LOGINVirus mematikan yang dikembangkan di Rowan -sebuah lembaga penelitian rahasia seperti NASA yang berjalan di bidang sains dan teknologi- telah tersebar dan menyebabkan pandemi! Tak ada penjelasan dari Rowan, tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi sebenarnya di sana. Ranu Tirta, seorang dokter vaksinolog sekaligus anggota klan Middle East, -gangster mafia terbesar di benua timur- di minta membuat sebuah formula dari virus tersebut menjadi senjata biologis mematikan yang sangat menguntungkan jika dijual di pasar gelap. Profesinya sebagai dokter menolak hal tersebut, tetapi dia tak bisa abai begitu saja dengan perintah Sang Direktur. Di sisi lain, kematian Danik -perawat kesayangan Tirta- yang meninggal karena terinfeksi virus tersebut membuat amarahnya bergejolak. Terlebih saat mengetahui ada yang janggal dari kematian Danik. Lalu siapa sebenarnya gadis bermata bening yang datang sebagai suspect virus beberapa hari lalu? Gadis itu selalu menggelitik hati Tirta untuk terus mendekat hingga dia sulit lepas. Apa yang akan Tirta perbuat atas pandemi yang terjadi, menuruti kata hati atau justru menutup mata? Lalu bagaimana kelanjutan kisah Tirta dengan gadis itu? Benarkah ada masa lalu yang terhubung antara dia dan Tirta?
View Moreพิงค์ ชื่อเต็ม ‘ชมพู สุรศักดิ์ศิระบำรุง’ สูญเสียพ่อแม่และพี่ชายไปในอุบัติเหตุรถยนต์ เธอเป็นเพียงคนเดียวที่รอดมาได้ ในตอนที่ญาติๆ รุมทึ้งเธอ และทะเลาะกันเองเรื่องแย่งรับเลี้ยงเธอเพราะหวังเงินประกันมหาศาลที่พ่อ แม่ และพี่ชายเธอทิ้งไว้ให้ คิมหันต์ วาเลนเต้ วรศักดิ์ไชยบำรุง ประธานบริษัทยักษ์ใหญ่ที่ใครต่อใครต่างรู้ว่ามีเบื้องหลังเป็นกลุ่มมาเฟียยุโรป ก็ถือจดหมายจากพ่อของพิงค์มาอ้างเป็นพินัยกรรมที่ฝากฝังพิงค์ไว้กับเขา พิงค์ที่เพิ่งจะอายุ 15 จึงถูกเขาในวัย 30 ช่วยมา นั่นทำให้เธอตกหลุมรักเขาทันที
คิมหันต์มัวแต่ยุ่งกับธรกิจ พิงค์เองก็ยุ่งกับการเตรียมสอบเข้ามหาวิทยาลัยอันดับหนึ่งของประเทศเหมือนกัน ทั้งสองจึงได้คุยกันนับครั้งได้ กว่าที่คิมหันต์จะรู้ตัวอีกที พิงค์ ลูกสาวบุญธรรมของเขา ก็อายุครบ 20 กลายเป็นสาวสวยที่เพียบพร้อม
ใครจะคาดคิดว่าในคืนวันเกิดอายุ 20 ปี เธอจะสารภาพรัก
“พิงค์รักป๊านะคะ”
“ป๊ารู้”
“ไม่ได้รักแบบปาป๊าค่ะ”
ไม่มีการอ้อมค้อมไม่มีการเตรียมคำพูดสวยหรู เธอโยนมันออกไปตรงๆ แบบนั้น
สายลมรอบตัวเหมือนหยุดพัด
กล้ามเนื้อกรามของคิมหันต์เกร็งเล็กน้อย แต่สีหน้ายังคงสงบนิ่ง
“ล้อเล่นอะไรของเธอ”
“ไม่ได้ล้อเล่นค่ะ พิงค์คิดมานานแล้ว คิดจนแน่ใจ”
“เธอแค่สับสน เธอก็แค่ชอบที่ฉันดีต่อเธอ ปกป้องเธอ นั่นไม่ใช่ความรัก”
“ไม่ใช่นะคะ” เธอช้อนตาขึ้นสบตาเขา “พิงค์เข้าใจความรู้สึกของตัวเองดีค่ะ”
“เธอไม่เข้าใจ”
“พิงค์เข้าใจค่ะ” เธอยืนกราน “ก็เราสองคนไม่ได้มีสายเลือดเดียวกัน ไม่มีความเกี่ยวข้องทางพันธุกรรม ไม่มีกฏหมายข้อไหนห้ามพ่อบุญธรรมกับลูกบุญธรรมรักกันนี่คะ”
“แต่มันไม่เหมาะสม”
“ไม่เหมาะสมสำหรับใคร”
“สำหรับโลกนี้”
เธอจ้องลึกลงในตาเขา บอกอย่างไม่ยอมแพ้ “โลกนี้ไม่ได้เป็นคนช่วยพิงค์ ดูแลพิงค์ ทะนุถนอมพิงค์นะคะ”
“เหลวไหล เธอรักฉันแบบอื่นไม่ได้” เขาหันหน้าหนี เหมือนต้องการตัดบท
“ทำไมหนูรักป๊าไม่ได้ล่ะคะ” เธอขยับเข้าหาเขา ดวงตาใสบริสุทธิ์ฉายแววดื้อรั้น
“เส้นกั้นระหว่างพ่อลูกไม่มีวันข้ามได้แม้แต่ก้าวเดียว หนูรู้ไหมว่าคำว่า ‘ป๊า’ หมายถึงอะไร” เด็กสาวตรงหน้าทั้งสวยและเย้ายวน…เสน่ห์รุนแรงจนผู้ชายคนไหนก็ยากจะต้านทาน แต่สำหรับเขา…เธอคือเด็กที่เขาเลี้ยงมากับมือ เป็นคนเดียวที่เขาไม่อาจครอบครอง
เขาปฏิเสธ เธอรั้น พอเขายื่นคำขาด เธอก็เริ่มประชดด้วยการไปเดทกับพวกหนุ่มๆ จนเขาเริ่มจะเก็บอาการทั้งหึง ทั้งหวง เอาไว้ไม่อยู่
ความรักที่เจ็บปวดจนเหมือนถูกฉุดรั้งลงเหว ทั้งรัก ทั้งเจ็บ ทั้งอยากหนีแต่ไปไหนไม่ได้, ความทรมานของการที่ต้องพยายาม “ตัดใจ” ทั้งที่หัวใจยังร้องไห้เรียกชื่อเขาไม่หยุด, ความรักหวานละมุนที่กลายเป็นความปวดแปลบ เพราะยิ่งรัก…ก็ยิ่งเจ็บ คือสิ่งที่พิงค์และคิมหันต์ต้องเผชิญ ทางออกของเรื่องนี้ง่ายมาก ถ้าเขาแค่ยอมรับความรู้สึกของเธอและตัวเอง แต่ศีลธรรมกับใบหน้าของเพื่อนสนิทในความทรงจำ ทำให้คิมหันต์ไม่อาจก้าวข้ามเส้นที่เขาขีดกั้นเอาไว้ได้ แต่พิงค์ไม่ยอมให้เป็นแบบนั้น
Di mana ini? Aku mengerjap-ngerjapkan mata berusaha menangkap pemandangan sekitar dengan lebih jelas. Ruangan apa ini? Ada begitu banyak kursi yang tertata melingkari sebuah meja oval panjang. Aku berusaha menggerakkan tubuh, tetapi begitu berat terasa. Bahu kananku masih terasa nyeri, bekas darah dan luka yang mengering tampak jelas pada polo shirt abu-abu yang kukenakan. Pergelangan tangan dan kaki juga terasa perih, seperti terkena gesekan permukaan yang kasar berkali-kali. Aku baru menyadari jika kaki dan tangan terikat kuat dengan tambang sintetis yang terhubung pada dua tiang pancang di sisi kiri dan kanan. Aku sekarang persis seperti serangga yang terjebak dalam rumah laba-laba. Sepasang tangan dan kaki terikat, tangan kananku terikat dengan sangat kuat dan ditarik pada puncak tiang pancang, sisa tali ikatannya diikatkan ke tiang sebelah kanan, begitu juga kaki kanan. Sisa tali ikatan ditarik menuju tiang pancang sebelah bawah dan disentak dengan kuat sehingga tali menegang.
Porsche ini masih meluncur deras ke bawah bersama dengan pecahan dinding tebing yang berupa bebatuan dan debu yang berhamburan menyatu dengan percik api sehingga menciptakan asap hitam pekat. Tubuhku terpelanting di dalam mobil, tak ada harapan lagi untuk menyalakan mesin aeroplane yang terpasang di mesin modifikasi ini. Aku menekan tombol pelontar setelah mengirim sinyal SOS melalui radar. Beruntung mesin pelontar itu tidak terhubung dengan mesin utama, sehingga masih mampu bekerja. Kap mobil mulai terbuka kemudian jok kemudi terpental keluar bersama tubuhku yang duduk bertalikan seat belt, sebuah parasut muncul lalu terkembang di atas kepala. Porsche tersebut masih terjun ke bawah, menghantam bebatuan hingga akhirnya meledak membumbungkan asap hitam tebal."Semoga Kha sempat mengunci area dari siyal SOS yang kukirimkan. Sial sekali hari ini." Aku meracau dalam hati merutuki kecerobohan diri sendiri yang terlalu meremehkan kemampuan lawan.Kepulan asap dan bunga api m
Porsche ini masih meluncur deras ke bawah bersama dengan pecahan dinding tebing yang berupa bebatuan dan debu yang berhamburan menyatu dengan percik api sehingga menciptakan asap hitam pekat. Tubuhku terpelanting di dalam mobil, tak ada harapan lagi untuk menyalakan mesin aeroplane yang terpasang di mesin modifikasi ini. Aku menekan tombol pelontar setelah mengirim sinyal SOS melalui radar. Beruntung mesin pelontar itu tidak terhubung dengan mesin utama, sehingga masih mampu bekerja. Kap mobil mulai terbuka kemudian jok kemudi terpental keluar bersama tubuhku yang duduk bertalikan seat belt, sebuah parasut muncul lalu terkembang di atas kepala. Porsche tersebut masih terjun ke bawah, menghantam bebatuan hingga akhirnya meledak membumbungkan asap hitam tebal.Kepulan asap dan bunga api memgepul ke angkasa, tetapi sama sekali tidak mengenaiku. Aku terlontar 60° menuju ke tenggara, aman dari jangkauan ledakan. Parasut mengembang dengan sempurna, angin membawaku lebih jauh me
BAB. IVMereka gila, Lang. Kita sedang menciptakan iblis molekular di tempat ini. Hanya demi para kapitalis itu. -Ganesha-25 April.“Kita tak perlu panik dengan rumor wabah virus Scarlett yang belum pasti kebenarannya itu. Memangnya kalian sendiri sudah menyaksikan seberapa ganas virus tersebut?”Pria itu nampak begitu percaya diri berbicara. Dengan berusaha menampilkan segenap kewibawaan, ia benar-benar membuat pendengar awam percaya begitu saja hanya dalam sekali dengar.Lelaki itu, dia memang memiliki kharisma tinggi dan public speaking yang baik. Bahasa yang sederhana, intonasi yang terkontrol, gestur tubuh yang tegap dan meyakinkan, sorot mata yang tajam dan bicaranya yang mantap.Tambahkan saja dengan segudang prestasi akademik yang ia raih, berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri serta akses penting yang ia miliki di setiap lini pemerintahan, lengkap sudah kesempurnaan strata sosial dan image pengetahuan te
Mereka gila, Lang. Kita sedang menciptakan iblis molekular di tempat ini. Hanya demi para kapitalis itu. -Ganesha- 25 April. “Kita tak perlu panik dengan rumor wabah virus Scarlett yang belum pasti kebenarannya itu. Memangnya kalian sendiri sudah menyaksikan s
Ikuti saja alurnya, melawan arus yang deras adalah kematian yang disengaja. -Sebening Tirta- ~○0○~Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Kiowa untuk mencapai titik
BAB V“Aku akan datang berkunjung, Al. Jangan sedih, kamu ndak marah ‘kan?” Seorang gadis cilik menghampiri lalu berjongkok di hadapanku sambil menggenggam erat jemari yang terkepal.Aku membiarkan air mata yang luruh melewati pipi lalu jatuh ke pangkuan tanpa bern
“Tidaaakk, Zaa ....” Seorang wanita paruh baya berbadan montok memengangiku kuat-kuat sambil terus berbicara sesuatu, aku tidak begitu memperhatikan perkataannya.“Althaf, tenang, Nak. Jangan seperti itu, ada kami di sini.” Seorang wanita lainnya datang memeluk deng
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore