Bayang Pedang Cahaya Bulan
Bukan karena marah, bukan pula karena takut, melainkan karena sesuatu yang lebih tua, yang lebih dalam, sesuatu yang meski tidak ingin ia akui, masih hidup di dasar dirinya.
"Kau hanya anak..."
"Aku hanya anak yang masih hidup."
Yue Chen memotong, bukan dengan suara keras, bukan pula dengan suara tajam, hanya dengan suara yang meski lemah, meski sakit, meski keluar dari tubuh yang belum lagi utuh, tetap menyimpan sesuatu yang tak wajar.
Sesuatu yang tidak bisa diinterupsi.
Tetua Zhang terdiam. Ia tidak terbiasa dipotong bicara, tidak terbiasa didengarkan dengan cara yang membuat dirinya sendiri terpaksa berpikir ulang, apalagi oleh anak berusia tujuh belas tahun.