Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Risa Melia dikenal luas di kalangan elite sebagai "peri kecil". Dia punya bibir merah yang melengkung tipis dan sudut mata yang menggoda. Niko Sutomo adalah pewaris paling cemerlang dari keluarga konglomerat. Dia dingin, sulit didekati, laksana bunga di puncak gunung salju, penuh pengendalian diri dan tahan pada hasrat. Tak seorang pun tahu bahwa dua pribadi yang begitu bertolak belakang ini, di antara gelapnya malam, saling menjerat dalam keintiman. Di kursi belakang mobil yang melaju senyap, di toilet jamuan amal yang sunyi, hingga di depan jendela kaca setinggi langit-langit di kebun anggur pribadi, pinggang Risa dicengkeram erat hingga kakinya melemas. Satu malam panas telah usai, suara air mengalir terdengar lirih dari kamar mandi. Risa bersandar di kepala ranjang, menghubungi ayahnya. “Aku bisa menikah dengan Putra Mahkota Kota Selatan yang katanya sekarat itu untuk menolak bala. Tapi aku punya satu syarat .…” Di seberang sana, kegembiraan ayahnya tak bisa disembunyikan. “Katakan syaratnya. Asal kau mau menikah, apa pun syaratmu akan Ayah penuhi.” “Nanti kita bicarakan saat aku pulang.” Suara Risa terdengar lembut, namun sorot matanya dingin tanpa emosi. Risa menutup telepon dan hendak bangkit untuk berpakaian, sekilas pandangannya jatuh pada laptop Niko di samping ranjang. Layar yang menampilkan aplikasi pesan masih menyala di sana. Pesan terbaru datang dari seorang gadis dengan nama kontak "Dinda". [Kak Niko, ada petir, aku takut ….] Ujung jari Risa bergetar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Niko keluar dari sana. Tetesan air meluncur dari tulang selangkanya, dua kancing kemejanya terbuka sembarang, tampak dingin dan tenang, terselip sedikit kesan santai dan malas yang memikat. “Ada urusan di perusahaan. Aku pergi dulu,” katanya datar sambil meraih jas. Bibir merah Risa terangkat membentuk senyum tipis. “Urusan perusahaan, atau kamu mau menemui belahan jiwamu?”
18.1K viewsCompletedAdded to Library 507 Times as skibidi toilet background
Read
+Library
Hidden Secret

Hidden Secret

Enura
“Bumi ini nyaris musnah. Tapi, bukankah itu lebih baik?” ucap gadis muda dengan tatapan kosong. Beberapa kali ia mengumpat dan memukul kepalanya. Tapi ia sadar, semuanya tidak akan sama seperti yang ia harapkan. Ia berpikir dan mulai tertawa, akankah semua yang terjadi, biarlah terjadi begitu saja. Tidak perlu ada perubahan. “Hahaha, untuk apa aku membantu mereka? Jika memang mereka mati, bukankah itu takdir?” ucap gadis itu sekali lagi. Bulir air mata tak bisa terhentikan kali ini. Saat itu, berpasang-pasang mata mungil menatap dengan penuh harap. Namun, gadis muda itu hanya bisa menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi. Ia sadar, semua hal berharga dalam hidupnya sudah tidak ada. Ia sadar, bahwa apa yang ia lakukan bertahun-tahun lalu, akan berakhir seperti ini. Namun apa daya seorang gadis muda yang hanya ingin membuat semuanya baik-baik saja. Yang ia tau, di dalam lubuk hatinya hanya ada tekad untuk terus berjuang. Ya, inilah mimpi Liana, gadis muda itu.Cover edit by Canva, background by pexel.
1011.1K viewsOngoingAdded to Library 445 Times as skibidi toilet background
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status