(NOT) PERFECT BOYFRIEND
tanya Dalvin lagi.
Dinda terkekeh, “Ya intinya, kita sama-sama sudah ditakdirkan untuk orang baik.”
“Jadi, aku gak baik buat kamu?”
Dinda Kembali tertawa, “Kamu baik buat aku, tapi akunya yang gak baik buat kamu.”
“Tapi, menurut aku kamu baik.”
“Kalau aku jahat, berbahaya dong,” Dinda tertawa lagi.
“Tinggal aku buat baik, jadi gak bahaya deh.”
Hot Chapters