Dream first class
“Nggak tahu. Mungkin aku terlalu rakus.”
Oke, baiklah. Kalau masalah itu aku tidak bisa menyalahkan siapapun. Aku pun kadang senang melakukannya.
Drrt!!!!
Aku terkejut sekaligus terteror. Menduga-duga bahwa itu panggilan dari Bu Ros saat meraba-raba kantong, tapi tak tahunya itu dari ponselnya Meli yang bergetar keras. Saking kerasnya bisa terdengar bergetar. Meli berbicara menggunakan bahasa Sasak yang kuyakin itu dari keluarganya. Meski tidak pandai berkomunikasi dengan bahasa-nya, aku lumayan paham artinya. Jadi, dengan mengandalkan pendengaran kuping dan terjemahan batin, aku bisa mengira-ngira apa yang sedang diomongkan Meli dengan orang disebrang telfon.
Hot Chapters