Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!
Awan tipis mengembara,
langit bagai gulungan kertas tak berujung,
aku menulis namamu dengan air mata,
seperti kaligrafi kabut di udara,
yang hanya bisa dibaca oleh bintang malam.
Pedangmu bukan hanya besi,
ia adalah sumpah leluhur yang kau pikul,
setiap tebasan adalah janji,
setiap kilau adalah pengorbanan,
dan setiap denting adalah nyanyian suci.
Sakura jatuh di bahuku,
bagai stempel merah di atas surat putih,
kau berjanji, meski ribuan panah menghujani,
benang merah tak akan putus,
Bab Populer