Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

Jika sampai waktuku Engkau seorang yang suka merayu Tidak ada kau sedu hari yang kurasakan Aku akan selalu mejaga dirimu Aku ... Biar tergores luka menembus kulitku Aku akan tetap menerjang hatimu yang bisa kubawa berlari dalam kesepianku Aku tidak ingin hidup tanpa dirimu di sampingku _Chairil Anwar, 1943_ Lazuarrdi membaca lirih puisi dari penyair fenomenal dijamannya. Membuat lelaki tampan itu berdecak kagum.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 636 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Awan tipis mengembara, langit bagai gulungan kertas tak berujung, aku menulis namamu dengan air mata, seperti kaligrafi kabut di udara, yang hanya bisa dibaca oleh bintang malam. Pedangmu bukan hanya besi, ia adalah sumpah leluhur yang kau pikul, setiap tebasan adalah janji, setiap kilau adalah pengorbanan, dan setiap denting adalah nyanyian suci. Sakura jatuh di bahuku, bagai stempel merah di atas surat putih, kau berjanji, meski ribuan panah menghujani, benang merah tak akan putus,
9.856.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari ***
9.870.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Suaranya tenang namun penuh keyakinan saat ia mulai membacakan karyanya: Langit tinggi tak bertepi, Laut luas bagai tak berbatas, Hidup ini perjuangan hakiki, Tanpa ilmu kita akan terbatas. Jangan gentar melangkah maju, Meski rintangan menghadang di jalan, Ilmu bak cahaya mencapai kalbu, Membuka dunia, menyingkap awan.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Langit bergetar lembut, seperti kain tipis yang disentuh angin. Dari arah barat, muncul bayangan-bayangan samar, seperti refleksi wajah-wajah manusia yang tidak kukenal. Mereka berjalan perlahan, tapi tidak menyentuh tanah. Setiap langkah mereka menciptakan kalimat pendek di udara, kalimat yang berulang-ulang, seperti mantra. “Aku menulis karena aku diingat.” “Aku diingat karena aku ditulis.”
750 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
505 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Code of Seduction (Bahasa Indonesia)

Code of Seduction (Bahasa Indonesia)

Di kertas itu tertulis semacam sajak pendek, demikian isinya: Di masa hidup yang singkat Kau dipandang dan dicintai Semua mata mengagumimu Selama satu purnama Tiga puluh hari pertama Dalam satu revolusi Sampai kau kembali menyatu Dengan tanah tempatmu berasal
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai puisi berantai kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status