Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
UNWRITTEN OBSESSION (Hasrat Terlarang Sang Detektif)

UNWRITTEN OBSESSION (Hasrat Terlarang Sang Detektif)

WARNING! Mengandung adegan kekerasan dan seksual eksplisit, serta mengangkat tema trauma psikologis yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. *** Bagaimana jika seorang detektif andal yang menyimpan trauma, terobsesi pada seorang penulis amatir, yang naskah fiksinya menjadi panduan pembunuhan berantai? *** SINOPSIS Gregory Evans, seorang detektif dengan masa lalu kelam, tak bisa mengenyahkan bayangan seorang wanita muda berambut pirang dan bermata hijau yang tak sengaja bertabrakan dengannya di depan stasiun kereta api bawah tanah. Greg bahkan menyimpan lembaran judul naskah cerita kriminal yang jatuh dari tangan wanita itu. Yang mengejutkan, judul naskah itu ditemukan di sebuah TKP pembunuhan di samping jasad korban. Hal yang mengindikasikan bahwa pembunuhan tersebut adalah pertunjukan yang meniru fiksi. Greg segera melacak wanita pemilik naskah tersebut yang tak lain adalah Tara Bradley, seorang pustakawan pemalu yang terobsesi menjadi penulis sukses. Tara yang menggunakan nama pena 'Violet Crow' mengakui telah menulis naskah itu sebagai fantasi balas dendam atas para penulis yang telah mencuri idenya. Kini, wanita itu dihantui oleh naskahnya sendiri. Seseorang di luar sana mewujudkan fantasinya tanpa perasaan, tanpa kompromi. Greg yang menyadari bahwa Tara adalah pusat dari misteri ini, terjebak di antara tugasnya sebagai detektif dan ketertarikan pribadi yang tumbuh sejak awal pertemuan mereka. Dia berpacu dengan waktu untuk mengungkap identitas sang pembunuh sebelum babak selanjutnya dari The Silent Slasher terwujud. Sekaligus mempertaruhkan karirnya karena terlibat hubungan terlarang dengan Tara.
Romansa
10629 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

Cathalea
Kota Manhattan gempar. Di musim semi yang cerah, mayat seorang gadis ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat, sepasang kakinya yang dibungkus sepatu berwarna merah hancur tak berbentuk menyisakan tulang kaki yang remuk. Tak terbayangkan betapa besar rasa dendam yang dimiliki pelaku terhadap korban hingga ia berbuat sebrutal itu. Sebuah misteri terpahat di tungkai yang tersisa, berupa angka tiga yang dibuat dari darah. Tidak ada yang bisa mengerti makna angka yang tertulis itu. Apakah korban ke-3? Atau ... tanggal pelaku membunuh korban? Atau ... sebuah isyarat akan ada korban berikutnya dalam waktu tiga hari? Kent Bigael, detektif dari unit pembunuhan langsung turun ke TKP. Pria yang terkenal temperamental itu tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Dalam 20 tahun karirnya sebagai polisi, baru kali ini ia melihat korban dengan kondisi begitu. Korban yang dibakar ada, yang tusuk dan dimutilasi pun banyak. Namun, korban dengan kaki remuk baru kali ini ia temukan. Bersama partnernya, detektif Joey, Kent berusaha menemukan pelaku. Ia mengumpulkan bukti-bukti lalu menyusuri satu persatu jejak yang ditinggalkan korban. Namun, baru saja memasuki hari ke tiga, korban yang lain kembali ditemukan. Ciri-cirinya persis sama. Kent terdiam, udara di sekitarnya terasa membeku. Ia sadar saat ini sedang berhadapan dengan seorang psycho, pembunuh berantai yang saat ini sedang melakukan permainan yang menantang penegak hukum kota Manhattan bermain adu tangkas. Lewat sikap brutal yang ia tujukan pada pemakai sepatu merah, ia ingin menunjukkan bahwa gaya hidupmu bisa membawamu pada kematian. Lewat angka-angka yang terukir ia berkata, jika kalian pintar temukanlah aku dalam waktu yang kutuliskan. Ada apa dengan sepatu merah? Mengapa pelaku hanya mengincar korban yang memakai sepatu merah?
Thriller
106.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Bond Monosta
Ibsen Maulanza atau Moza adalah seorang remaja tampan rupawan yang salah asuhan, ia hakikatnya hanyalah pemuda biasa yang dalam pencarian jati diri. Namun, karena ia dibesarkan dalam lingkungan orang-orang yang menentang pemerintah dan mengemban misi untuk membuat berbagai kekacauan dan keonaran dalam negeri dengan maksud hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah, dan pada saat itulah para pemberontak yang sedang memperjuangkan kemerdekaan muncul sebagai pahlawan, begitulah yang diutarakan pemimpin mereka. Senjata dan peperangan adalah keahliannya, karena sejak dalam asuhan Gandara, ia sudah diajarkan cara merakit dan menggunakan senjata serta berbagai strategy perang hingga ia pun tumbuh sebagai mesin pembunuh. Misi utama Moza bukan hanya memerdekakan wilayahnya, tapi juga ingin mencari tahu siapa sesungguhnya orang yang telah membunuh keluarganya dengan keji. Kekacauan dan keonaran yang ia buat, hakikatnya hanyalah pelampiasan dendam yang bersarang di dadanya. Sebuah Misi hampir saja berhasil jika saja tahanan utama mereka tidak berhasil meloloskan diri, dan lolosnya tahanan mereka mengakibatkan peristiwa fatal. Markas pemberontak dibombardir dan banyak pasukan pemberontak yang tewas. Apalagi setelah peristiwa itu pemerintah mengadakan sapu bersih yang mengakibatkan semakin sempitnya pergerakan pasukan pemberontak. Moza yang masih berusia remaja namun menjadi salah satu yang diperhitungkan oleh pemimpin pergerakan, demi keamanannya, lewat relasi tersembunyi pemimpin pergerakan, Moza akhirnya dimasukan ke sebuah kampus dan menyamar sebagai mahasiswa. Namun, keputusan pemimpinnya itu justru menjadi bumerang bagi pergerakan mereka, karena Moza ternyata hanyut dengan rutinitas barunya. Apalagi setelah ia berjumpa dengan seorang gadis cantik mempesona bernama Zahra Maorrin Ayesha, dan karena gadis itu juga lah Moza berbalik arah memerangi pemberontak, dan para tentara Republik yang penasaran atas aksi heroik Moza yang berhasil menonaktifkan bom di kantor gubernur, kini mencari tahu siapa sesungguhnya Moza. Gerak gerik Moza pun semakin sempit, karena ia kini diburu oleh dua kelompok, pemberontak yang ingin membunuhnya dan tentara Republik yang ingin membongkar jaringan pemberontak.
102.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status