, mendapati ekspresi begitu dari Arawinda, Kaivan malah terkekeh. "Apa?" "Yang benar saja Kaivan." "Ya sudah, saya lihat mawar di sini baik-baik." "Mawar memiliki banyak filosofi, mulai dari durinya, warnanya dan lain hal. Maka, Maheswara Group tidak sama sekali asal memasukan bunga mawar ke dalam logo yang sampai sekarang masih tergambar kokoh."
102.8K viewsOn holdIdinagdag sa Library 77 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Tiba Tiba Jadi Istri Big Boss

Tiba Tiba Jadi Istri Big Boss

"Teh mawar untuk merelaksasi, setelah stress seharian. Aku mengeringkan sebagian mawar semalam." Eoghan menatap datar cangkir teh yang dihidangkan Serena. Memang tidak seharusnya dia berekspektasi terlalu jauh. "Terima kasih. Aku bisa menebak kau adalah duta teh mawar, hahaha..." Eoghan menyeruput teh itu. "Hehehe, lain kali bawakan bunga chamomile." "Tentu," Drrrtt! Drrrt!
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 124 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Kamarku juga diubah dari kamar tanpa jendela menjadi kamar tamu besar dengan pemandangan sungai, yang letaknya paling dekat dengan kamarnya. Bahkan, setiap dia pulang dari mengurus bisnis di luar, dia selalu membawakan buket bunga mawar. Dia berkata, "Ini namanya romantis ...." Awalnya, aku hanya mengira dia gila. Tapi, mengingat kebenciannya kepada wanita Timur, aku hanya bisa menahan pikiran ini dalam hati. Tahan sekuat tenaga, jangan sampai terucap! Karena Vincent sangat kejam dan sulit diprediksi.
9.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 394 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
Rumah Teh Ala Miranda

Rumah Teh Ala Miranda

" Tampaknya dia orang penting atau sesuatu." Wanita itu langsung membuatkan teh kepada wanita bergaun mewah itu dan diberikan kepada Derren. "Ini adalah Teh mawar, nona. Semoga anda menyukainya." Wanita itu memandang cangkir tersebut cukup lama, sementara Derren dan Miranda hanya bisa melihat wanita itu dari kejauhan. Wanita itu perlahan meletakan cangkirnya dengan pelan dan kedua orang yang melihat wanita itu memandang dengan serius.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Nico menaruh tangannya di puncuk kepala Mawar, mengelus untuk menenangkan. Mawar malah mengeraskan suara tangisannya, dia mengambil ujung kemeja berwarna merah milik Nico yang sedang dia pakai dan mengelap ingusnya di sana. "Kenapa kau melihatku seperti itu!" Mawar berkata sinis, dia tidak terima melihat ekspresi jijik yang di tampakkan lelaki itu.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 234 Beses bilang teh mawar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status