DENDAM ANAK LELAKIKU
"Susah kayaknya. Masalahnya dia juga sadar kalau dia nggak bisa di bidang ini."
"Trus gimana, Bang? Kasian dia sama anak-anaknya kalau nggak bisa dapet kerjaan. Kamu atur deh, Bang. Kasih kerjaan apa kek." Raka mengusap tengkuknya dengan sebelah tangan, berusaha ikut berpikir.
Sejenak tak ada suara dari keduanya, hingga akhirnya Radit mulai bicara lagi.
"Ato gini aja. Kalau kita kasih kerjaan serabutan dulu ke dia gimana, Ka? Cleaning service, office boy, kurir? Misalnya."