Jerat Sang Iblis
Dia cerdas, artikulatif, dan penuh gairah.
Elena mendapati dirinya tertarik. Bukan secara romantis, tapi secara intelektual. Selama berbulan-bulan, percakapannya hanya berputar sekitar strategi perang, ancaman pembunuhan, dan trauma. Berbicara tentang seni, akustik, dan estetika dengan seseorang yang "normal" terasa seperti menghirup oksigen murni.
"Di sini," tunjuk Adrian ke sebuah lubang besar di tengah fondasi. "Akan ada kolam refleksi. Airnya akan memantulkan cahaya bulan ke dalam auditorium kaca. Filosofinya adalah kejernihan."
Hot Chapters