Menantu sang Dewa Perang
ujarnya, Nolan pun gemetar karena dia baru pertama kali berhadapan dengan sesuatu yang takkan pernah ia bisa kalahkan, “A-apa ini? Situasi apa ini?! Kenapa aku merasakan hawa membunuh darinya!”
Nolan pun melihat sosok pria bertinggi 190 cm, dengan rambut yang terbelah dua, kaki yang ramping, otot badan yang tercipta karena sebuah pengalaman, Nolan sangat paham, situasinya kali ini tidak memungkinkan untuk selamat.
Pria itu memiliki senyum yang menyeringai, mata yang sayu serta kantung mata yang sedikit merah.
Pria itu langsung melesat ke arah Nolan, Nolan pun tidak sempat untuk melakukan perlawanan karena serangan pria itu begitu cepat.