Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Boneka yang kupikir sudah hilang atau dibuang saat kami pindah.
Tapi bukan itu yang membuatku menjerit.
Boneka kelinci itu...
Kepalanya putus.
Lehernya digunting dengan kasar, menyisakan isian kapas dacron yang menyembul keluar seperti daging putih yang robek. Di bagian dada boneka itu, ada bercak cairan merah kental yang mengering. Mungkin cat, mungkin saus, atau mungkin... darah?
Mataku membelalak ngeri, napasku tercekat di tenggorokan. Jantungku berpacu gila-gilaan.