Terjebak Gairah Siluman
"Oh, iya, Mas. Maaf. Saya mau ke pasar terdekat. Tapi saya tidak tahu harus naik kereta yang mana."
Wajah petugas itu langsung cerah, senang karena bisa membantu.
"Oh, mau ke pasar! Kalau pasar yang besar, Mbak bisa ke Tanah Abang. Dari sini tidak jauh. Di sana pusatnya pakaian, tapi ada juga pasar basahnya kalau mau cari sayur dan kebutuhan sehari-hari."
Wulan mengangguk pura-pura mengerti, meskipun nama Tanah Abang terdengar asing di telinganya. "Tanah Abang, ya? Bagaimana caranya ke sana, Mas?"