Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
"Sudah, jangan dibahas lagi masa lalunya. Yang penting sekarang kita sudah bersatu kembali. Aris, walaupun aku bukan ibu kandungmu, tapi rasa sayangku padamu tetap sama dengan Vira dan Tasya. Mama tidak pernah membeda-bedakan kalian."
Aku ingin muntah mendengar kalimat itu.
Wanita ini benar-benar ular.
Jika Ayah tahu bahwa istrinya yang 'penyayang' ini adalah pemuas nafsu supirnya sendiri dan juga berbagi ranjang dengan anak tirinya, Ayah pasti akan hancur. Namun, aku hanya bisa tersenyum kaku.
Nikita tiba-tiba memelukku erat di depan Ayah, lalu berbisik sangat pelan di telingaku, "Bagus, Sayang. Tetaplah seperti ini."